Sabtu, 03 Oktober 2026

Bupati Soekirman: Lestarikan Budaya Ngunduh Mbok Sri atau Wiwit Pantun Sebagai Kearifan Lokal

Administrator - Rabu, 06 Februari 2019 16:30 WIB

Serdang Bedagai I Sumut24 Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman, rabu (6/2) siang menghadiri acara Ngunduh Mbok Sri atau Wiwit Pantun yang diselenggarakan oleh Paguyuban Bedah Budaya Kabupaten Sergai di Dusun 1 Desa Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin.

Baca Juga:

Selain Bupati, acara tersebut juga turut dihadiri oleh Kajari Sergai Jabal Nur SH MH, Camat Tanjung Beringin Muhammad Fahmi S.Stp, Kapolsek Tanjung Beringin Iptu Khairul Shaleh, Tokoh Pemuda Sergai Dimas Triadji serta ratusan masyarakat jawa.

Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam arahannya menyampaikan apresiasinya kepada panitia atas terselenggaranya acara Ngunduh Mbok Sri atau Wiwit Pantun yang diselanggarakan oleh Paguyuban Bedah budaya. Bupati berharap, Budaya Ngunduh Mbok Sri atau Wiwit Pantun ini dapat dilestarikan sebagai kearifan lokal di Kabupaten Sergai.

“Pertama kali saya ucapkan terimakasih kepada panitia atas terselenggaranya acara Ngunduh Mbok Sri atau Wiwit Pantun ini. Kedepanya, diharapkan Budaya Ngunduh Mbok Sri atau Wiwit Pantun ini bisa dilestarikan,”ujar Bupati Soekirman.

Dikatakan Bupati, Budaya Ngunduh Mbok Sri atau Wiwit Pantun ini adalah merupakan tradisi adat istiadat orang jawa untuk mengucapkan rasa syukur atas panen yang dihasilkan, sembari berharap untuk panen kedepannya dapat menghasilkan panen yang lebih banyak.

“Hari ini Dewi Sri dijemput namun bukan hanya dijemput saja, tapi disini juga menggunakan upacara yang di sertai dengan doa, kemudian dimuliakan dengan di jemput oleh seorang ibu kemudian dimasukkan kedalam rinjing untuk dibawa pulang,”ungkap Bupati

Lebih lanjut disampaikan Bupati, bahwa kesemua itu adalah sebagai simbol agar panen yang akan datang menghasilkan Padi yang lebih banyak dari pada hari ini serta tanamannya tetap subur (loh jinawi). Tradisi ini merupakan rasa syukur orang jawa, walaupun jauh di perantauan, namun masih memegang teguh adat dan budaya.

“Kami juga berharap kepada semua suku suku di Indonesia terkhusus di Sergai memiliki kearifan lokal, bagaimana menghargai alam, bagaimana bersyukur kepada tuhan. Semoga semua suku disamping suku jawa tetap melestarikan dan merefitalisasi budaya-nya dengan restorasi,”harap Bupati Soekirman

Dikesempatan itu, Bupati Soekirman juga menyempatkan diri memberi nama sebuah jalan tepat di depan acara tersebut dengan nama Dewi Sri, yang dinyakininya dapat mempermudah masyarakat yang hendak berkunjung ke tempat tersebut.(Bdi)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
KSMI Perbarui Kepengurusan, Bidik Panggung Sepak Bola Asia
Bupati Asahan Resmi Tutup Festival Seni Qasidah (FSQ) Tahun 2026 : Kisaran Barat Juara I, Camat Diminta Perkuat Partisipasi Tahun Depan
Bupati Bersama Kadis Kesehatan Dan UPTD RSUD Pakpak Bharat, Silaturahmi Ke Wamenkes RI Di Jakartap
Presiden Prabowo Subianto Lantik Bamsoet Sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia
Saka Wanabakti Sumut Susun Enam Prioritas Pembinaan 2026–2027
Asri Ludin Tambunan Jajaki KPBU untuk Penerangan Jalan di Deli Serdang
komentar
beritaTerbaru