Selasa, 28 April 2026

Brida Medan Kaji Pemanfaatan Sumur Laluan untuk Kurangi Genangan Air Hujan

Administrator - Sabtu, 21 September 2024 08:53 WIB
Brida Medan Kaji Pemanfaatan Sumur Laluan untuk Kurangi Genangan Air Hujan
sumut24.co - Medan

Baca Juga:

Pemko Medan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menggelar Seminar Akhir Kajian Pemanfaatan Sumur Laluan (Groud Water Recharge) Dalam Upaya Mengurangi Genangan Air Hujan, Jumat (20/9) di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan.

Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kepala Brida Mansursyah saat membuka kegiatan ini mengatakan, siklus hidrologi seperti perubahan iklim dan meningkatnya kapasitas limpasan permukaan menyebabkan
meningkatnya probabilitas genangan.

"Selain itu, pertumbuhan penduduk, ekonomi atau
pengembangan wilayah menjadi salah satu
variabel penyebab terjadinya genangan air di
daerah perkotaan," ujar Mansur dalam kegiatan yang dihadiri Kabid Ekonomi dan Pembangunan Brida Indra Gunawan dan segenap utusan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.

Mansur mengatakan, Pemko Medan telah melakukan
beberapa upaya untuk menyelesaikan masalah
banjir, antara lain menormalisasi beberapa drainase,
berkolaborasi dengan Badan Wilayah Sungai
Sumatera II (BWSS II) dalam upaya normalisasi
tiga sungai di wilayah Medan, dan membangun kolam retensi.

"Dan saat ini kita melakukan Kajian
Pemanfaatan Sumur Laluan dengan melihat lapisan ekuiver untuk mengalirkan air limpasan dari drainase," ucapnya.

Mansur berharap peserta nmemberikan saran, masukan, kritikan dan opini serta beragam ide kreatif dan inovatif yang nantinya bisa diterapkan berdasarkan riset dan kajian secara ilmiah sebagai pondasinya

"Kami yakin, jika hasil kajian ini bisa kita
laksanakan dengan baik dan sistematis, maka
dapat memberikan banyak dampak positif yang
bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan
dalam mengurangi genangan air," ungkapnya.

Dalam seminar itu, Ketua Tim Peneliti dari USU, Dr. Ir Ahmad Perwira Mulia, M.Sc memaparkan, konsep dasar sumur haluan yakni sistem drainase dirancang untuk mengelola aliran air hujan dan limpasan dengan memanfaatkan struktur vertikal seperti sumur resapan.

"Sistem ini bertujuan untuk mengurangi genangan air dan memitigasi dampak banjir dengan mengalirkan air ke dalam lapisan aquifer tanah secara langsung," terangnya.

Lokasi penelitian, sebutnya, adalah di Kecamatan Medan Tembung, tepatnya di kawasan Jalan Letda Sujono-Mandala Bypass dan Jalan Letda Sujono-Tembung.

Kesimpulan penelitian ini adalah luas catchment area yang berdampak genagnan di kawasan pintu tol Bandar Selamat sebesar lebih kurang 60 hektar dan diperlukan upaya untuk mengurangi genangan air, salah satunya adalah dengan pemasangan sumur laluan. (rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Semarak Peringatan Hari Kartini ke-147 di Medan, Perempuan Dari Berbagai Latar Tampil Menginsipirasi
Di Women Leader Festival 2026, Airin Rico Waas : Perempuan Adalah Penggerak Perubahan, Bukan Sekadar Pengikut Keadaan
Dari Kentongan ke Edukasi Warga, Pesan Tegas Zakiyuddin Harahap di Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026
Rico Waas Apresiasi Kinerja ASN Pemko Medan, Dua Penghargaan Nasional Sambut Peringatan Hari Otda ke-30
Apel Akbar dan Deklarasi Sabuk Kamtibmas, Rico Waas Apresiasi Kesiapan Polri Jaga Kondusivitas Medan Lewat Simulasi Sispamkota
Hadiri TFG SispamKota, Zakiyuddin Harahap: Semua Pihak Harus Siap Hadapi Situasi Darurat
komentar
beritaTerbaru