Jumat, 03 April 2026

Sejarah Itu Masih Ada Dan Tetap Eksis Hingga Sekarang, dr Rapid Bantu Toa Micropon Untuk Musholla

Administrator - Senin, 20 April 2020 04:34 WIB
Sejarah Itu Masih Ada Dan Tetap Eksis Hingga Sekarang, dr Rapid Bantu Toa Micropon Untuk Musholla

Sejarah Itu Masih Ada Dan Tetap Eksis Hingga Sekarang, dr Rapid Bantu Toa Micropon Untuk Musholla

Baca Juga:

DELISERDANG I SUMUT24

Pemberian alat pengeras suara berupa satu pasang Toa Micropon kepada pengurus musholla di Barus, mengingatkan kembali makam mahligai yang tak asing lagi bagi para pengaji Usul. Penyerahan bantuan ( inpak ) kepada pengurus Musholla Al Ikhlas Bukit Patupangan Barus di sibolga. Diterima langsung oleh salah seorang panitia pembangunan bernama Nirwan Syarif Minggu (19/4/2020).

Mewakili penginfak atas nama dr Rapid Tanjung yang sedang bertugas di kalimantan, dr Rapid yang juga merupakan anak kandung dari H. Khalis Tanjung. Menandakan sekalipun jauh di perantauan namun tetap ingat kampung halaman apalagi di Barus ada bukti sejarah pertama islam menyebar ke pelosok tanah air patut kita apresiasi.

Hal itu di ungkapkan oleh Hasan Basri Siregar salah seorang pengusul yang tinggal di desa pasar 6 Kualanamu kecamatan beringin kabupaten Deli Serdang Medan Sumatra Utara Senin (20/4/2020.

” Mari kita saling bahu membahu agar musholla yang berada tepat di kaki bukit papan tinggi cepat selesai” ujarnya, karena tambahnya lagi, musholla selain tempat ibadah juga tempat berkumpulnya para pengaji Usul baik dari Barus, Sibolga maupun Medan ketika data mengaji.

Menurut Basri lagi, salah satu bentuk pengajian yang tak berubah dimakan jaman adala pengajian usuludin. Hal itu dapat ditandai salah satu bentuk pengajiannya dari dulu hingga sekarang gak berubah dengan pola tanya jawab dengan bentuk media batu putih 66 yang di bentang melalui tikar atau kain.

Salah satu bentuk tanya jawab itu dimulai dari, Apa Asal Dasar Agama. Dan seterusnya yang di ajarakan oleh Tuan Syekh Mahmud kepada pengikutnya hingga sekarang.

Makam Papan Tinggi adalah komplek pemakaman tua Sejarah Islam yang terletak di atas bukit tepatnya di daerah Desa Pananggahan, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara.

Makam Papan Tinggi sebenarnya adalah makam Syech Mahmud, tangga di Makam Syech Mahmud ini di bangun pada masa Soekarno yang di resmikan oleh Adam Malik pada 1980-an. Biasanya disebut juga dengan makam Tuan di atas karena berada di atas bukit.

Sebagian bukti sejarah penting di Barus diantaranya berupa Makam Islam kuno dengan tulisan arab di batu Nisannya yang tinggi sekitar 1,5 meter dan berat sekitar ratusan kilogram pada kisaran Tahun 40 Hijriah atau meninggal setelah 40 Tahun terhitung sejak Hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Dengan mengacu umur manusia yang berkisar 60 tahun sd 100 tahun maka sangat logis dikatakan bahwa yang meninggal di Makam Islam kuno di Kota Barus Tapanuli Tengah Sumatera Utara adalah para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Dari fakta sejarah yang ada terutama pada tulisan di Batu nisan Makam Islam kuno tersebut serta berdasar cerita turun-temurun di Barus terungkaplah sebagian nama sahabat Nabi Muhammad SAW yang dimakamkan di Kota Barus Tapanuli Tengah Sumatra Utara yaitu;

Sebuah penanda berupa tulisan arab di batu nisan yang terbuat dari batu cadas dengan tinggi sekitar 1,5 meter berat ratusan kilogram di pemakaman Papan Tinggi menyebutkan bahwa (sesuai yang tertulis di batu nisan) yang dimakamkan di tempat itu adalah sahabat nabi yang bernama Syekh Mahmud Fil Hadratul Maut yang ditahrikhkan pada tahun 34 H sampai 44 H.

Salah satu ukiran yang terpahat di batu nisan makam Syekh Mahmud yang berbunyi: “Fa Kullu Syai’un Halikun Illa Wajhullah” yang berarti, “Maka segala sesuatunya hancur kecuali Dzat Allah”.

Menurut sejarawan Djamaluddin Batubara, ajaran Islam yang disampaikan Syekh Mahmud kepada masyarakat Barus pada mulanya adalah ajaran yang menekankan pada Tauhid saja, yakni mengajak masyarakat pesisir Tapanuli untuk meng-esa-kan Tuhan, Allah SWT. Karena belum ada perintah melaksanakan hukum-hukum syariat Islam lainnya seperti Shalat dan puasa. Ayat-ayat Al-Qur’an yang dibawakanpun masih berupa berupa ayat-ayat Makiyyah atau ayat-ayat Al Quran yang diturunkan di Kota Mekkah.

Untuk itu, marilah sama sama kita lestarikan bukti sejarah tersebut, dan tak kalah pentingnya seiring dengan itu kita lestarikan juga pengajian Usul yang sampai sekarang masih ada dan terus bertahan. Oleh karenanya dengan semangat membangun musholla tersebut selain berinfak kita juga mengenang para pendahulu pengaji di usul, tutupnya. ( Hari’S).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pemilihan Berlangsung Kondusif, Yusnar Resmi Nahkodai Wartawan Mitra Humas Polres Sergai
Polresta Deli Serdang Hadir Dalam Pelaksanaan Jumat Agung, Pastikan Pelaksaan Ibadah Aman Dan Kyusuk
Pembatasan Pemakaian Gadget bagi Anak: Investasi Negara dalam Membangun Generasi Sehat dan Produktif
Respons Cepat Call Centre 110 Polres Asahan, Kebakaran Gudang Mobil di Kisaran Barat Berhasil Dikendalikan
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
Green SM Menandatangani Perjanjian Pinjaman Investasi  Miliaran dengan BCA
komentar
beritaTerbaru