Korban Kebakaran di Padangsidimpuan Dapat Bantuan, Wali Kota Letnan Dalimunthe Tegaskan Pemerintah Harus Hadir
Korban Kebakaran di Padangsidimpuan Dapat Bantuan, Wali Kota Letnan Dalimunthe Tegaskan Pemerintah Harus Hadir
News
YOGYAKARTA I SUMUT24.CO Untuk melindungi masyarakat terjebak dari invesrasi illegal, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPBTI) pada Minggu (21/7/2019) petang membubarkan seminar trading ilegal bertema Bincang Bisnis Bersama INTIP PIPS di salah satu hotel kawasan Jalan Sudirman Yogyakarta. Tidak adanya ijin perdagangan dari penyelenggara dari OctaFX Explorer menjadi musabab pembubaran diskusi yang diikuti sekitar 60-an orang tersebut.
Baca Juga:
- Korban Kebakaran di Padangsidimpuan Dapat Bantuan, Wali Kota Letnan Dalimunthe Tegaskan Pemerintah Harus Hadir
- Bupati Putra Mahkota Buka Rancangan Perubahan APBD Palas 2026, Ini Besaran Anggarannya
- Residivis Spesialis Curanmor Tersungkur "Dipelor" Polsek Medan Kota, Ini Jejak Kejahatannya Penadah Masih Dikejar
Tim bersama jajaran Koordinator Pengawas PPNS Polda DIY sejak siang hari telah melakukan pemantauan pada seminar tersebut. Tim BAPPBTI dipimpin Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan, M. Syist pun secara langsung masuk ke lokasi seminar dan menyampaikan poin-poin pelanggaran pada penyelenggaraan berdasar perundangan.
“Bahwa berdasarkan Pasal 6 Peraturan Kepala BAPPBTI Nomor 83/BAPPEBTI/Per/06/2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kegiatan Promosi atau Iklan, Pelatihan, dan Pertemuan di Bidang Perdagangan Berjangka Komoditi, setiap pihak yang berkedudukan hukum di Indonesia dan/atau di luar negeri yang belum memiliki izin usaha dari Bappebti sebagai Bursa Berjangka, Lembaga Kliring Berjangka, Pialang Berjangka, Penasihat Berjangka, atau Pengelola Sentra Dana Berjangka dilarang melakukan kegiatan usaha Perdagangan Berjangka antara lain melalui Promosi atau iklan, Pelatihan dan Pertemuan mengenai Perdagangan Berjangka di Indonesia,†ungkap M. Syist di depan peserta dan penyelenggara.
Menurut Syist, OctaFX merupakan broker luar negeri yang tidak memiliki izin usaha sebagai Pialang Berjangka dari BAPPBTI. Oleh karena itu, acara pelatihan dan pertemuan yang diselenggarakan oleh OctaFX tersebut merupakan kegiatan illegal.
“BAPPBTI telah melakukan pemantauan dalam beberapa bulan terakhir terhadap acara Bincang Bisnis OctaFX Explorer yang diselenggarakan di beberapa kota. Kegiatan ini diduga melanggar Pasal 49 ayat (1a) Jo. Pasal 73D ayat (1) Jo. Pasal 74 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi (UU PBK). Pelanggaran ini diancam dengan pidana 5 (lima) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun, serta denda Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh miliar) sampai dengan Rp. 20.000.000.000.- (dua puluh miliar),†tandas M. Syist.
BAPPEBTI memiliki wewenang yang diamanatkan UU PBK untuk mewajibkan setiap pihak untuk menghentikan kegiatan yang diduga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang PBK. “Karena itu seminar pada hari ini kami harus hentikan karena termasuk ilegal,†sambungnya.
Terkait penyelenggara dari OctaFX dan narasumber, Sekretaris BAPPBTI Nusa Eka menyampaikan pihaknya bersama Polda DIY akan melakukan pemeriksaan pada penanggungjawab apakah masuk pada unsur ajakan berinvestasi pada para peserta. “Kita akan dalami lagi, setelah dihentikan maka baik narasumber yakni Hilda Oktoviarni dan Rizal Hadi Wicaksono atau penanggungjawab lain akan dimintai keterangan dan dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Disitu kita bisa melihat apa yang dilakukan dalam seminar, tapi secara garis besar unsur-unsurnya sudah terpenuhi semua,†tandas M. Syist.
BAPPBTI sendiri menyatakan akan terus melakukan penindakan pada pihak-pihak yang berusaha melakukan praktik merugikan masyarakat. “Ini peran negara melindungi masyarakat, kami tidak akan pilih-pilih dan terus melakukan pengawasan,†pungkas M Syist.
Sementara salah satu peserta yang enggan menyebutkan nama mengungkap seminar yang dilakukan OctaFX sendiri memuat edukasi bagaimana melakukan trading dan resiko yang bisa dialami seorang trader. “Saya tadi ikut dari jam 14.00 WIB, materinya tentang edukasi trading dan bukan mengumpulkan dana seperti investasi. Tapi memang mungkin masalahnya pada ijun OctaFX saja, karena saya selama ini jujur juga trading di perusahaan di bawah BAPPBTI juga,†ungkapnya.(R03/red)
Korban Kebakaran di Padangsidimpuan Dapat Bantuan, Wali Kota Letnan Dalimunthe Tegaskan Pemerintah Harus Hadir
News
Bupati Putra Mahkota Buka Rancangan Perubahan APBD Palas 2026, Ini Besaran Anggarannya
News
Residivis Spesialis Curanmor Tersungkur "Dipelor" Polsek Medan Kota, Ini Jejak KejahatannyaPenadah Masih Dikejar
News
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, meringkus seorang pemuda di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten .Deli Serdang, kare
Hukum
Pemkab Madina Dorong CMS dan KKPD, Pengelolaan Keuangan Daerah Ditargetkan Makin Transparan
News
Medan Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., memberikan apresiasi kep
Umum
Rapat Penguatan Disiplin ASN, Sekda Palas Tekankan Kinerja dan Percepatan Anggaran 2026
News
Banjir Ganggu Digital ASN, BKN dan Pemko Padangsidimpuan Siapkan Langkah Pemulihan
News
400 KK Bergantung pada Tambang Emas Siraisan, Polisi Dorong Legalitas dan Ancam Sikat Pembeking
News
4 Partai Panas! Ini Daftar Finalis Kejuaraan Tenis Meja Pelajar PadangsidimpuanTapsel 2026
Sport