Selasa, 11 Agustus 2026

Blunder Kebijakan Gas 3 Kg: Ade Jona Dukung, Prabowo Minta Revisi

Administrator - Selasa, 04 Februari 2025 13:48 WIB
Blunder Kebijakan Gas 3 Kg: Ade Jona Dukung, Prabowo Minta Revisi
Istimewa

Jakarta – Pemerintah awalnya melarang pengecer menjual LPG 3 kilogram (gas melon) mulai 1 Februari 2025. Kebijakan ini diklaim untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan mengurangi penyalahgunaan. Namun, langkah tersebut menuai kritik keras dari berbagai pihak.

Baca Juga:

Anggota Komisi VII DPR RI, Ade Jona Prasetyo, mendukung kebijakan tersebut dengan alasan efisiensi dan pengawasan distribusi yang lebih baik. Ia menilai, penjualan gas melon di tingkat pengecer sering kali tidak terkontrol dan berisiko memicu kelangkaan serta kenaikan harga yang tidak wajar.

Namun, keputusan ini dianggap blunder oleh pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi. Menurutnya, larangan ini akan mempersulit masyarakat kecil, terutama yang tinggal jauh dari pangkalan resmi. Ia juga menilai kebijakan ini bertentangan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang berpihak pada rakyat kecil.

Menanggapi protes dan polemik yang berkembang, Presiden Prabowo akhirnya turun tangan. Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa Prabowo telah menginstruksikan agar pengecer tetap diizinkan menjual LPG 3 kg. Langkah ini diambil agar masyarakat tidak kesulitan mengakses bahan bakar bersubsidi.

Dengan keputusan ini, larangan pengecer menjual LPG 3 kg resmi dicabut, dan distribusi gas melon akan tetap berjalan seperti sebelumnya.

(Sumber: Fraksi Gerindra, Kumparan, Liputan6)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tokoh Pemuda Syafrizal Ritonga Tegaskan Dukungan Penuh untuk Hamzah Siagian Maju Pilkades Pulau Rakyat Tua
Bobby Nasution Apresiasi Siswi Peraih Emas Olimpiade Matematika Asia, Beri Beasiswa hingga Tablet Belajar
Dispora Kota Medan Dukung Penuh Gelaran The Khourt Independence Padel Tournament 2026*
Dunia Akui Orientasi State-Driven Prabowo Subianto
Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN 2026, Timnas Digenjot Menuju Piala Dunia 2030
Di Balik Proyek Fasade Stadion Teladan Rp64,13 Miliar, Publik Pertanyakan Profil PT ASP
komentar
beritaTerbaru