Kadisdik Toba : Pembelajaran Secara Tatap Muka Dilakukan Atas Ijin Orang Tua

202

 

Balige | SUMUT24.co
Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Pendidikan akan mengawali tahun ajaran baru pada tanggal 13 Juli 2020. Proses pembelajaran secara tatap muka dilaksanakan dengan tatanan baru.

Kadis Pendidikan Toba, Parlinggoman Panjaitan menjelaskan, new normal pendidikan di tengah pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan mengutamakan pemenuhan protokol kesehatan.

“Kita sudah mendiskusikan new normal pendidikan, yang pertama jadwal tahun ajaran baru pada tanggal 13 Juli 2020. Kemudian ada tatanan yang mau kita lakukan dari dinas pendidikan, yang pertama dipastikan semua sekolah sudah memenuhi protokoler kesehatan”, terangnya kepada SUMUT24 usai mengikuti apel gabungan di halaman Kantor Bupati Toba, Senin (6/7) pagi.

Selanjutnya, jumlah siswa dalam ruangan kelas dibatasi maksimal 16 orang. Para siswa, disebutkan, akan mengikuti pembelajaran tatap muka dengan jadwal yang sudah ditentukan yakni, siswa SMP kelas 7 masuk pada hari Senin dan Kamis. Siswa kelas 8 masuk pada hari Selasa dan Jumat, sementara untuk siswa kelas 9 masuk pada hari Rabu dan Sabtu.

“Jam pelajaran akan dimulai pada pukul 08.00 wib sampai 11.30 setiap harinya, tanpa istirahat. Ini untuk menghindari siswa pergi ke kantin dan keluar dari pekarangan sekolah. Kantin sekolah juga ditutup untuk menghindari pergerakan anak didik”, tegasnya.

Sinergitas antara dinas pendidikan, perhubungan dan kesehatan, sebutnya, sangat diharapkan dalam upaya meminimalisir kontak fisik sesama anak didik.

“Minggu yang lalu kita sudah sosialisasi ke sekolah-sekolah dan yang paling utama, kalau nanti orang tua kurang setuju dengan tatap muka, anak-anak akan tetap diberi pembelajaran daring dan luring. Jadi kita nanti kita menerapkan new normal untuk anak-anak sekolah ini, saya sudah perintahkan untuk meminta persetujuan dari orang tua. Bagi orang tua yang setuju anaknya tatap muka, itu yang kita lakukan. Sementara bagi orang tua yang tidak setuju tatap muka, anak-anak itu akan tetap belajar di rumah melalui daring atau luring.

Ditanya bagaimana dengan siswa Sekolah Dasar, Parlinggoman menjelaskan, siswa akan mengikuti pembelajaran secara tatap muka selama 2 hari dalam seminggu dan 4 hari dalam penugasan maupun online. Proses belajar mengajar tingkat SD akan diberlakukan jika situasi dan kondisi untuk tingkat SMP dinilai aman.

“Untuk anak SD sendiri, kalau ini nanti sudah aman berjalan selama kurang lebih satu bulan ke depan. Diperkirakan pertengahan bulan Agustus, nanti disitu konsepnya, kelas 1 dan 2 masuk pada hari Senin dan Kamis. 3, 4 masuk pada hari Selasa dan Jumat, selanjutnya kelas 5, 6 masuk pada hari Rabu dan Sabtu”, terangnya.

Jika dalam waktu pelaksanaan tatap muka siswa SD berjalan dengan aman, maka diperkirakan untuk tingkat TK PAUD akan masuk pada pertengahan bulan September. (des)

 

Loading...