Sabtu, 04 Juli 2026

Harian Medan Pos Gelar FGD, Unggah Kreatifitas dan Inovasi di Pandemi Covid-19

Administrator - Senin, 09 November 2020 13:40 WIB

Medan I SUMUT24 Pandemic Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar ke semua penjuru di seluruh dunia. Tidak terkecuali Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Baca Juga:

Semua sektor terdampak Covid-19, diantaranya sektor Pendidikan dan Pariwisata. Harian Medan Pos mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas seputar masalah dan solusi terhadap 2 faktor tersebut.

Menghadirkan narasumber dari sektor pendidikan, Herri Trisna Frianto, ST. MT yang merupakan dosen di Politeknik Medan Jurusan Teknik Elektro dan juga seorang Instruktur Kementerian Perindustrian Se-Indonesia.

Berikutnya narasumber dari sektor pariwisata, yaitu Etanto Heiliano Wijayanto, ST. MS. ME yang merupakan dosen di Universitas Panca Budi dan Institut Teknologi Medan, juga sebagai Instruktur Diving serta pengusaha di bidang Kuliner.

Dalam masa pandemic saat ini Herri Trisna menjelaskan bahwa Polmed sangat ketat menerapkan protokol kesehatan baik itu untuk dosen, staf dan mahasiswa demi memutus mata rantai Covid-19. “Tidak hanya penerapan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak). Tetapi bagi dosen dan mahasiswa yang melaksanakan praktek kerja di bengkel harus mengenakan helm, masker, face shield, baju praktek, rompi, sarung tangan dan sepatu boots untuk mencegah terjadinya kontak fisik. Mahasiswa yang tidak praktek lapangan, diwajibkan belajar melalui daring, yaitu dengan menggunakan aplikasi zoom,” jelas dosen yang juga Instruktur Kementerian Perindustrian se – Indonesia ini.

Etanto Heiliano Wijayanto menerangkan bahwa segi sosia ekonomi dunia usaha saat ini agak sulit bergerak. Banyak program yang ditunda, ditambah lagi dalam urusan administrasi semakin lambat karena menerapkan system work from home.

“Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat diutamakan dalam bekerja,” ujar Mantan pegawai Perusahaan Gas Negara ini. Untuk bisnis pariwisata sendiri, khususnya diving saat ini terpuruk. Diving membutuhkan peralatan khusus untuk menyelam. Dimana peralatan tersebut langsung berhubungan dengan mulut dan pernafasan yang dapat terpapar Covid-19.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mensahkan protokol kesehatan sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) secara resmi telah mengesahkan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang disusun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama para pemangku kepentingan dan kementerian terkait.

Protokol kesehatan sektor parekraf disahkan melalui KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf R. Kurleni Ukar mengatakan, protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif disusun berlandaskan atas tiga isu utama, yakni kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Kedua narasumber tersebut sepakat agar kita memiliki kreatifitas dan inovasi menghadapi Pandemi Covid-19 sebagai solusi mengatasi masalah ekonomi, pendidikan dan pariwisata. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Musa Rajekshah Ajak Kader HMI Jaga Idealisme dan Persatuan Bangsa dalam LK II Nasional HMI Korkom UNJ
Hadir Langsung di Langkat, Ketum PWI Pusat Puji Farianda Sukses Rawat Kebersamaan Wartawan Sumut
Wakil Bupati Tiorita Promosikan Potensi Langkat di PRSU ke-50, Beragam Produk Unggulan Ditampilkan
Stan UPT Taman Budaya Sumut Angkat Warisan Budaya dan Ekonomi Kreatif
Gerak Cepat Rico Waas di Medan Labuhan: Dari Penanganan Banjir, Beton Jalan Utama, Perbaikan LPJU, hingga Layanan Adminduk
Pesona Colorful Medan Resmi Digelar, Rekor MURI Kulcapi dan The Changcuters Meriahkan HUT ke-436 Kota Medan
komentar
beritaTerbaru