Launching Pemilihan Wali Nagari Serentak Tahun 2026 Kabupaten Solok Resmi Digelar
Launching Pemilihan Wali Nagari Serentak Tahun 2026 Kabupaten Solok Resmi Digelar
kota
Baca Juga:
MEDAN I Sumut24.co
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meresmikan Fakultas Kedokteran Institut Kesehatan Helvetia di Ballroom Rumah Sakit Mitra Medika Premiere, Jalan S Parman, Medan, Selasa (27/6). Hal ini diharapkan, akan menambah tempat belajar di Sumut, sehingga kedepan akan melahirkan lebih banyak tenaga medis yang bisa melayani masyarakat Sumut.
“Selamat atas pembukaan tempat belajar ini, sehingga banyak dokter-dokter kita yang akan berkiprah menjalankan profesinya sebagai salah satu ibadah untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat Sumut,” kata Edy Rahmayadi, dalam sambutannya.
Peresmian tersebut diawali dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Pembukaan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut Saiful Anwar.
Turur hadir Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husein, Tokoh Masyarakat yang juga mantan Gubernur Sumut Syamsul Arifin, Ketua Yayasan Institut Kesehatan Helvetia Razia Begum Suroyo, dan Rektor Panca Budi Medan Muhammad Isa Indrawan.
Pada kesempatan tersebut, Edy Rahmayadi juga menyampaikan ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian semua pihak terkait. Di antaranya, saat ini tidak begitu banyak lagi orang dari luar Sumut yang menimba ilmu di daerah ini, khususnya Fakultas Kedokteran.
“Dulu mahasiswa Malaysia sekolah kedokterannya itu di Sumut, tapi sekarang kita pula yang berebut sekolah ke sana, apakah kemampuan dokter kita diragukan mereka atau hal lain yang perlu diperbaiki,” kata Edy Rahmayadi.
Untuk itu, Edy Rahmayadi berharap, kehadiran FK Institut Kesehatan Helvetia Medan mampu menghasilkan tenaga medis yang berkompeten. Tenaga medis Sumut yang tidak kalah dengan negara lain.
“Utamakan kejujuran, latih mereka mulai pendidikan hingga selesai mendapatkan gelar dokter,” harap Edy Rahmayadi.
Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Lukman mengatakan, pencapaian untuk menerima izin pembukaan Fakultas Kedokteran tidak mudah. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, mulai dari memiliki rumah sakit, dosen dengan latar belakang ilmu kesehatan, peralatan kesehatan dan laboraturium.
“Alhamdulilah, hari ini Institut Kesehatan Helvetia telah mendapat izin, ini kerja keras dan komitmen sejak 2015 untuk melengkapi berbagai persyaratan,” katanya.
Dijelaskannya, setelah dibukanya moratorium Fakultas Kedokteran (FK) atau Program Studi (Prodi) Kedokteran yang baru, setidaknya ada 119 pengusulan dan setelah dilakukan skrining menjadi 55 untuk tahun 2023.
“Untuk di Medan ada 3 Institut Kesehatan yang telah mendapatkan izin yakni Institut Kesehatan Medistra, hari ini Institut Kesehatan Helvetia dan Institut Kesehatan Deli Husada, yang saat ini lagi berjuang melengkapi seluruh persyaratan,” jelasnya.
Rektor Institut Kesehatan Helvetia Medan Ismail Efendy mengatakan, hadirnya FK di Institut Helvetia Medan untuk membantu pemerintah dalam pemenuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter umum di Sumut. Dijelaskannya, berdasarkan standar WHO yang minimalnya 1 dokter per 1.000 penduduk, belum terpenuhi, karena dengan jumlah penduduk Sumut sebanyak 15 juta jiwa, idealnya membutuhkan 15.115 dokter.
“Saat ini Sumut hanya tersedia 5.126 dokter termasuk dokter spesialis dan Sumut masih membutuhkan 9.989 dokter, sehingga perlu melahirkan tenaga kesehatan yang cukup dan merata di Sumut sekaligus bisa memenuhi standar rekomendasi WHO,” jelasnya.
Dia berharap, Institut Kesehatan Helvetia bisa melahirkan dokter-dokter berkualitas, memiliki integritas tinggi dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Alhamduliah. hari ini kita telah menerima izin pembukaan Fakultas Kedokteran, jadi saat ini kita telah memiliki 3 fakultas yakni Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas kedokteran,†jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Edy Rahmayadi bersama Rektor Institut Kesehatan Helvetia Ismail Efendy juga menandatangani kesepakatan kerja sama antara Pemprov Sumut dengan Institut Kesehatan Helvetia terkait sinergitas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).red
Launching Pemilihan Wali Nagari Serentak Tahun 2026 Kabupaten Solok Resmi Digelar
kota
Seorang Pemuda Terduga Jaringan Paham Terorisme di Palas Ditangkap Densus 88 Anti Teror
kota
sumut24.co ASAHAN, Suatu insiden perusakan plang penanda milik Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Kabupaten Asahan kini berlanjut ke jalur
News
sumut24.co Labuhanbatu, Ketua Bawaslu Labuhanbatu berinisial W, resmi dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penelantaran rumah tangga.
News
sumut24.co ASAHAN, Suasana Lapangan Sepak Bola Universitas Asahan (UNA) hari Minggu (10/5) sekira pukul 10.05 Wib menjadi begitu meriah. Ge
News
sumut24.co ASAHAN, Menyongsong masa depan yang lebih dinamis dan berprestasi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI
News
sumut24.co ASAHAN, Praktik curang dalam pengadaan peta desa terbukti merugikan keuangan negara secara masif di Kabupaten Asahan. Seorang ok
News
77 Peserta Rehab Ikuti Upacara Khidmat, Ketua JMSI Sumut Jauhi Bahaya Narkoba
News
sumut24.co ASAHAN, Unit Reskrim Polsek Simpang Empat di bawah naungan Polres Asahan kembali menunjukkan kinerja tangguh dalam memberantas p
News
sumut24.co BinjaiYayasan Perguruan Ahmad Yani Binjai mengukir sejarah karena menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana kompetisi sains pe
Umum