Sabtu, 27 Juni 2026

Calon Kapolri Idham Aziz Punya Gaya Mirip Tito

Administrator - Senin, 28 Oktober 2019 15:07 WIB
Calon Kapolri Idham Aziz Punya Gaya Mirip Tito

Jakarta I SUMUT24 Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk Kabareskrim Komjen Idham Aziz menjadi calon tunggal Kapolri menggantikan Tito Karnavian. Diketahui, Tito pensiun diri sebagai Kapolri setelah ditunjuk Jokowi menjadi menteri dalam negeri.

Baca Juga:

Pengamat Kepolisian Institute for Security and Strategic Studies (ISEES) Bambang Rukminto, melihat Idham memiliki gaya yang mirip dengan Tito.

“Pak Idham Aziz dari Bareskrim dan kebetulan juga pernah di Densus, ini mengikuti jejak dari Pak Tito, saya rasa dengan background yang seperti itu kebijakan-kebijakannya juga tidak akan pernah lepas dengan style yang sama dengan Pak Tito,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin (28/10/2019).

Dia menuturkan, ini bukan dalam artian buruk. Hanya ingin memastikan kebijakan Tito Karnavian yang baik bisa diteruskan.

“Ingin memastikan bahwa kebjikan-kebijakannya akan diteruskan oleh pengganti yang sesuai dengan style beliau (Tito),” ungkap Bambang.

Dia juga menuturkan, penunjukan Komjen Idham Aziz sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Jokowi kepada DPR berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Menurutnya, DPR hanya melakukan fit and proper test terhadap calon Kapolri yang diserahkan presiden.

“Terkait dengan UU tahun 2002 pasal 11 itu tidak ada yang menyatakan presiden harus mengusulkan satu nama, DPR hanya setuju atau tidak setuju,” tukasnya.

Seperti diketahui, Idham merupakan Wakil Kepala Densus 88 Anti Teror Polri pada tahun 2010. Jebolan Akpol 1988 ini merupakan perwira polisi yang cukup kenyang asam garam penanganan radikalisme dan terorisme, serta berulangkali memimpin kepolisian daerah seperti menjadi Kapolda Metro Jaya sebelum menjadi Kabareskrim.

Pernyataan ini seiring dengan pemulihan situasi dan kondisi pascakerusuhan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

“Keamanan merupakan syarat keberlangsungan rehabilitasi dan pembangunan di Wamena khususnya dan Papua pada umumnya,” kata Ari Dono dalam keterangan, Senin (28/10/2019).

Ari Dono mengatakan, TNI-Polri bersinergi menjaga situasi di Papua. Selain itu, Ari Dono juga mengajak masyarakat luas untuk tidak lagi berkonflik, tidak mudah terpancing isu dan provokasi.

“Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas untuk tetap kondusif. Kalau pembangunan maju maka kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud,” lanjutnya.

Ari Dono menjadi satu dari beberapa pejabat negara yang ikut mendampingi Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja di Wamena, Senin (28/10/2019).

Jokowi sebelumnya telah menekankan Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk yang banyak. Tentunya membutuhkan

Dalan kesempatan itu, dia juga membahas beberapa hal lain, seperti pembangunan infrastruktur baru hingga rencana pemekaran wilayah khusus di Papua.

“Mari keamanan kita jaga bersama agar ini jadi komitmen kita, kejadian ini (rusuh) jangan terulang lagi. Perlu peran kita semua untuk memulihkan kondisi ini,” ungkap Jokowi. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
GM Geopark Kaldera Toba: Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
Sutrisno Pangaribuan: Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
Strategi Komunikasi Pemerintah: Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
komentar
beritaTerbaru