Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
Medan I Sumut24. CO
Baca Juga:
Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) serta pengurus UMKM Naik Kelas dibawah pimpinan Suyanti, berkonsultasi ke Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di Sergai, serta sulitnya pelaku UMKM dalam mengakses permodalan dari perbankan.
Dalam konsultasi ini, pengurus Kadin Sergai dan UMKM Naik Kelas, diterima langsung oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, didampingi Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan Moriana Gultom, di Kantor Ombudsman Sumut, Jalan Sei Besitang Medan, Kamis (11/5/2023).
Suyanti selaku Ketua Kadin Sergai dan Ketua UMKM Naik Kelas menyampaikan, mereka membina sejumlah kelompok tani dan pelaku UMKM di Sergai untuk peningkatan usaha serta untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Sergai.
“Akibat langkanya pupuk bersubsidi di Sergai, kelompok-kelompok tani binaan kami sulit untuk dapat meningkatkan produksi gabah. Dan jikapun masih ada pupuk di pasaran, tapi non subsidi yang harganya sangat mahal dan sangat membebani petani,” ujar Suyanti.
Sedangkan terkait permodalan, sebut Suyanti, pelaku UMKM dibawah binaan Kadin Sergai juga kesulitan dalam mendapatkan akses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berbunga rendah. Padahal, Kadin Sergai sudah ada MoU dengan lembaga perbankan, utamanya Bank Sumut dalam pemberian akses permodalan ke UMKM.
“Kami kurang mendapat dukungan dari Pemda. Banyak pelaku UMKM kita kesulitan dalam pengurusan perizinan, terutama untuk mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha) yang berakibat sulit mengakses permodalan,” jelas Suyanti.
Karenanya, Suyanti mengharapkan adanya dukungan dari Ombudsman Sumut untuk mendorong pemerintah dalam mengatasi persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi, juga dukungan untuk mendorong Pemda Sergai dan perbankan agar pro terhadap pelaku UMKM dengan memberikan kemudahan dalam pemberian perizinan usaha serta adanya kemudahan dalam mendapatkan permodalan untuk program KUR.
Pengurus Kadin Sergai lainnya, Husni, kepada Ombudsman menyampaikan, bahwa di Sergai pupuk bersubsidi itu sebenarnya masih tersedia di gudang penyimpanan pupuk bersubsidi yang disewa pemerintah, namun mereka tidak tahu pupuk itu disalurkan kemana. Sebab dilapangan kenyataannya petani menjerit karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi.
“Itu digudang penyimpanan di Sergai pupuk bersubsidi masih ada. Ada sekitar 1000 ton lagi di sana. Tapi hanya satu jenis yakni Phoska. Untuk pupuk Urea, SP 36 dan ZA memang kosong, tidak ada di gudang. Saya juga tidak tahu kenapa hanya ada Phoska dan yang lain kosong. Saya mengetahui ini persis kondisi di gudang, karena gudang itu milik saya, tapi disewa oleh pemerintah untuk penyimpanan dan pendistribusian pupuk bersubsidi di Sergai,” kata Husni.
Di pertemuan ini, pengurus Kadin dan UMKM Sergai juga menyampaikan terkait adanya dugaan maladministrasi dalam rekomendasi dan penerbitan izin perpanjangan HGU PT Soeloeng Laoet. Perusahaan perkebunan ini juga diduga telah mencaplok tanah masyarakat Kampung Bantan, Desa Silau Rakyat, Seirampah, Sergai.
“Ada sekitar 1000-an petani yang tergabung dalam 10 Kelompok Tani di sana yang menjadi binaan Kadin Sergai jadi korban serta tak dapat bercocok tanam dilahan mereka, sebab tanah mereka seluas 942 hektar dirampas PT Soeloeng Laoet dan dimasukan dalam areal HGU perpanjangan mereka,” sebut Husni.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar menanggapi serius berbagai persoalan yang disampaikan pengurus Kadin dan UMKM Sergai. Bahkan, terkait kelangkaan pupuk, Abyadi menyampaikan bahwa hal itu telah menjadi konsern Ombudsman.
Ombudsman, kata Abyadi, akan segera turun untuk melihat langsung persoalan kelangkaan pupuk ini di lapangan. Sebab sebelumnya, informasi yang sama juga mereka dapatkan dari petani Simalungun.
“Kita akan segera turun ke Sergai dan juga Simalungun. Masalah kelangkaan pupuk ini memang harus segera diatasi pemerintah, sebab jika tidak tentu ketahanan pangan kita akan terganggu,” ucap Abyadi.
Abyadi juga merespon terkait kesulitan UMKM dalam pengurusan perizinan dan mengakses permodalan. “Mohon ibu bapak pengurus Kadin dan UMKM, berikan datanya kepada kami instansi mana saja yang mempersulit, agar dapat kami tindak lanjuti,” ujar Abyadi.
Sedangkan menyangkut dugaan maladministrasi dalam pemberian rekomendasi dan pemberian izin perpanjangan HGU PT Soeloeng Laoet yang juga disampaikan, Abyadi meminta agar para petani yang menjadi korban membuat pengaduan serta memberikan informasi dan data-data terkait persoalan itu, agar dapat dipelajari dan ditindak lanjuti, bila memang di sana ada ranah kewenangan Ombudsman, tandas Abyadi. (red)
Program Studi D3 Perpajakan Fakultas Sosial Sains UNPAB Resmi Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA
News
1,2 Kg Sabu Dimusnahkan Polresta Deli Serdang, Tiga Tersangka Gagal Edarkan Ribuan Dosis Narkoba".
kota
Asintel Satlap Tricakti Beri Penjelasan Terkait Penanganan 53 Ton Pasir Timah di Air Merbau
kota
HOME SWEET LOAN THE MUSICAL HADIRKAN PERJALANAN KALUNA KE ATAS PANGGUNG DENGAN LIMA LAGU BARU KARYA IDGITAFJakartasumut24.coAdaptasi musika
Umum
sumut24.co Medan Pemko Medan melalui Dinas Kominfo Kota Medan menggelar Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 T
kota
Dompet Dhuafa Waspada Gelar Ekselensia Leadership Camp untuk Penerima Beasiswa YES Angkatan VLangkatsumut24.co Dompet Dhuafa Waspada mengge
Umum
sumut24.co MedanKonsulat Jenderal (Konjen) India di Medan akan menggelar Acara Promosi Pariwisata IndiaSumatra di Grand Mercure Hotel,
Umum
Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Apartemen Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar
kota
Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan
kota
Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan
Politik