Wali Kota Langsa Beri Bantuan Korban Kebakaran Di Gampong Blang Paseh

HUMAS

Langsa I SUMUT 24
Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, didampingi Camat Langsa Kota, Jamil Gade dan Ketua Baitul Mal Langsa, Alamsyah Abubakardin. Minggu (24/4) meninjau lokasi kebakaran.

Dalam kunjungannya itu wali kota memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp3 juta kepada masing-masing delapan KK yang merupakan korban kebakaran.

Selain itu, menyerahkan roti 15 dus, gula, minyak goreng masing-masing dua dus, sarden 10 dus, kecap,sambal masing-masing tiga dus, pempres, pembalut delapan dus, sarung, mukena, baju koko dan selimut masing-masing 30 pasang, baju daster dan kaos masing 50, kelambu 20, beras 15 sak, sajadah 24 dan tenda delapan lembar.

“Musibah ini merupakan ujian dari Allah SWT. Karenanya, kita mengajak agar para korban agar bersabar dan tawakal,”ujar Wali Kota.

Seperti diketahui sembilan unit rumah di Dusun Melati, Gampong (desa) Paya Bujok Blang Paseh, Kecamatan Langsa Kota, musnah terbakar, Sabtu (23/4) malam.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.15 WIB dan kesembilan rumah itu merupakan rumah sewa yang saling berdampingan serta berkontruksi papan atau semi permanen. Sehingga, si jago merah lebih leluasa melalap rumah itu.

Selang beberapa menit kemudian tiba dua unit armada kebakaran ke lokasi kejadian untuk memadamkan api, bahkan, dua unit armada kebakaran juga tiba secara bergantian terus dikerahkan untuk memadamkan api.

Akhirnya, dua jam setengah api pun baru berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran.Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditafsir hingga ratusan juta rupiah.

Dari sembilan rumah sewa yang terbakar hanya delapan rumah yang di tempati, sedangkan 1 pintu lagi dijadikan gudang. Data yang diperoleh yang menempati rumah sewa yakni Firdaus, Rudi, Faisal, Sulaiman, Nurbaiti, Turiah, Zulaiha dan Ningsih.

Sementara sumber api diduga berasal dari arus pendek listrik rumah Turiah, yang saat kejadian sedang tidak berada di rumahnya.Pasca kebakaran menimpa delapan kepala keluarga (KK) terpaksa harus tinggal sementara ditenda darurat karena semua bangunan rumahnya musnah terbakar hingga rata dengan tanah.(Han)