GM Geopark Kaldera Toba: Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Presiden Joko Widodo melantik Menteri Kabinet Indonesia maju 2019-2024 di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/10) ,salah satunya ikut dilantik rivalnya saat pencalonan Pilpres lalu , Prabowo Subianto kelahiran Jakarta 17 Oktober 1951 sebagai Menteri Pertahanan menggantikan Ryamizard Ryacudu.
Dosen Pasca Sarjana UMSU Dr Abdul Hakim Siagian SH yang ikut sebagai tim pemenangan Prabowo saat Pilpres lalu ketika diminta komentarnya di Medan, Rabu (23/10) mengatakan, pertama diucapkan selamat kepada Presiden/wakilnya dan juga kepada menteri kabinet yang dilantik. Seterusnya bergabungnya ke dua tokoh negarawan ini, Jokowi Presiden pilihan rakyat dan Prabowo yang kalah angka dengan Jokowi, menunjukkan sifat kenegarawanan untuk membangun Indonesia ke depan. Pertahanan memang bidang yang dikuasai Prabowo,katanya.
Di sisi lain, Prabowo bersedia bergabung di kabinet Jokowi, melihat kepentingan yang lebih luas demi NKRI. Dulu calon Presiden , sekarang siap jadi pembantu presiden (Menteri) . Satu pengorbanan itu, mudah-mudahan ini bisa jadi tradisi ke depan, dalam rangka membangun demokrasi Indonesia. Karena di negara kita tidak dikenal yang namanya oposisi Kalau dilihat plus-minus dari sisi kekurangan kan tidak ada yang sempurna.
Mungkin untuk mengantisifasi gejolak , karena terakhir fariabel SARA semakin meruncing , dengan masuknya Prabowo ke kabinet Jokowi merupakan strategis merubah peta. Tapi yang lebih penting di depan mata kita,ada masalah Papua dan itu jadi PR berat bagi pemerintah dan itu tantangan bagi Prabowo sebagai Menteri Pertahanan untuk menanganinya secara profesional, dengan rujukan pada Pancasila,katanya
Diharapkan situasi 5 tahun ke depan lebih aman ? , Harapan kita seperti itu dan tidak sekedar aman, tetapi juga ada keadilan, pemerataan, peningkatan kesejahteraan, pokoknya sesuai Pancasila itu lah,katanya.
Karena sewaktu ada statmen Jokowi dan Prabowo , katanya akan bersinergi memperjuangkan peningkatan ekonomi 2 digit. Dengan kondisi ini , diharapkan bisa bersinergi untuk menumbuhkan persaingan di bidang ekonomi dan penciptaan pemerataan dan lapangan kerja.
Apakah pendukung Prabowo kecewa ? Dijawab Abdul Hakim, kalau ada yang protes dan keberatan lain sebagainya, di alam demokrasi ini, wajar-wajar saja lah itu . Sama juga dengan pendukung Jokowi , banyak juga yang protes, masa diangkat orang yang dulu musuh, dan sebagainya. Makanya, filosopinya , ayo kita gunakan kaca mata Pancasila , Pilpres sudah selesai , pemilihan menteri sudah selesai karena itu hak prerogatif Presiden , kita sebagai rakyat ayo kasi kepercayaan dan beri kesempatan. Yang kita bangun demokrasi Pancasila. Bukan demokrasi barat atau timur, karena kita sesungguhnya bersaudara,kata Siagian.
Jangan lagi buang-buang energi , dan membuat hal yang tidak penting, memperuncing hal-hal yang tidak perlu, yang membuat ribut di internal kita, bahkan perang saudara. Dengan bersatunya tokoh-tokoh bangsa ini , mudah-mudahan mereka bisa fokus memperjuangan kesejahtraan dan menegakkan hukum.
Kira-kira bisa tidak Prabowo ini dipimpin Jokowi ? yakin kita bisa, karena kata kuncinya ada di Jokowi. Dan Prabowo kan tidak punya catatan sebagai penghianat. Bukan soal pangkat jenderal, ini kan masalah manajemen,katanya.
Jokowi ini selain punya talenta , naluri kepemimpinan yang tinggi , tapi juga campur tangan Tuhan memenangkan Jokowi dalam Pilpres lalu.Prabowo harus patuh pada Jokowi , itu sudah diukur Prabowo. Kalau dia masih merasa masih setara Presiden , dia lebih baik jadi negarawan dan tidak ikut Menteri . Tapi melihat kepentingan-kepentingan dan dia bisa berpartisifasi di situ, maka dia ikut, Ini kita demokrasi silih berganti dan rutin .
Ayo kita hargai dan beri kesempatan. Ini kesempatan kita untuk semangat bersatu kembali , bersinergi, mengakrabkan persaudaraan dalam rangka bersaing antar bangsa, kata Abdul Hakim.
Bisa dibilang ini sepiring berdua ? ,kata Abdul Hakim, kurang pas juga , karena statusnya beda , yang satu majikan dan yang satu pembantu, tapi memang kerja bersama. Seperti dalam tradisi adat Karo, satu kalimbubu (hula-hula) dan tak mungkin makan satu piring dengan anak beru (parhobas/pekerja) .
Secara umum wajah-wajah menteri kabinet ini ? kata Siagian pula, itu hak prerogatip Presiden. Pasti ada plus-minusnya.(C04)
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota
Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro&039 wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
kota
Tak Anti Kritik! Bupati Saipullah dan Wabup Atika Undang Mahasiswa Bahas IPR, Harga Gabah hingga Masa Depan Madina
kota
Kabar Baik! Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Kantongi Dukungan Gubsu Bobby Nasution, Huntap dan Infrastruktur Masuk Prioritas
kota
Dorong Prestasi dan Kesejahteraan Anak, Sekda Padangsidimpuan Salurkan Bantuan dari Kemensos
kota