Senin, 06 April 2026

TPK PAUD Kecewa, Bansos Pemkab Toba Tebang Pilih

Administrator - Rabu, 06 Mei 2020 15:12 WIB
TPK PAUD Kecewa, Bansos Pemkab Toba Tebang Pilih
BALIGE | SUMUT24.co Pendistribusian Bantuan Sosial (Bansos) dampak Covid-19 bagi warga Kabupaten Toba salah satunya bidang pendidikan, dinilai tebang pilih dan tidak transparan, bahkan kepada salah satu PAUD yang sudah berdiri lama. Berlin Marpaung Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PAUD Mentari, Lumban Bulbul, Kecamatan Balige sangat kecewa akan pendataan tim hingga terkesan tebang pilih dalam pembagian bantuan dari pemerintah kabupaten Toba. Mereka tidak menerima bantuan diduga akibat data penerima diperoleh bukan dari sumber yang tepat. “Saat mendengar adanya pembagian bansos kepada PAUD yang ada di Toba, saya sempat berharap kita juga akan menerima. Namun kenyataannya, kita tidak termasuk dalam data. Mengapa tebang pilih? Saya kecewa setelah konfirmasi dengan Kadis Pendidikan terkait hal ini”, terangnya kepada SUMUT24 di Onand Coffee, Balige, Rabu (6/5/2020). Permintaan data PAUD yang terdaftar secara sah di Kabupaten Toba, sebutnya, tentu terdapat di Dinas Pendidikan, bukan dari tempat lain. Sangat disayangkan pendataan dilakukan atas kepentingan pihak lain seolah intervensi. Keterlibatan HIMPAUDI Toba dari awal pendataan hingga saat penyaluran bantuan, lanjut Berlin seharusnya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan melalui bidang Paud Dikmas. “Ketika kita tanya selaku TPK yang sudah berdiri sejak tahun 2006, baik kepada Kadis dan Sekdis, mereka tidak bisa memberi jawaban. Bahkan Kepala Seksi yang membidangi, mengakui tidak pernah menerima permintaan data dari Dinas Sosial untuk data PAUD. Dia juga bingung data darimana yang diserahkan Kabid”, tegasnya seraya berharap agar Kabid yang membidangi layak dipertimbangkan. Kekecewaan yang diterima saat ini, sebut Berlin, membuka peluang untuk ikut mengawasi penggunaan dana Covid-19 agar tidak terjadi penyelewengan sejak dari perencanaan, pelaksanaan hingga pembayaran. Gratifikasi, tumpang tindih, mark up dan monopoli disebutkan menjadi bagian bentuk pengawasan. “Holan alani jagal satanggo, habang sakkalan dohot parang di parpestaan (hanya karena sedikit jatah, terbang talenan dan parang di pesta -red). Kami sudah mulai bekerja dalam pengawasan penggunaan dana yang menyalahi aturan”, sebutnya. Ditanya akan kebenaran keterlibatan HIMPAUDI dalam pendataan penerima, Penasehat Himpaudi Toba, Sabaruddin Tambunan menanggapi akan menyalurkan kembali bagi PAUD yang belum menerima bantuan sosial. “Ketua Himpaudi Kecamatan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk pendataan. Bantuan akan diberikan jika masih ada lagi yang belum menerima”, jawabnya.(des)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Krisis Selat Hormuz dan Momentum Indonesia Membangun Ekonomi Selat
KRI Bima Suci Tiba di Belawan, Rico Waas Siap Kenalkan Potensi Medan ke Mata Dunia
PROLETAR SURATI KAPOLRESTABES MEDAN, KAPOLDASU HINGGA KAPOLRI: PERTANYAKAN LAMBANNYA PENANGANAN LAPORAN
KRI Bima Suci Tiba di Belawan, Rico Waas Siap Kenalkan Potensi Medan ke Mata Dunia
Aktivitas Gunung Sorikmarapi Meningkat, Ini Himbauan Bupati Madina Saipullah Nasution Saat Turun Langsung Pantau Pos Pengamatan
Menguatkan nilai kemanusiaan, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Berikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu
komentar
beritaTerbaru