Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang: “Nanti Saya Check Dulu ke PPK”
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
MEDAN I Sumut24.co Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengharapkan industri kepala sawit tidak lagi bergantung dengan pasar dunia dan dapat menentukan harga sendiri. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit, khususnya di daerah ini.
Baca Juga:
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sabrina pada acara dengar pendapat roadmap Kepala Sawit Nasional untuk wilayah Sumatera I di Santika Dyandra Convention Centre, Medan, Kamis (13/6). “Kita harus bisa menentukan harga kita sendiri,†ujarnya.
Dikatakan Sekda, saat ini harga minyak sawit dunia terus mengalami penurunan. Hal itu berdampak pada penurunan kesejahteraan produsen tandan buah segar (TBS) sawit, khususnya pekebun sawit.
Untuk menghadapi pasar dunia yang kurang menguntungkan bagi industri sawit nasional, lanjut Sekda, maka diperlukan “semangat dan arah baru†dalam pembangunan industri sawit menuju 2045. Sehingga sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, industri sawit Indonesia tidak lagi bergantung terhadap pasar global.
“Tetapi perlu arah baru yang bahkan bisa menjadi acuan dan diikuti oleh pasar dunia. Karena itu, diperlukan roadmap industri sawit nasional menuju tahun 2045,†ujar Sekda.
Selain itu, kata Sekda, industri sawit juga harus menyeimbangkan manfaat ekonomi dan ekologi. Hutan harus tetap dilestarikan. “Karena tanpa hutan tak ada air, akhirnya kehidupan ini tidak ada. Kita harus pertimbangkan keseimbangan memanfaatkan ekonomi dan ekologis secara bersamaan,†ujarnya.
Disampaikan juga, secara umum terdapat permasalahan dalam pengembangan industri kelapa sawit saat ini. Di antaranya, masih rendahnya produksi dan kualitas TBS petani pekebun dan masih terbatasnya pengembangan industri hilir sawit untuk memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi, substitusi dan promosi ekspor.
“Serta belum optimalnya pengembangan ekosistem dan tata kelola industri sawit nasional yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing,†papar Sabrina.
Karena itu, kata Sabrina, pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan strategi-strategi yang dapat diterapkan, yang pada akhirnya dapat menjadikan industri sawit berkelanjutan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional bagi kesejahteraan rakyat. Beberapa strategi yang dapat dikembangkan antara lain, percepatan pelaksanaan peremajaan serta perbaikan budidaya dan pascapanen yang baik secara berkelanjutan berbasis inovasi. (W03)
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
kota
Medan sumut24.co Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menghadiri jamuan makan malam dengan s
kota
Medan sumut24.co Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, membongkar praktek jual beli narkoba, yang selalu memanfaatkan kafe sebagai titik t
Hukum
Dosen Universitas HKBP Nommemsen Pematangsiantar Melaksanakan PKM di Desa Bangun
kota
Pemko Pematangsiantar dan Kemenkum Sumut menandatangani Kerja Sama Pelayanan dan Pembangunan Hukum di Daerah
kota
Melampaui Sekat NegaraBangsa Dekonstruksi Hukum Kewarganegaraan Menuju Kosmopolitanisme Universal
kota
PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
kota
Di India Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggungjawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
News