FABEM-SM dan Masker Pragi Desak Polri–Kejagung Perkuat Sinergi Usut Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara PLTU PLN
FABEMSM dan Masker Pragi Desak Polri&ndashKejagung Perkuat Sinergi Usut Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara PLTU PLN
kota
Baca Juga:
MEDAN – General Manager PT Garuda Indonesia Cabang Medan, Gilang, menegaskan bahwa pihaknya belum pernah menerima ataupun mengikuti tender kegiatan pengadaan jasa sewa pengangkutan narapidana yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut). Hal ini disampaikan Gilang kepada wartawan, Kamis (5/6/2025).
"Sampai saat ini, kami belum menerima paket kegiatan pengadaan tersebut, juga belum pernah mengajukan atau menyerahkan dokumen sebagai peserta tender," tegas Gilang.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul informasi bahwa Pemprov Sumut melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 860 juta untuk menyewa pesawat komersial milik Garuda Indonesia. Rencana sewa tersebut ditujukan untuk memindahkan 50 narapidana kasus narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Medan ke Nusakambangan.
Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemprov Sumut, paket kegiatan tersebut tercatat dengan nama "Sewa Pesawat Komersil" dan kode 10165374000. Pengadaan ini dilakukan dengan metode penunjukan langsung kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, sebagaimana disebut dalam dokumen spesifikasi teknis yang ditandatangani Kepala Badan Kesbangpol Sumut, Mulyono, selaku pengguna anggaran (PA).
Alasan penggunaan metode penunjukan langsung ini, menurut dokumen tersebut, karena kegiatan pemindahan narapidana dinilai sebagai pekerjaan berisiko tinggi dan bersifat rahasia, yang memerlukan pengamanan dan pengawalan ketat. Karena itu, disebutkan bahwa Garuda Indonesia disewa dengan jenis pesawat Boeing 737-800 berkapasitas 162 kursi.
Rencananya, pesawat ini akan mengangkut:
50 orang narapidana,
70 personel pengamanan dari Brimob Polda Sumut,
8 petugas Lapas, dan
12 petugas pendamping lainnya.
Pelaksanaan kegiatan direncanakan berlangsung satu hari pada bulan Juni 2025.
Dikritik Tak Sejalan dengan Semangat Efisiensi Anggaran
Namun, rencana pengadaan ini menuai sorotan dari sejumlah pihak. Anggaran besar yang dialokasikan dianggap tidak sejalan dengan semangat efisiensi yang sedang digalakkan pemerintah.
"Kalau memang mau efisiensi, harusnya bisa menggunakan pesawat milik TNI seperti Hercules, yang biayanya jauh lebih murah," ujar salah satu sumber internal Pemprov Sumut kepada wartawan.
Sumber tersebut juga menyebut bahwa saat ini, sejumlah unit kerja di lingkungan Pemprov Sumut tengah mengalami pemotongan anggaran, yang bahkan berdampak pada terganggunya pelaksanaan program-program prioritas yang telah dirancang sebelumnya.
Dengan belum adanya konfirmasi resmi dari pihak Garuda Indonesia mengenai keterlibatannya dalam proyek ini, publik kini menanti transparansi lebih lanjut dari pihak Kesbangpol Sumut dan Pemprov terkait dasar pengambilan keputusan serta proses pengadaan yang dilakukan.red2
FABEMSM dan Masker Pragi Desak Polri&ndashKejagung Perkuat Sinergi Usut Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara PLTU PLN
kota
sumut24.coLabuhanbatu, Tragis, satu unit dump truck yang mengangkut buah sawit terguling di Jalan Lintas Negeri Lama Tanjung Sarang Elang
News
Ijeck Desak Jalur Kereta Api MedanAceh Segera Dituntaskan, Minta TransSumatera Dipercepat
kota
Nekad Curi kabel Tower diciduk Polsek Tanjung Morawa
kota
Mahasiswa Soroti Maraknya Rokok Ilegal Helium, Kakan Bea Cukai Medan Tegaskan Komitmen Berantas Rokok Ilegal
kota
Terkait ASN Nias Jatuh di Apartemen 2 Wanita Ditetapkan Tersangka
kota
Aniaya Polisi dan Kabur saat Disergap Buronan Narkoba Ditangkap di Riau
kota
Sabu 328 Gram Disembunyikan di Jok Motor, Pemasok 2 Sarang Narkoba di Medan Ditangkap
kota
Diduga Tersandung Kasus Narkoba 2 Oknum Polres Samosir Diamankan di Polda Sumut.
kota
Aksi Penanaman 100 Pohon Warnai Milad Dompet Dhuafa ke33Deli serdangsumut24.co Dompet Dhuafa Waspada bersama DD Volunteer Sumatera Utara m
News