Pancasila Digali dari Akar Budaya Bangsa
Pancasila Digali dari Akar Budaya Bangsa
kota
Baca Juga:
- Kasus Video Profil Desa Di Kabupaten Karo Membongkar Tabir Disparitas Hukum, Boin Silalahi & Rekan Ajukan PK Tuntut Keadilan Setara bagi Amry Pelawi
- Tuntutan Ringan Kasus Korupsi Aset PTPN II Senilai 263 Miliar: Tanda Tanya Besar di Balik Langkah Penegak Hukum
- Diduga Telantarkan Anak Istri, Ketua Bawaslu Labuhanbatu Dipolisikan
DELISERDANG – Terkait kasus dugaan penyiraman air panas oleh ibu tiri kepada anaknya, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Effendy Pohan menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengambil langkah utama, bagaimana menyelamatkan anak.
"Terkait kasus yang viral tersebut, pertama langkah yang diambil adalah untuk menyelamatkan anaknya. Konseling tentang anaknya, emosinya dan lain-lain," ujar Effendy Pohan usai acara peringatan Bulan K3 di kawasan Kantor Angkasa Pura Avasi, Kualanamu, Deliserdang, Selasa (11/2/2025).
Terkait kasus dugaan penganiayaan tersebut, Effendy menegaskan bahwa fokus utama adalah memberikan pendampingan dan pengobatan kepada anak. Baik secara medis maupun psikologis. Mengingat kejadian ini berpotensi menggangu anak secara mental. Sehingga perlu penanganan yang menyeluruh.
"Masalah siapa yang melakukan dugaan penganiayaan, itu nanti akan diusut dalam hal yang lain. Kalau dia ASN, bisa inspektorat, bisa juga aparat penegak hukum. Tetapi yang harus sekarang ini dilakukan adalah selamatkan anak," kata Effendy.
Selain itu, Effendy juga meminta kepada sang ayah dari anak berusia 10 tahun ini untuk dapat menjaga komunikasi dengan tim yang menangani persoalan ini. Agar pihaknya mendapat keterangan jelas dan lengkap, dalam upaya penyelesaian masalah. Sebab yang paling penting katanya, agar terselamatkan jiwa dan emosinya.
"Ini yang sedang ditangani oleh Dinas P3AKB (Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) dan Dinas Kesehatan. Dan ini sudah sejak kemarin dilakukan oleh tim," lanjutnya.
Ia juga mengimbau agar semua orang tua, tidak hanya yang berstatus ASN, bahwa hal yang tidak pantas menganiaya anak, apapun kondisi dan statusnya. Meskipun memarahi anak adalah hal yang manusiawi dan sering tidak bisa dihindari oleh seseorang.
"Kalau marah boleh, memberi pembinaan boleh. Marah itu kan juga ada batasnya. Tetapi kalau menganiaya, saya rasa itu bukan orang tua yang baik," katanya. **
Pancasila Digali dari Akar Budaya Bangsa
kota
sumut24.coJAKARTA, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (PLN UIP SBU) kembali menorehkan prestasi melalui partisip
News
sumut24.co SERDANG BEDAGAI, Musyawarah Kabupaten (Muskab) I Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) resmi m
News
Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji&039un,Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu Berpulang di Usia 75 Tahun
kota
Gerak Cepat Polsek Padang Bolak!Kebakaran Kios Minyak di Padang Lawas Utara Picu Kepanikan Warga, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
kota
Ucok Kapala Bosi&rdquo Ikut Diamankan Usai Temuan Ganja 6,8 Kg di Lapas Salambue
kota
Kapolres AKBP Wira Prayatna Pimpin Deklarasi Anti Narkoba, Padangsidimpuan Gaungkan Perang Melawan Narkoba
kota
Bupati Madina Saipullah Nasution Motivasi 200 Santri Darul Ikhlas Jadilah Generasi Qurani Penakluk Tantangan Zaman
kota
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) bersama Bea dan Cukai Belawan berkolaborasi dalam kegiatan penyaluran hewan qu
kota
sumut24.co MEDAN, Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus meme
kota