Pemasok Narkoba di Helen’s Night Mart Diamankan Polrestabes Medan.
Pemasok Narkoba di Helen&rsquos Night Mart Diamankan Polrestabes Medan.
kota
Baca Juga:
Medan | Sumut24.co Mengapa harus mengadu pada Guru Patimpus? Siapa sebenarnya Guru Patimpus itu? Pertanyaan ini mencuat dan mendapat jawaban dari dialog refleksi 83 tahun dua seniman sepuh Sumatera Utara, Sulaiman Sambas dan Arry Darma yang diadakan di Menrabic Cafe Indonesia, jalan Bahagia by Pass Medan.
Dialog refleksi yang diadakan oleh Forum Sastrawan Deliserdang (Fosad) pada Sabtu, 15 Juli 2023 ini menghadirkan pembicara Prof. Dr. Umar Zein (Sastrawan, akademisi), Ir. Jaya Arjuna (Budayawan, pengamat lingkungan), Rianto, SH (Aktivis, Caleg DPR RI Dapil 1 Sumut dari Partai Hanura) dan dr. Roy Kaban (Aktivis Pemuda Karo).
Menurut Prof. Umar Zein, sosok Arry Darma dan Sulaiman Sambas adalah dua seniman yang tidak hanya patut diapresiasi tapi juga diteladani. “Dalam usia 83 tahun keduanya masih tetap produktif. Ini luar biasa dan patut dicontoh oleh yang muda-muda,” ujarnya.
Umar Zein menambahkan, sebagai seniman kedua seniman ini telah menghasilkan karya-karya yang luar biasa. “Dua karya pak Arry Darma yang paling monumental sebagai perupa di Kota Medan adalah Patung Guru Patimpus dan Patung Djaga Depari. Sedangkan karya sastra Sulaiman Sambas bisa dibaca di berbagai media nasional,” ujarnya.
Sedangkan Ir. Jaya Arjuna menyebut masih ada banyak tanda tanya terkait sejarah lahir dan berdirinya Kota Medan.
“Sejarah lahirnya Kota Medan belum clear. Masih banyak pertanyaan soal ini. Apalagi jika dikaitkan dengan Kerajaan Deli dan Aceh,” ujarnya.
Jaya Arjuna pun menawarkan gagasan untuk mengkaji ulang sejarah Guru Patimpus dan lahirnta Kota Medan.
“Tapi sejarah memang selalu berpihak pada siapa yang membuat dan menulisnya,” ujar Jaya Arjuna.
Sementara itu Rianto, SH mengaku Kota Medan sebagai kota ketiga terbesar di Indonesia kondisinya masih belum seperti yang diharapkan. “Harus diakui perhatian pemerintah Kota Medan terhadap para seniman masih sangat kurang,” ujarnya.
Bahkan sampai sekarang, tambahnya, Kota Medan sampai hari ini belum memiliki gedung sejarah seni atau museum seni yang bisa menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda,” katanya.
Padahal, tambah dr. Roy Kaban, sosok Guru Patimpus sejatinya bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan kalangan generasi muda tentang persatuan, toleransi dan kebersamaan,” ujar dr. Roy.
Di penghujung acara, sekretaris Fosad, sastrawan S. Satya Dharma menyebut perhatian pemerintah terhadap pelaku sejarah di masa lalu dan di masa kini harus terus didorong agar mereka yang sedang memegang kekuasaan tidak melupakan sejarah yang pernah terjadi di masa lalu. Sebab tidak mungkin kita, para seniman terus menetus mengadu pada Guru Patimpus karena pemerintah yang berkuasa tidak peduli.
“Hanya dengan dorongan yang terus menerus kita berharap pemerintah peduli,” ujar S. Satya Dharma. Red
Pemasok Narkoba di Helen&rsquos Night Mart Diamankan Polrestabes Medan.
kota
Gelar Pra Rekontruksi di Helen&rsquos Night Mart Polisi Temukan Fakta Baru Dibalik Peredaran Vape Narkoba
kota
Satresnarkoba Polrestabes Medan Bongkar Modus Baru Peredaran Ganja Manfaatkan Pohon Bambu Jadi Gudang Penyimpanan
kota
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
kota
Rakercab JMSI Tabagsel 2026 Tetapkan Program Kerja, Perkuat Organisasi, Advokasi, dan Transformasi Digital Media
kota
250 Anak Meriahkan Lomba Mewarnai Hari Anak Nasional, Dandim 0212/Tapsel Mereka adalah Masa Depan Bangsa
kota
sumut24.co Labuhanbatu, Kisruh di internal Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara tentang
News
Resmi Kantongi SK DPP, Martinu Jaya Halawa Pimpin Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara
kota
Teguh Santosa Lantik Pengurus JMSI DKI Jakarta, Tekankan Organisasi Solid dan Pers sebagai Pencerah Bangsa
kota
Wali kota Solok Ramadhani Kirana PutraResmian Grand Opening Solok Arena Mini Soccer.
kota