Plt.Kadis Pertanian Sahat Boangmanalu.SPd.MM Menyerahkan Alat Pertanian Kepada Kelompok Tani Terbuka
Plt.Kadis Pertanian Sahat Boangmanalu.SPd.MM Menyerahkan Alat Pertanian Kepada Kelompok Tani Terbuka
kota
Baca Juga:
- WALHI Sumut: Cabut Izin Saja Tak Cukup Hentikan Kerusakan Lingkungan
- Hak Jawab: PTAR Buka Suara Soal Isu Lahan Konsesi dan Tuduhan Pelanggaran Lingkungan
- PTAR, Pengelola Tambang Emas Martabe, menyampaikan keberatan atas berita sumut24.co berjudul “Siapa Bermain? Dugaan Jual Beli Lahan Konsesi PT Agincou
Workshop ini menjadi wadah penting bagi para jurnalis untuk memperdalam perspektif dalam mengangkat isu-isu lingkungan secara adil, faktual, dan bertanggung jawab, Samosir, 27 Mei 2025.
Workshop yang berlangsung dari tanggal 26 hingga 28 Mei 2025 ini menghadirkan Wisnu Nugroho, tokoh jurnalis senior yang tak asing lagi di dunia media nasional. Mantan Pemimpin Redaksi Kompas.com periode 2016–2024 ini membagikan ilmu dan pengalamannya dalam membedah peran media dalam membentuk opini publik, khususnya di tengah gempuran informasi yang kerap bias dan tendensius di media sosial.
Wisnu Nugroho memulai karier jurnalistiknya di Harian Kompas sejak tahun 2001. Kariernya terus menanjak, pernah bertugas di berbagai kota seperti Surabaya, Yogyakarta, hingga ditugaskan meliput kegiatan Istana Kepresidenan pada periode 2004–2009.
Dari pengalamannya tersebut, ia berhasil menulis sejumlah buku reflektif seperti Tetralogi Sisi Lain SBY, Kisah Tujuh Penjuru, hingga Masinis yang Melintasi Badai.
Tak hanya sebagai jurnalis, Wisnu juga aktif di dunia akademik. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, melanjutkan S2 di Universitas Indonesia, serta mengikuti program fellowship dari GIZ di International Institute for Journalism, Berlin. Sejak tahun 2015, ia menjadi dosen tetap di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong.
*Peliputan Lingkungan di Era Polarisasi Digital*
Dalam sesi workshop, Wisnu mengungkapkan bahwa dunia digital saat ini sedang berada dalam era yang rawan terhadap polarisasi.
Ia menyatakan, "Kita hidup di era yang sangat mudah untuk memuja atau membenci seseorang, lalu langsung ribut karenanya di media sosial."
Hal ini membuat para jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk tetap memegang teguh prinsip dasar jurnalisme.
Ia menegaskan bahwa, "Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran." Pernyataan ini menjadi pondasi utama dalam proses peliputan isu lingkungan yang kerap kali bersinggungan dengan kepentingan politik, ekonomi, dan kelompok masyarakat tertentu.
Hari kedua kegiatan Media Capacity Building PT Agincourt Resources di Samosir memberikan kontribusi besar dalam memperkuat kapasitas jurnalis dalam hal etika, akurasi, dan objektivitas.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan jurnalistik yang relevan dan berbobot adalah investasi penting demi kualitas informasi yang lebih baik, khususnya dalam isu-isu yang menyangkut masa depan bumi dan generasi mendatang.zal
Plt.Kadis Pertanian Sahat Boangmanalu.SPd.MM Menyerahkan Alat Pertanian Kepada Kelompok Tani Terbuka
kota
Curat Rp400 Juta di Padangsidimpuan Terungkap, Satu Pelaku Dibekuk Usai Kabur ke Pekanbaru
kota
Warga Purba Sinomba Curhat Soal Jalan dan Listrik di Safari Ramadan 2026, Bupati Paluta Langsung Beri Solusi
kota
Reshuffle Besar di Pemko Padangsidimpuan, 47 Pejabat Eselon III dan IV Resmi Dilantik
kota
Dukungan Tokoh Masyarakat Menguat Usai Pelantikan Sekda Padangsidimpuan
kota
Satgas Pangan Temukan Beras Medium Rp14.200/Kg, RPK Segera Diperbanyak di Paluta
kota
Gempuran Kasih Sayang di Sepertiga Malam, Manunggalnya Jiwa Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel dan Napas Rakyat Batu Rosak
kota
Di Bawah Langit Angkola Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Pererat Kebersamaan Lewat Sahur Sederhana
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel dan Warga Sangkunur Angkat Batu Demi Harapan Sawah Lebih Subur
kota
Tangan Kekar Prajurit, Harapan Baru Petani Kisah Pengabdian Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel di Persawahan Sangkunur
kota