Rabu, 06 Mei 2026

Tanam Jagung 439 Hektare, Program Jagung Polres Madina Digeber! Wabup Atika: Kunci Tahan Inflasi

Administrator - Rabu, 06 Mei 2026 19:30 WIB
Tanam Jagung 439 Hektare, Program Jagung Polres Madina Digeber! Wabup Atika: Kunci Tahan Inflasi
Istimewa
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari visi besar Prabowo Subianto melalui Asta Cita mulai menunjukkan implementasi nyata di daerah. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menegaskan komitmennya dalam mendukung program tersebut, salah satunya lewat penanaman jagung skala besar.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution saat menghadiri kegiatan penanaman jagung kuartal II tahun 2026 di Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Selasa (5/5/2026).

Menurut Atika, program ketahanan pangan bukan sekadar agenda nasional, tetapi menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi, khususnya dalam menekan laju inflasi.

"Program Asta Cita ini wajib kita sukseskan bersama. Polri fokus di jagung, TNI di padi. Ini bukan tanpa alasan, karena pemerintah sudah melihat tantangan ke depan yang mungkin belum kita rasakan sepenuhnya hari ini," ujarnya.

Ia mencontohkan, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak langsung, bahkan hingga ke daerah seperti Madina. Salah satu yang paling terasa adalah kenaikan harga bahan baku impor, seperti plastik.

Namun demikian, Atika menilai kondisi ini masih relatif terkendali berkat kekuatan sektor pangan lokal, khususnya beras yang masih mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri.

"Kalau bahan yang tidak kita impor masih aman, itu karena kita punya ketahanan pangan. Ini yang harus terus kita jaga," katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Madina juga menyatakan dukungan penuh terhadap target penanaman jagung yang dijalankan oleh Polres Madina, baik dari sisi luas lahan maupun hasil panen.

Atika berharap produksi jagung pipil dapat terus ditingkatkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Hal ini dinilai penting agar harga komoditas seperti ayam tidak melonjak tajam di pasaran.

"Jangan sampai harga ayam tembus di atas Rp45 ribu per kilogram. Ini yang harus kita antisipasi dari sekarang," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan rumah guna menanam berbagai kebutuhan pangan, seperti sayur-mayur. Apalagi, saat ini program pemenuhan gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai berjalan di Madina.

"Kalau permintaan meningkat sementara produksi tetap, otomatis harga akan naik. Jadi masyarakat harus mulai mandiri," jelasnya.

Sementara itu, Wakapolres Madina, Aris Fianto mengungkapkan pihaknya mendapat target penanaman jagung seluas 439 hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

"Ini target yang wajib kami capai. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT SMGP," ungkapnya.

Tak hanya itu, Polres Madina juga dibebani target distribusi hasil panen sebanyak 60 ton jagung ke Bulog. Untuk itu, pihaknya berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Madina.

"Ini butuh kolaborasi semua pihak. Kami dari kepolisian siap mendukung, begitu juga Pemkab dan perusahaan. Terima kasih kepada PT SMGP atas kerja samanya," tutupnya.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lahan Tidur Jadi Ladang Emas! Panen Raya Jagung Oleh Polsek Sipirok di Tapanuli Selatan Dukung Swasembada 2026
Bupati Bersama Kapolres Pakpak Bharat Menanam Jagung Di Lahan Masyarakat
Bupati Bersama Kapolres Pakpak Bharat Menanam Jagung Di Lahan Masyarakat
Polres Padangsidimpuan Tanam Jagung Serentak 2026, Dukung Target Swasembada Pangan Nasional
Polri Dukung Ketahanan Pangan, Polres Padang Lawas Ikuti Penanaman Jagung Serentak Nasional
Penanaman jagung serentak Kwartal 1 Tahun 2026 Polda Sumut, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
komentar
beritaTerbaru