Wali Kota Letnan Dalimunthe Sampaikan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp121 Miliar
Wali Kota Letnan Dalimunthe Sampaikan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp121 Miliar
News
KISARAN | SUMUT24
Baca Juga:
Sampai dengan bulan Desember tahun 2015 atau dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Asahan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Untuk tahun 2015 ini tercatat 24 orang ibu meninggal akibat proses persalinan, sedangkan jika dibandingkan pada tahun 2014 lalu hanya berjumlah 16 orang.
Kasi KIA (Kesehatan Ibu Anak )Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Elida Hanum, Kamis (7/1) saat dikonfirmasi mengatakan, angka kematian bayi baru lahir di tahun 2015 berjumlah 91 bayi mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2014 lalu yang berjumlah 118 bayi.
“Dari data yang ada kami himpun di setiap puskesmas maupun rumah sakit, dibandingkan tahun lalu angka kematian bayi baru lahir menurun, namun angka kematian ibu baru melahirkan mengalami peningkatan,”jelasnya.
Salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya angka kematian ibu baru melahirkan di Asahan tersebut, menurutnya masih banyaknya kepercayaan masyarkat khususnya di perdesaan terhadap persalinan yang dilakukan tidak di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit.
“Penyebab utamanya banyaknya masyarakat yang masih percaya menolong persalinan pada bidan kampung di rumah, atau tidak di layanan fasilitas kesehatan,”kata Elida.
Hal tersebut tentu saja banyak kemungkinan yang akan terjadi mengingat keterbatasan alat medis yang ada jika menolong persalinan dilakukan di rumah. Padahal dikatakannya pihak Dinas Kesehatan sendiri melalui Puskesmas kecamatan telah gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap ibu hamil kepada masyarakat.
Terpisah, menurut Nazli sebagai Ketua Forum Kesehatan Ibu Bayi Baru Lahir (KIBBLA) Asahan yang selama ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya dalam mensosialisasikan kesehatan ibu hamil dalam rangka menekan angka kematian ibu melahirkan menjelaskan, memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya kepada ibu hamil agar menolong persalinan di fasilitas kesehatan (faskes) tidak cukup hanya dilakukan sebatas sosialisasi saja.
Menurutnya, pemerintah Kabupaten Asahan harus berperan aktif dalam membuat regulasi yang mengatur dan mengharuskan para bidan desa tidak boleh lagi menolong persalinan diluar (faskes). Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Mentri Kesehatan nomor 97 Tahun 2014, tentang pelayanan masa kehamilan dan persalinan pada pasal 14 point 1 yang mana sudah jelas dituliskan setiap ibu yang akan melakukan persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan.
“Jika dibandingkan dengan kabupaten lain, Asahan sudah ketinggalan. Sementara di Kabupaten kota lain, sudah banyak dibuat regulasinya dalam bentuk peraturan daerah (Perda). Ini mengingat angka kematian ibu di Asahan setiap tahun terus mengalami peningkatan,” ujarnya. (teci)
Wali Kota Letnan Dalimunthe Sampaikan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp121 Miliar
News
Ditsamapta Polda Sumut tingkatkan patroli malam antisipasi Gangguan Kamtibmas
News
Temuan Ombudsman, Aktivis 98 Desak Presiden Prabowo Serius Tertibkan Kementerian Imipas
News
sumut24.co MedanPrestasi membanggakan kembali ditorehkan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Medan. Tiga pejabat Pemko Medan berha
kota
sumut24.co MedanGotong royong membersihkan kawasan Islamic Center, Medan Labuhan, tidak ingin berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemko
kota
Jeans Senyaman Sweatpants? Kenali Inovasi EZY Jeans dari UNIQLO untuk Aktivitas Seharihari Jakartasumut24.coSelama puluhan tahun, jeans te
Umum
Hasyim SE Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra
News
Bukan Sekadar Janji, Kadis SDABMBK Khairul Azmi Bergerak Benahi Drainase Medan, FPPSU Siap Kolaborasi
Kota
sumut24.co JakartaSamsung Electronics Indonesia secara resmi memperkenalkan Samsung Galaxy A08 ke pasar tanah air sebagai pilihan smartpho
Ekbis
Penikaman Berujung Maut di Tanjung Morawa, Polisi Amankan Terduga Pelaku
News