Nurfirmanwansyah Dorong Smart Village di 74 Nagari Kabupaten Solok, Siapkan Generasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045
Nurfirmanwansyah Dorong Smart Village di 74 Nagari Kabupaten Solok, Siapkan Generasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045
kota
Baca Juga:
Negerilama|SUMUT24.co
Sei Bilah salah satu kebanggaan warga yang memanjang  di Kabupaten Labuhanbatu mulai dari hulu hingga hilir bahkan hingga muara memiliki cerita unik diberbagai sudutnya.
Salah satu keunikan yang merupakan “Buah†Sei Bilah itu  adalah Ikan Gamak, selain rasanya manis, bentuknya pun lebih kecil dari ikan Teri Nasi dan berwarna keputihan serta dampaknya telah meningkatkan pendapatan nelayan.
Jenis ikan ini pun tidak seperti ikan yang lain pada umumnya,  ikan akan bertelur kala tiba musim penghujan, bisa dibedakan antara induk dan anak, dapat dibudidayakan serta akan diketahui perkembangbiakan selanjutnya, artinya ada beberapa tahapan yang harus dilalui, misalnya  induknya  jelas, bertelur, menetas dan menjadi anak kemudian berkembang hingga dianggap dewasa (layak dipanen).
Kesemuanya hal tersebut pada alinea diatas  tidak dapat ditemukan pada sosok Ikan Gamak, sebab hingga saat ini mana induk dan yang mana anak belum dapat dipastikan secara ilmiah, musimnya pun tidak dapat diprediksi, munculnya   bisa 2 (dua) hingga 3 (tiga) kali setahun.
Kesemuanya hal tersebut diatas diungkapkan  Tokoh Masyarakat Herry Ritonga (64) ketika berbincang di Warung Kopi milik Mbak Lastri Kelurahan Negerilama, Kecamatan Bilahilir Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (22/2).
Kemunculan Ikan Gamak itu pun  kala tiba musim pasang besar tanpa diikuti hujan. “Munculnya dipermukaan kala pasang besar, tanpa ada hujan ya,†ungkapnya.
Lebih anehnya lagi lanjutnya, Ikan Gamak itu tidak ditemukan dikecamatan lain yang dilintasi Sei Bilah, yang ada hanya di kecamatan Bilahilir Negerilama serta bukan hanya disatu titik saja.
Dulu kala katanya, ketika nelayan sudah selesai menangguk Ikan Gamak diatas permukaan air sungai dengan jaring  halus mirip kelambu, ikan dimaksud  kemudian dimasukkan kedalam sumpit guna meniriskan airnya, tetapi sekarang rada sulit mencari sumpit dan lebih praktisnya dibungkus didalam plastik dengan ukuran 1 (satu ) muk (kaleng susu) guna mempermudah menjualnya dipasar atau  pada tetangga.
Salah satu pedagang Ikan Gamak, Saroh (25) kepada wartawan mengaku menjual dalam kemasan plastik berisi 1(satu)Â Â muk atau setara dengan 3 (tiga)Â Â ons seharga Rp. 25.000 hingga Rp.30.000.
Mantan Lurah Negerilama, Ahmad Fadhil menimpali kepada wartawan mengatakan pihaknya pernah diundang kala  Pertemuan di Medan terkait ikan, kala itu narasumber juga mengaku bingung tentang data valid ikan Gamak itu. “Ahlinya aja bingung, apalagi awak, kesannya misteri,†ungkapnya sembari ketawa. (W28)
Nurfirmanwansyah Dorong Smart Village di 74 Nagari Kabupaten Solok, Siapkan Generasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045
kota
Ninja Hijau Raib dari Parkiran, Tiga Pria Diciduk Polsek Batang Kuis
kota
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., memimpin langsung Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) guna mema
News
sumut24.co ASAHAN, Semangat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Asahan s
News
Erick Thohir, Sudah Saatnya Mundur?
kota
PEMATANGSIANTAR SUMUT24.CO Sumatera Utara Rally FIA APRC Round 3 & IMI National Rally Championship Round 4 Tahun 2026 resmi dibuka di Lapa
Sport
sumut24.co ASAHAN, Kepiawaian dan ketelitian tim kepolisian kembali teruji. Tim Jatanras Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Asahan
Hukum
sumut24.co TANJUNGBALAI , Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina melepas keberangkatan 34 peserta dan pendamping Kwartir Cabang
News
Pembentukan DPK ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis, DPC Deli Serdang Tekankan Sinergi BPD dan Kepala Desa Kawal Program Strategis
kota
GELOMBANG DEMONSTRASI DIPICU TERHENTINYA AKTIVITAS PEMBELIAN BIJIH TIMAH MASYARAKAT
News