GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
SERDANG BEDAGAI | SUMUT24
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) khususnya menata para pedagang, petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diminta untuk mengutamakan cara yang santuan dan negosiasi.
Hal itu diungkapkan Bupati Sergai Darma Wijaya saat memberikan apresiasi kepada petugas Satpol PP yang terluka saat menata pedagang pekan lelo Firdaus beberapa waktu yang lalu, Senin (25/10/2021) dikantor Satpol PP, Jalan Negara Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.
Dalam arahannya, Bupati Darma Wijaya mengapresiasi kinerja petugas Satpol PP dalam menegakkan Perda dan menata para pedagang khususnya di pekan Lelo Firdaus.
“Saya ucapkan terimakasih kepada kalian semua atas kinerja yang sudah kalian berikan. Saya harap itu dipertahankan dan ditingkatkan. Terkhusus untuk penangan pedagang, saya minta diutamakan cara negosiasi, himbauan dan sosialisasi,”ungkap Bupati.
Namun, jika cara negosiasi dan himbauan sudah dilakukan dan tidak juga digubris pedagang, Darma Wijaya mengaku tak segan mengambil langkah tegas.
“Kita upayakan terus jangan sampai ada gesekan dilapangan, negosisasi dan himbauan terus kita lakukan. Namun jika tidak juga digubris, saya dan Kasatpol PP akan mengambil langkah hukum,”terangnya.
Mantan Wakil Bupati ini mengaku bahwa pihaknya terus berupaya mewujudkan Sergai Maju Terus, Mandiri, Sejahtera dan Religius. Salah satu caranya dengan menata wajah baru Kabupaten Sergai sesuai dengan RTRW yang sudah disepakati serta memberikan layanan maksimal terkhusus kepada pedagang.
“Kita ingin pedagang itu berjualan ditempat yang memadai, yang bagus, yang fasilitasnya nyaman dan lengkap. Kita siapkan tempat di pasar Sei Rampah dengan fasilitas yang cukup memadai, disitu pedagang bisa berjualan dengan aman, pembeli juga nyaman. Jika sudah begitukan pedagang juga yang untung dan visi misi kami menjadi masyarakat Sejahterapun dapat terwujud,”jelasnya.
Tak bosan iapun kembali menghimbau kepada para pedagang khususnya pekan lelo Firdaus untuk mau direlokasi ke pasar sei rampah.
“Pemerintah tidak ingin masyarakatnya susah, kita ingin rakyat sejahtera. Khususnya pedagang, makanya saya himbau agar pedagang pekan lelo Firdaus pindahlah ditempat yang sudah disediakan,”tandasnya.
Diketahui sejumlah petugas Satpol PP mengalami luka akibat menata pedagang pasar lelo Firdaus, Minggu (17/10/2021).
Petugas yang terluka antara lain, Jon Henri Saragih, Riki Pratama, Ibrahim, Arif Lubis, Dwika Rahmadani dan Herni Tindaon. Mereka mengalami terkilir baik dibagian tangan, kaki hingga pinggang akibat ditabrak kendaraan pedagang.(Bdi)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota