Senin, 06 April 2026

Ikan Gamak “Buah” Sei Bilah Labuhanbatu, Unik Dan Masih  Misteri

Administrator - Rabu, 22 Februari 2023 18:53 WIB
Ikan Gamak “Buah” Sei Bilah Labuhanbatu, Unik Dan Masih  Misteri

 

Baca Juga:

Negerilama|SUMUT24.co

Sei Bilah salah satu kebanggaan warga yang memanjang  di Kabupaten Labuhanbatu mulai dari hulu hingga hilir bahkan hingga muara memiliki cerita unik diberbagai sudutnya.

Salah satu keunikan yang merupakan “Buah” Sei Bilah itu  adalah Ikan Gamak, selain rasanya manis, bentuknya pun lebih kecil dari ikan Teri Nasi dan berwarna keputihan serta dampaknya telah meningkatkan pendapatan nelayan.

Jenis ikan ini pun tidak seperti ikan yang lain pada umumnya,  ikan akan bertelur kala tiba musim penghujan, bisa dibedakan antara induk dan anak, dapat dibudidayakan serta akan diketahui perkembangbiakan selanjutnya, artinya ada beberapa tahapan yang harus dilalui, misalnya  induknya  jelas, bertelur, menetas dan menjadi anak kemudian berkembang hingga dianggap dewasa (layak dipanen).

Kesemuanya hal tersebut pada alinea diatas  tidak dapat ditemukan pada sosok Ikan Gamak, sebab hingga saat ini mana induk dan yang mana anak belum dapat dipastikan secara ilmiah, musimnya pun tidak dapat diprediksi, munculnya   bisa 2 (dua) hingga 3 (tiga) kali setahun.

Kesemuanya hal tersebut diatas diungkapkan  Tokoh Masyarakat Herry Ritonga (64) ketika berbincang di Warung Kopi milik Mbak Lastri Kelurahan Negerilama, Kecamatan Bilahilir Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (22/2).

Kemunculan Ikan Gamak itu pun  kala tiba musim pasang besar tanpa diikuti hujan. “Munculnya dipermukaan kala pasang besar, tanpa ada hujan ya,” ungkapnya.

Lebih anehnya lagi lanjutnya, Ikan Gamak itu tidak ditemukan dikecamatan lain yang dilintasi Sei Bilah, yang ada hanya di kecamatan Bilahilir Negerilama serta bukan hanya disatu titik saja.

Dulu kala katanya, ketika nelayan sudah selesai menangguk Ikan Gamak diatas permukaan air sungai dengan jaring  halus mirip kelambu, ikan dimaksud  kemudian dimasukkan kedalam sumpit guna meniriskan airnya, tetapi sekarang rada sulit mencari sumpit dan lebih praktisnya dibungkus didalam plastik dengan ukuran 1 (satu ) muk (kaleng susu) guna mempermudah menjualnya dipasar atau  pada tetangga.

Salah satu pedagang Ikan Gamak, Saroh (25) kepada wartawan mengaku menjual dalam kemasan plastik berisi 1(satu)  muk atau setara dengan 3 (tiga)  ons seharga Rp. 25.000 hingga Rp.30.000.

Mantan Lurah Negerilama, Ahmad Fadhil menimpali kepada wartawan mengatakan pihaknya pernah diundang kala  Pertemuan di Medan terkait ikan, kala itu narasumber juga mengaku bingung tentang data valid ikan Gamak itu. “Ahlinya aja bingung, apalagi awak, kesannya misteri,” ungkapnya sembari ketawa. (W28)

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru