Evaluasi Layanan Pemasyarakatan Harus Menutup Celah Masalah, Bukan Sekadar Memperbaiki Dokumen
Evaluasi Layanan Pemasyarakatan Harus Menutup Celah Masalah, Bukan Sekadar Memperbaiki Dokumen
kota
Baca Juga:
"Peradilan rakyat bukan sekadar teatrikal politik," ujar Shohibul, yang juga Koordinator Umum 'nBASIS dan dosen FISIP UMSU. "Ini adalah bentuk reklamasi pengetahuan dari dominasi rezim oligarkis, di mana masyarakat kembali merebut kendali atas tubuh pengetahuan dan kebenaran ekologis."
Dekonstruksi Kekuasaan lewat Tribunal Rakyat
Shohibul mendorong agar workshop tersebut dirancang sebagai proses dekonstruktif terhadap struktur pengetahuan resmi. Menurutnya, tahap awal workshop perlu menampilkan kesaksian korban dan audit ilmiah berbasis komunitas untuk membentuk "peta kerusakan dari bawah". Ia menyebut pendekatan ini sebagai epistemologi korban, yang menantang narasi resmi yang kerap dipengaruhi kepentingan korporasi.
Dalam tahap simbolik, Shohibul mengusulkan agar workshop menghidupkan kembali praktik Bius Parhudamdam—sidang adat ekologis Batak—yang melibatkan tetua adat, pemuka spiritual (parmalim), dan ahli ekologi. "Ketika masyarakat adat menggugat perusakan hutan, mereka sedang mengaktualisasikan kembali kosmologi Danau Toba sebagai parhorasan atau sumber kehidupan," tegasnya.
Soroti Kekerasan Struktural dan Kultural
Shohibul mengkritik keras tiga bentuk kekerasan struktural yang, menurutnya, saling berkelindan: industri yang memprivatisasi air lewat skema KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), birokrasi yang memproduksi dokumen AMDAL cacat hukum, dan lembaga keuangan yang mendanai kejahatan ekologis lewat green bond.
Lebih jauh, ia juga menyoroti kekerasan kultural. "Transformasi Sigale-gale dari medium spiritual menjadi tontonan turis adalah bentuk epistemicide," katanya. Ia juga menyebut Corporate Social Responsibility (CSR) kerap menjebak masyarakat menjadi 'peminta-minta ekologis' dan menciptakan bentuk kolonialisme baru.
Strategi Advokasi Pasca-Workshop
Shohibul memetakan tiga strategi lanjutan yang dapat dihasilkan dari workshop:
1. Deklarasi Manusia Batak, yang menegaskan Danau Toba sebagai subjek hukum dan menyerukan moratorium izin industri ekstraktif.
2. Pembentukan dewan adat multi-etnis, yang dinamainya sebagai model "Sangkep Naualuh", untuk mengawasi ekosistem secara independen dan lintas etnis.
3. Gugatan internasional, melalui International Rights of Nature Tribunal dan pelibatan Pelapor Khusus PBB untuk HAM dan Lingkungan.
Skema Pertahanan Komunitas
Sebagai antisipasi terhadap kriminalisasi dan tekanan dari kekuasaan, Shohibul mengusulkan pembentukan rapid response team yang terdiri dari jaringan LSM, akademisi, dan komunitas lokal. Pelatihan keamanan digital, dokumentasi pelanggaran HAM lingkungan, serta pendidikan alternatif seperti Sekolah Hinaloan diajukannya sebagai strategi penguatan kapasitas komunitas.
Penutup: Toba sebagai Ujian Peradaban
"Workshop ini bukan sekadar forum akademik atau advokasi, tapi harus dilihat sebagai pengadilan sejarah," tegas Shohibul. "Danau Toba adalah ujian peradaban. Di sini, kita harus menentukan: berdiri di pihak perusak atau berpihak kepada rakyat yang mempertahankan hak hidup dan alamnya."red2
Evaluasi Layanan Pemasyarakatan Harus Menutup Celah Masalah, Bukan Sekadar Memperbaiki Dokumen
kota
PRSU Ke50 Angkat Wajah Asli Sumatera Utara, 70 Persen Konten Diisi Putra Daerah
kota
22 OPD dan 10 Instansi Vertikal Ramaikan Pameran PRSU Ke50, Hadirkan Berbagai Layanan Publik untuk Masyarakat
kota
Dewan Komisaris PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara PRSU Harus Jadi Etalase Kebanggaan dan Mesin Ekonomi Baru Sumut
kota
Ketum Bakopam Sumut Ucapkan Selamat HUT ke436 Kota Medan, Dukung Terwujudnya Medan Tangguh dan Maju untuk Semua
kota
Ketum Bakopam Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke80, Apresiasi Pengabdian Polri untuk Masyarakat
kota
Polresta Deli Serdang berhasil amankan Pelaku Judi Togel
kota
Tim URC MIT Jatanras Polda Sumut Ringkus 7 Begal Sadis di Wilkum Polrestabes Medan dan Polres Belawan.
kota
Polres Dairi Ringkus 38 Tersangka dari 29 Kasus Narkoba Periode April Juni 2026
kota
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menerima kunjungan PT Goodrich Asia Indonesia ke Terminal A dan Terminal B pad
Ekbis