Shohibul Siregar: KI Provinsi Harus Berdiri di Pihak Transparansi Publik
Shohibul Siregar KI Provinsi Harus Berdiri di Pihak Transparansi Publik
kota
Baca Juga:
MEDAN | SUMUT24
Rumah BUMN Sibolga gencar lakukan pendampingan kepada para mitra binaan dalam meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Kolaborasi Rumah BUMN Sibolga bersama pegiat lingkungan dan pengrajin dari Bank Sampah Yamantab (BSY) mengolah bahan baku sampah sachet menjadi beragam produk kerajinan tangan.
Ide mengolah sampah menjadi sebuah produk kerajinan tangan bernilai tinggi ini berawal dari banyaknya sampah sachet yang mereka terima dari masyarakat. Selanjutnya, komunitas Bank Sampah Yamantab (BSY) berhasil menciptakan berbagai produk kerajinan tangan berbahan baku sampah sachet seperti keranjang belanja, tempat tisu, wadah botol air minum dan tas tangan.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Awaluddin Hafid menyambut baik upaya yang dilakukan oleh komunitas BSY ini sebagai salah satu cara mengubah limbah sampah menjadi sebuah barang yang dapat di manfaatkan masyarakat.
“Sampah plastik masih menjadi permasalahan utama saat ini. Dimana sampah plastik membutuhkan waktu yang cukup lama agar dapat terurai menjadi tanah. Untuk itu, kami mengapresiasi komunitas BSY ini telah menginisiasi ide tersebut untuk diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis,†ungkap Awaluddin, Sabtu (8/7/2023).
Ia juga menambahkan rumah BUMN Sibolga secara rutin melakukan pendampingan dan memfasilitasi para mitra binaan agar produk yang mereka hasilkan dapat diminati dan memiliki nilai ekonomis yang dapat menjangkau semua kalangan untuk membeli produk mereka.
Salah satu komunitas Bank Sampah Yamantab (BSY), Dian Iradhani Pribadi menuturkan pihaknya sangat terbantu dengan adanya rumah BUMN Sibolga. Rumah BUMN Sibolga membantu komunitas BSY dalam mendesain logo, packaging hingga menyediakan penjualan online melalui marketplace di aplikasi PLN Mobile.
Ia juga menceritakan mereka dapat menyelesaikan 5 hingga 6 kerajinan dalam sehari. Untuk membuat satu tempat tissue mereka membutuhkan 128 sachet, sedangkan wadah botol air minum kecil membutuhkan 150 sachet dan keranjang belanja besar membutuhkan 500 sachet.
Dalam proses produksinya, komunitas BSY melibatkan berbagai kalangan masyarakat di kota Sibolga. Tercatat sebanyak 15 orang dipekerjakan komunitas ini untuk menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hasil kerajinan tangan ini juga telah merambah pasar di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebanyak 180 buah hasil kerajinan tangan tersebut telah laris terjual di masyarakat.
“Kami sangat terbantu dengan adanya rumah BUMN Sibolga. Dalam hal penjualan produk pelaku usaha UMKM tentu tidak mudah. Untuk itu, lewat rumah BUMN Sibolga kami dapat memasarkan produk tersebut secara online sehingga harapannya produk tersebut dapat dibeli oleh masyarakat tidak hanya di Kota Sibolga, melainkan bisa bersaing di pasar domestik mau pasar internasional,†kata Dian. (C04)
Shohibul Siregar KI Provinsi Harus Berdiri di Pihak Transparansi Publik
kota
Stadion Tuanku Tabiang Dipadati SKPD dan Masyarakat Kabupaten Solok
kota
Asren Nasution KAHMI Sumut Didorong Ambil Peran Strategis dalam Pembangunan SDM Unggul
kota
Seleksi Akhir Pramuka Penggalang Kwarcab 0302 Kabupaten Solok Resmi Ditutup
kota
Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
kota
Kurir Sabu Dibayar Pakai Narkoba, Polres Tapsel Bongkar Modus Baru Peredaran Sabu di Bintuju
kota
Dirlantas Polda Sumut, Kombes PolFirman Darmansyah dipercaya Mengisi Posisi Dirlantas Polda Metro Jaya.
kota
Kapolri Ganti 9 KapoldaBrigjen Gidion Arif Setyawan Digeser ke Sulsel
kota
Polda Sumut Bongkar Mafia Solar Subsidi di Tebing Tinggi, Dua Truk Modifikasi Diamankan
kota
MEDAN Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengukuhkan sebanyak 1.586 wisudawan pada Wisuda Period
News