OJK Edukasi Mahasiswa UNAIR Soal Peluang dan Risiko Tokenisasi Aset Digital
sumut24.co SurabayaOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) 2026 di Universitas Airlangga (UNAIR),
Ekbis
Madina, Sumut24. co Presiden Ikatan Pemuda Mandailing Bung Tan Gozali Nasution, menyayangkan statmen Ketua DPRD Mandailing Natal Erwin Efendi Lubis, S.H. dalam rekaman yang tiba tiba masuk ke ponsel Tan Gozali Nasution sekira pukul 00.00 wib malam tadi, mantan ketua DPD KNPI Kab. Mandailing Natal yang juga Wakil Ketua DPD KNPI Sumut, ini mempertanyakan motif di balik himbauan pembatasan statmen publik dari Erwin, seolah olah ada kepentingan lain diluar issue kemanusiaan atas jatuhnya korban mulai dari sekarat hingga meninggal dunia yang diduga akibat H2S dari SMGP
Baca Juga:
“bukankah kejadian yang menimpa kita hari ini adalah kekacauan atas ketidak sigapan Pemda dalam melindungi nyawa masyarakatnya?”. Ujar lelaki kelahiran asli Desa Roburan Mandailing Natal itu penuh heran.
“Kalau saya melihatnya begini, apa sih motif sebenarnya di balik kata disharmonisasi antara perusahaan dengan masyarakat, yang disampaikan ketua dprd dalam rekaman tersebut, bukankah yang jadi pertanyaan publik sampai detik ini adalah masalah tindak lanjut keseriusan Pemda pasca adanya Tim Investigasi yang dipimpin langsung wakil Bupati Mandailing Natal… ?
Justru saya melihat publik sedang bingung atau bahkan sudah ada yang kecewa terhadap keplin-planan kinerja pemda madina ini sendiri, makanya multi tafsir berseliweran dan ragam argumen jadi penyemarak laman media, bukankah Kabupaten Mandailing Natal ini masih menganut faham kebebasan berpendapat?” tambah lelaki yang terkabar baru dikaruniai anak kedua ini.
“Kami yang bersuara ini juga tunduk hukum dan tau batasan dalam memberi argumen, lagian juga kami tak punya kepentingan lain lain selain prinsip kemanusiaan” tegas Tan kepada media
“Tak usah terlalu banyak bicara seolah sudah berbuat, toh kalaupun kalian pemda ini sudah berbuat tentu kami sebagai masyarakat akan merasakan apa yang sudah kalian kerjakan dan tidak akan berteriak ini itu” lanjut Tan sembari sesekali tampak menahan diri dan emosi
“Jangan terlalu gelisah dengan teriakan kami dimedia sosial, kami siap jika harus kalian libatkan dalam hal mencari pemikiran, kami bukan musuh ataupun tanding dari kalian, media sosial itu hanyalah wadah dan fasilitas masyarakat untuk bersuara, jadi tenang dan bekerjalah sesuai tupoksimu, tak usah teriak teriak seolah kami salah ketika bersuara” lanjut Tan Gozali ketika dihubungi via ponselnya dini hari tadi.
Dia menyebut pembatasan sama saja dengan zaman penjajahan. “Kalau rakyat kita ini dibatasi untuk bersuara di social media, itu apa bedanya dengan zaman penjajahan. Kalau memang kita dibatasi, sebenarnya dengan adanya social media ini, ada fasilitas untuk menyuarakan sesuatu. Dengan adanya social media, kita bisa membantu yang juga bisa didengar langsung oleh para kepentingan kekuasaan,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam rekaman yang beredar, ketua DPRD Mandailing Natal Erwin Efendi Lubis, S.H. menjelaskan bahwa dirinya secara tulisan mulai tahun 2021 sudah menegor baik secara langsung, tulisan baik phone kepada pihak SMGP agar menjalin harmonisasi dengan masyarakat sekitar, demikian juga kepada masyarakat sekitar, supaya jika terjadi masalah tidak langsung mencuat dan ditangkap oleh kelompok luar dan kemudian digoreng oleh kelompok kelompok tertentu, yang pada akhirnya tidak ada lagi objektifitas kita semua dalam mencari solusi atas ini.
“Tidak perlu banyak orang untuk nimbrung kesituasi ini, kalau ada yang hendak memberikan statmen silahkan bandingkan data dan faktanya saya yakin pemerintah juga dalam situasi terjepit dan terbebani untuk mengambil sikap atau suatu keputusan, maka dari itu mari kita sama sama objektif ” ucap ketua dprd Mandailing Natal dalam rekaman tersebut.
Pun terdengar salah seorang bertanya seputar hasil tim investigasi kejadian sebelum jatuhnya korban yang delapan orang terakhir , ketua DPRD Mandailing Natal seolah lupa dengan penjelasan diatas
” Pemerintah tidak bisa berbuat apapun diluar keputusan pusat, karena yang memiliki kompeten untuk mengeluarkan keterangan disini adalah EBTKB atau POLDA atau kesehatan Rumah Sakit, makanya saya sangat berharap pihak perusahaan seharusnya lebih objektif dalam membangun harmonisasi dengan masyarakat, kalaupun tidak kompensasi namanya kan bisa diubah jadi tali asih atau apapun itu, berapalah paling itu? ” tutupnya.r3d
sumut24.co SurabayaOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) 2026 di Universitas Airlangga (UNAIR),
Ekbis
sumut24.co Medan, Demi pencitraan kepada Bupati Deliserdang. Oknum Kepala SDN 105358 Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam berinisial W, dengan
kota
Polsek Medan Sunggal Amankan 2 Maling Viral di Gereja Pardede
News
Sarang Narkoba Desa Serbajadi Digerebek, 6 Barak Dibumihanguskan
News
Polrestabes Medan Tangkap 2 Wanita Pengguna Pod Getar
News
KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional
Kota
sumut24.co SUKOHARJO, PT PLN (Persero) mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui kemitraan layanan pembayaran t
News
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi membuka kegiatan Talk Show Edukatif Jilid II yang digelar oleh B
News
sumut24.co ASAHAN, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan kembali turun ke jalan pada Selasa (13/10/2026). Kali ini
News
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kantor W
Kota