Selasa, 19 Mei 2026

Suhu Politik Sumut Menghangat

Administrator - Minggu, 06 Januari 2019 14:16 WIB
Suhu Politik Sumut Menghangat

MEDAN I SUMUT24.CO Suhu pilitik jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Sumut menghangat. Sangat wajar memang menghangat karena peserta (capres dan tim, partai dan caleg) sedang memperebutkan kedudukan politik 5 tahun ke depan. Ditambah lagi dua pasang capres kita revans. Juga sudah lebih dahulu diwarnai oleh konflik-konflik yang menyisakan luka yang tak mudah disembuhkan. Tentu saja parliamentary threshold 4 persen tidak mudah diraih. Demikian ditegaskan Pemerhati Sosial Politik Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Minggu (6/1).

Baca Juga:

Menurutnya, suhu politik Sumut menghangat juga karena adanya manuever-manuver partai dan calegnya yang memancing diskusi publik pro dan kontra, terutama yang terkait dengan agama. Begitu juga penyelenggara juga terkesan kurang siap. Hal ini terlihat dari masalah daftar pemilih tetap (DPT) dan kardus sebagai kotak suara.

Masyarakat tak terhindari dari pro kontra yang makin mendekat hari H makin memanas pula. Apalagi peristiwa politik ini tak mungkin tak menjadi perhatian negara-negara besar, terutama China dan Amerika.  Indonesia negara demokrasi terbesar ketiga dengan penduduk terbesar setelah China, India dan Amerika. Negara ini juga terus menjadi perebutan karena pemerintah belum pernah mampu bertindak secara berdaulat baik politik mau pun ekonomi.

“Ada beberapa negara yang dalam waktu berdekatan melakukan pemilu, di antaranya Nigeria yang mengalahkan incumbent. Bangladesh juga baru saja pemilu dan menyisakan masalah. Malaysia sudah duluan dan incumbent kalah. Perdana menteri baru Malaysia langsung berurusan ke china untuk meninjau kembali seluruh proyek infrastruktur dan pemukiman yang dibiayai dengan hutang sebagaimana di Indonesia,” ucapnya.

Jadi memang jelas suhu politik Sumut menghangat hampir sama dengan suhu politik Jakarta yang tak terbantahkan. “Makanya masyarakat harus melek politik jangan mudah diperdaya dengan janji-janji politik yang tak jelas, lebih-lebih banyak janji yang tak pernah terealisasi dengan baik,” tegas Shohibul Anshor Siregar. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dua Tahun Kantongi Hibah Rp1,5 Miliar! KORMI Asahan Diduga Kerja Sepintas, SPJ Akan Dilaporkan ke Kejari
Perkuat Pengawasan Perairan Asahan, Wabup Rianto Sambut Baik Rencana Pembangunan Kantor BAKAMLA Di Silo Laut
Dewan Pers Kecam Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel, Minta Pemerintah Tindak Lanjut Secara Diplomatik
Polsek Lubuk Pakam Amankan Tiga Pencuri Kabel di Eks Plaza Delimas
UNPAB Perluas Jejaring Global Lewat Kunjungan Budaya dan Peradaban Islam ke Tiongkok
MOMEN HARKITNAS 2026 : JAGA TUNAS BANGSA
komentar
beritaTerbaru