Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo
Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo
kota
ASAHAN I SUMUT24.co
Baca Juga:
Masih banyak Masyarakat Asahan mempertanyakan pengunaan kompor listrik dan kurangnya perhatian Pemerintah terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), hal tersebut terbukti dalam Reses tahap 1 (satu) Handi Afran Sitorus Anggota DPRD Asahan dari PDI Perjuangan Kabupaten Asahan saat menggelar di rumah Bapak Atang Suryadi, Jalan Sekrap, Lingkungan VII, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Rabu (29/11/2023).
Handi Afran Sitorus saat sesen tanya jawab dengan Masyarakat daerah pilihannya yaitu dapil 1, (Kecamatan Kisaran Barat dan Kecamatan Kisaran Timur) mengatakan, kebijakan Pemerintah terkait pergantian penggunaan gas elpiji 3 kilogram dengan kompor induksi atau kompor listrik masih belum disosialisasikan atau uji coba, tetapi Pemerintah sudah akan memberikan paket kompor listrik gratis kepada Masyarakat yang terdata, artinya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan serta memiliki listrik.
“Namun sampai saat ini sosialisasi atau uji coba terhadap penggunaan atau mamfaat kompor listrik ini belum juga di sosialisasikan, untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan kompor listrik ini dibandingkan elpiji. Lebih bisa menekan impor gas, atau tidak”, ujar Handi Afran Sitorus kepada Awak media ini.
Handi Afran Sitorus yang juga Ketua Fraksi PDI-P Kabupaten Asahan menambahkan, bahwa ketika penggunaan kompor listrik berhasil menekan impor, maka akan berdampak lebih baik untuk rakyat. Konversi ke kompor listrik ini tak akan menambah beban rakyat. Sebab kompor listrik ini disubsidi oleh pemerintah, dan nanti akan dibagikan juga alat Miniatur Circuit Breaker (MCB) secara gratis kepada masyarakat penerima kompor listrik. Di mana penerima merupakan pelanggan listrik 450 sampai 900 volt ampere (VA).
“Pemerintah Kabupaten Asahan seharusnya melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum program tersebut diberlakukan untuk masyarakat, sekaligus pendataan. Jangan barang dikasih hanya untuk disimpang tidak bermanfaat, karena masyarakat sendiri pun tidak tahu atau tidak mampu untuk menggunakannya, sebab mengunakan arus listrik, sehingga ekonomi masyarakat yang dibawah rata rata tidak mampu untuk membayar pemakaian arus listriknya. Kan ini menjadi masalah, bukan meringankan masalah”, ujar Handi Afran sitorus.
Kemudian, Masyarakat yang hadir dalam reses tersebut mempertanyakan kurangnya perhatian pemerintah terhadap ODGJ di Kabupaten Asahan.
“Kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan secara umum dan merupakan salah satu unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup setiap manusia, namun demikian upaya pemerintah dalam penanganan kesehatan jiwa hingga saat ini belum optimal”, kata Handi Afran Sitorus.
Lanjutnya, bahwa yang terjadi di dalam masyarakat adalah semakin bertambahnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dapat menjadi pemicu terjadinya penyandang disabilitas di masyarakat.
“Minimnya perhatian pemerintah terhadap permasalahan kesehatan jiwa berdampak pada pendanaan yang minim dan kurangnya tindakan nyata untuk memperhatikan kesehatan jiwa, serta ditambah belum adanya payung hukum khusus untuk kesehatan jiwa membuat pelayanan kesehatan jiwa terabaikan”, pungkasnya.
Masih katanya, pengaturan yang ada masih sangat berorientasi pada kesehatan fisik, sedangkan porsi pada kesehatan psikis dan kesehatan jiwa masih kurang, terlihat kurangnya perhatian pemerintah terhadap kesehatan jiwa berdampak pada kurangnya kebijakan pemerintah yang terkait kesehaan jiwa.
“Harapan kita akan disampaikan kepada pemimpin pemerintahan di Asahan ini untuk lebih memperhatikan ODGJ, supaya Kabupaten Asahan ini Sehat”, ungkap Handi Afran Sitorus dihadapan masyarakat yang hadir dalam resesnya. (tec)
Komisi IV DPRD Medan Ingin Batalkan Eksekusi PSU Contempo
kota
Polda SumutKejati Sumut Teken MoU, Wujudkan Penegakan Hukum Profesional Tanpa Praktik Transaksional
kota
sumut24.co ASAHAN, Puluhan massa Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan kembali turun ke jalan, Selasa (28/7/2026).
News
sumut24.co MEDAN, Ketidakpastian ekonomi, meningkatnya biaya kesehatan, perubahan pola kerja, serta bertambahnya tanggung jawab keluarga te
kota
BNNP SUMUT Gagalkan Peredaran Sabu di Kawasan Helvetia Medan 8 Kg Sabu Disita.
kota
Bunda Yin Gerindra Sumut Siap Dukung Tani Merdeka Indonesia Kawal Ketahanan Pangan Prabowo
kota
Kepala KUA Sunggal Serahkan SK Kepengurusan BKM Masjid AlIkhlas Medan KrioMedansumut24.co Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungg
News
Teguh Santosa Perjelas Pernyataan Prabowo Soal &lsquoLondo Ireng&rsquo
kota
MEDAN Sumut24.co Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan persoalan mendas
News
MEDAN Sumut24.co Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Utara periode 20262031 resmi dilantik di Gedung B
Politik