Jamin Investasi di Medan Dipermudah, Rico Waas Ajak Investor India Perkuat Kerja Sama
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan jaminan kepada investor dari India yang ingin menanamkan modal di Kot
kota
MEDAN | SUMUT24 Program-program pengembangan kawasan Danau Toba harus disertai dengan instrumen-instrumen pengendalian lingkungan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah kabupaten/kota se-kawasan Danau Toba.
Baca Juga:
“Kabupaten/kota nanti akan di undang, supaya mereka mempersiapkan suatu instrumen, pengendali pencemaran/pengrusakan yang disebabkan dari kegiatan infrastruktur dan pembangunan lainnya di kawasan Danau Toba,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut Hj Hidayati menjawab wartawan di Gubernuran, Rabu (19/10).
Menurut Hj Hidayati, jika melihat program untuk memajukan kawasan Danau Toba tersebut, perlu bagi Pemprov Sumut untuk memiliki suatu sistem khusus agar dapat mengimbangi semua kegiatan-kegiatan itu.
Karena semua kegiatan di kawasan Danau Toba itu, kata Hj Hidayati, adalah merupakan/mempunyai efek yang besar terhadap lingkungan hidup.
Misalnya pembangunan resort, pembangunan bandara maupun pembangunan lainnya yang besar kontribusinya terhadap lingkungan hidup.
Instrumen pengendalian lingkungan tersebut harus dibuat, ungkap Hj Hidayati, sebab jika tidak dibuat, akan menjadi beban lingkungan terhadap Provinsi Sumatera Utara.
BLH Sumut, kata Hj Hidayati, akan memanggil semua kabupaten/kota se-kawasan Danau Toba.
“Akan kita bedah, ijin apa saja yang dibutuhkan. Saya akan panggil kabupaten/kota untuk mempersiapkan ini, apakah perlu Pergub, Perda atau lainnya,” ujar Hj Hidayati.
Meskipun nanti misalnya dalam pengembangan kawasan Danau Toba itu pembangunannya hanya dilakukan di dua kabupaten, kata Hj Hidayati, tapi dampaknya tetap kepada 7 kabupaten/kota se kawasan Danau Toba.
“Kabupaten yang tidak mendapatkan projek itu, akan mendapatkan dampaknya juga, sehingga harus menyediakan instrumen pengendalian lingkungan terhadap kegiatan itu,” ujarnya.
Dampak lingkungan yang paling besar yang akan dirasakan, sebut Hj Hidayati, yang pasti kualitas air dan tanah akan ada pengaruhnya.?
Misalnya di Kabupaten Simalungun, kata Hj Hidayati, walaupun tidak terkait dengan pembukaan resort, tapi kan dermaga Ajibata nya pasti digunakan.
“Pergerakan semua ini akan mengakibatkan suatu kontribusi dampak terhadap air danau toba,” kata Hj Hidayati.(W03)
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan jaminan kepada investor dari India yang ingin menanamkan modal di Kot
kota
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah menyalurkan Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) sebesar Rp325 milia
Umum
sumut24.co MedanMemasuki usia ke26 tahun, Biznet terus memperkuat komitmennya dalam membangun infrastruktur digital untuk mendukung masa
Ekbis
Pemprov Sumut Salurkan BKP Rp325 Miliar, Percepat Pembangunan Kabupaten/Kota
News
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi perhatian serius terhadap penyelesaian Stadion Teladan. Saat meninjau pem
kota
sumut24.co MedanKota Medan membuka peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Malaysia. Hal itu mengemuka saat Wali Kot
kota
sumut24.co ASAHAN, Kejadian memilukan sekaligus mengejutkan mencuat di Kabupaten Asahan. Seorang ayah kandung berinisial K resmi ditahan ol
News
Kredit Rp759 Miliar Berujung Dugaan Korupsi, Kejati Kaltara Tahan Bos Sawit dan Pejabat Bank BRI
News
Meruntuhkan Impunitas Konstitusional Putusan MK dan Urgensi Pembersihan Hukum Nasional
News
Deteksi Banjir Lebih Cepat, Pemko Padangsidimpuan Siapkan Sensor EWS di Angkola Julu
News