LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo
LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo
kota
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
- LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo
- Dorong Minat Mahasiswa Jadi Entrepreneur, UNPRI Gelar Talkshow Kewirausahaan Dan Teken MoU dengan 3 Perusahaan
- PLN Perkuat Kapasitas Masyarakat Sekitar PLTA Asahan 3 Melalui Pelatihan Agro-Elektro Organik Terpadu
Dosen Fakultas Hukum Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (Unita) M Jusli Penus Sagala SH MS menyatakan, kurang setuju dengan harapan Jaksa Agung HM Prasetyo agar lembaga Kejaksaan diberi kewenangan sama dengan KPK.
“Kalau diberi kewenangan yang sama, bisa saling berbenturan di lapangan dan bisa menimbulkan masalah,” kata MJP Sagala menjawab wartawan di Medan, Senin (14/10) terkait dengan berita adanya harapan Jaksa Agung agar Kejaksaan diberi kewenangan sama dengan KPK.
Dikatakan MJP Sagala, nanti kalau sempat sama, tupoksi nya bagaimana. Jaksa dan KPK itu berbeda. KPK itu punya UU khusus dan tersendiri. KPK itu menangani masalah kerugian keuangan negara.
Sementara Jaksa menangani masalah-masalah umum dan juga sebagai Tim pengawal dan pengaman pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D). Maka sebaiknya biarlah seperti biasa saja. Dengan adanya permintaan itu sepertinya, jaksa mau pamer power/kekuatan, sehingga sama dengan KPK, yang bisa masuk kemana saja.
“KPK itu ada undang-undang khusus. Jadi biarlah jaksa tetap berada pada posisinya seperti sekarang ini. Namun mungkin ada yang perlu penguatan UU nya saja begitu. Jadi kita tidak setuju dengan permintaan Jaksa Agung itu agar Kejaksaan sama kewenangannya dengan KPK,” katanya.
Tupoksi Kejaksaan dan KPK itu berbeda. Bisa repot nanti kalau haknya sama dan bisa saling berbenturan. Seperti halnya hak menyadap. “Kalau jaksa dan KPK bertemu menyadap, tentu bisa saling mencurigai. Hak menyadap itu kini khusus diberikan kepada KPK,” kata MJP Sagala.
Berikanlah hak khusus kepada KPK supaya ada pembatasan pekerjaan KPK dan Kejaksaan. KPK menangani apabila ada kerugian keuangan negara. Kalau Kejaksaan menangani hal yang umum, kalau pencuri ayam kan tidak ditangani KPK. “KPK Lembaga tersendiri dan sekarang orang lebih takut pada KPK. Kalau hak nya dibuat sama, bisa saling berbenturan di lapangan nanti,” kata Sagala. (C04)
LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo
kota
sumut24.co MEDAN, Dalam upaya mendorong minat mahasiswa menjadi entrepreneur, Career Entrepreneurship Development Centre (CEDC) Universitas
kota
sumut24.co TOBA, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) melalui Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utar
News
sumut24.co Labuhanbatu , Mengedarkan narkoba, Tri Putra alias Putra (30) warga Dusun Suka Mulia, Desa Pondok Batu, Kecamatan Bilah Hulu, Ka
News
sumut24.co ASAHAN, Suasana semarak dan penuh semangat menyelimuti Stadion Mutiara Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Jumat (26/6/2026). Sekita
News
sumut24.co Medan Wajib pajak yang berdomisili Kota Medan mengeluhkan sistem Coretax tampilan terbaru yang dan dikembangkan oleh Direktorat
Ekbis
Kuasa Hukum Medan Surati Kapolri, Ombudsman hingga Presiden Soal Dugaan Penggelapan Mobil
kota
Rotasi Besar di Polda Sumut, Dirkrimum Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh Pecah Bintang.
kota
PT Jasamarga Kualanamu Tol Pertahankan Kinerja Positif dan Perkuat Komitmen Keberlanjutan Sepanjang Tahun 2025
kota
Bentrok Mencekam di Areal PT Bridgestone Berujung Pembakaran Kendaraan.
kota