Agung S Pratama Korban Penggelapan Mobil Miliknya Minta Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku
Medan sumut24.co Mujur tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Kondisi ini yg dialami, Agung Septia Pratama warga Jln Alumunium I
Hukum
KARO I SUMUT24.co Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengaku bangga karena di tanah Sumatera Utara pernah punya ulama seperti Tuan Guru Syekh Sulaiman Tarigan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Haul ke 3 Tuan Guru Syekh Sulaiman di Pondok Pesantren Sirajul Huda, Jalan Masjid Nomor 44 Kuala Baru, Tigabinanga, Kabupaten Karo, Kamis (7/3).
Baca Juga:
“Tuan Guru Tarigan dapat menyebarkan agama Islam dan menjaga kerukunan masyarakat Karo yang majemuk, kita harus sosialisasikan bahwa Sumatera Utara punya ulama hebat seperti Syekh Sulaiman,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi.
Gubernur pun mengaku sengaja datang, karena mengetahui di desa ini tempat penyebaran Islam pertama kali di Tanah Karo. “Jauh-jauh hari saya sudah rencanakan ke mari, dan ingin berziarah ke makam penyiar Islam di Tanah Karo,” ucapnya.
Untuk diketahui, Tuan Guru Syekh Sulaiman merupakan seorang tokoh yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Tanah Karo, yang juga pernah menjadi Menteri Agama Republik Indonesia yang pertama dari Tanah Karo, pada masa Presiden Soekarno.
“Kami berharap Tuan Guru menjadi tokoh nasional, yang sebenarnya harus diangkat Kementerian Agama pertama dari Tanah Karo,” ucap Ustadz Abdul Aziz Tarigan selaku Ketua Panitia Haul Tuan Guru Syekh Sulaiman yang juga pengurus yayasan.
Lalu, ia juga merasa senang karena Gubernur Edy Rahmayadi menepati janjinya untuk datang. “Kami semua di sini sangat senang, karena belum ada sejarahnya Gubernur yang mau datang ke Tigabinanga, ini berkah dari Tuan Guru di mana Gubernur terpanggil dan tertarik hatinya untuk datang, apalagi ketika kami melakukan audiensi ke Kantor Gubernur, tiga kali beliau memastikan diri untuk datang, dan janji itu ia tepati hari ini,” ujarnya.
Abdul Aziz juga menyampaikan permintaan kepada Gubernur, untuk menabalkan nama Tuan Guru sebagai nama jalan. “Kalau bisa Pak, dari Jalan Kabanjahe hingga ke Kuta Cane kita buatlah nama jalannya Syekh Sulaiman,”ucapnya.
Ke depan, katanya, tidak hanya melahirkan santri jempolan, kawasan Tigabinanga akan disulap menjadi daerah wisata religi, dengan ikonnya makam Tuan Guru Syekh Sulaiman. ” Kita juga tengah menyiapkan wisata religi, yang nantinya bisa menjadi mata pencarian tambahan untuk warga selain bertani,” ungkap Abdul Aziz.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyempatkan diri untuk mengelilingi pondok pesantren dan melihat apa yang bisa dibantu untuk meningkatkan kenyamanan santri. Usai menunaikan Shalat Dzuhur, Gubernur bergegas meninggalkan pondok pesantren menuju makam Syekh Sulaiman untuk berziarah.
Sebelum bertolak kembali ke Kota Medan, seperti biasa Gubernur Edy Rahmayadi menyapa warga sekitar dengan sambutan hangat. Lalu terhenti sejenak ketika melihat masjid dan memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Al Awwalin.(W03)
Medan sumut24.co Mujur tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Kondisi ini yg dialami, Agung Septia Pratama warga Jln Alumunium I
Hukum
Hingga H1 Hari Kemerdekaan RI ke81, Jasa Marga Catat Lebih Dari 400 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
Sebanyak 1.360 Peserta, Semarakkan Road to Police Women Run 2026
kota
Hasto Kristiyanto Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir Harus Menjadi Rumah Rakyat
kota
BARAPAKSI Soroti Kelayakan SPPG di Medan Diduga 80 Persen Tak Penuhi Syarat Pengelolaan Limbah
kota
Ketua I dan II TPI Medan H. Ikrom Helmi Nasution Silaturahmi Kemerdekaan Perkuat Kebersamaan Guru dan Majukan Pendidikan
kota
HUT RI ke81, Ketua Umum PP TPI Prof. Ismet Danial Nasution Dorong Sekolah dan Madrasah Entrepreneur Berbasis Religius
kota
Medan sumut24.co Warga Komplek Perum Jalan Paku Lingkungan VII, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan memeriahkan HUT RI ke
kota
Kornas KAMAK Azmi Hadly Desak APH Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Karo
kota
MTQ Yayasan Haji Anif ke 7 resmi dibuka oleh Musa Rajekshah
News