Teguh Santosa: Wartawan Harus Waspadai Optik Algortima
Teguh Santosa Wartawan Harus Waspadai Optik Algortima
News
SERGAI | SUMUT24 Penyakit Filariasis (kaki gajah) adalah penyakit menular menahun yang disebabkan cacing micro filaria. Cacing ini dapat merusak sistem sirkulasi sekunder (sistem limpatik) manusia dan akhirnya menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, payudara dan skrorum sehingga menimbulkan cacat seumur hidup serta stigma sosial bagi penderita dan keluarga.
Baca Juga:
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI sampai tahun 2014 terdapat lebih dari 14.000 penderita filariasis kronis. Dan untuk memberantas penyakit ini World Health Organization (WHO) menetapkan kesepakatan secara global agar semua negara yang mempunyai masalah filariasis dapat melaksanakan upaya eliminasi secara serentak dan bertahap sampai tahun 2020 sehingga tidak terjadi penularan lagi.
Hal ini dikemukakan Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) Darma Wijaya didampingi Kadis Kesehatan drg Zaniyar dan Direktur RSUD Sultan Sulaiman dr Helminur Sinaga dalam bimbingan dan arahan saat membuka secara resmi Sosialisasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis Tahun 2016 bertempat di Aula Sultan Serdang kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah, Selasa (2/8).
Dipaparkan Wabup Darma Wijaya, Kabupaten Sergai terus mendukung dan melaksanakan kesepakatan global WHO, hal ini dikarenakan daerah ini dinyatakan sebagai kabupaten penyakit kaki gajah (endemis filariasi) sejak diketemukannya mikrofilaria melalui survey darah jari pada tahun 2005 di Kecamatan Teluk Mengkudu dan Tebing Tinggi, tahun 2008 di Kecamatan Pantai Cermin, tahun 2010 di Kecamatan Sei Rampah dan terakhir tahun 2011 di Kecamatan Bintang Bayu.
“Untuk mencegah dan memberantas agar tidak ada lagi penularan penyakit filariasis ini dilaksanakan dua strategis yakni pertama, memutuskan rantai penularan dengan POPM filariasis kepada seluruh penduduk di daerah endemis sekali dalam setahun selama lima tahun berturut-turut pada bulan Oktober. Kedua, melakukan perawatan kasus klinis penyakit kaki gajah baik kasus klinis akut maupun kronis,” ujar Wabup Darma Wijaya.
Oleh karenanya , Wabup Darma Wijaya menghimbau kepada Dinas Kesehatan dan jajarannya agar melakukan pencegahan massal filariasis melalui pemberian informasi kepada seluruh masyarakat tentang penyakit ini, penetapan sasaran POPM kepada masyarakat berusia 2-70 tahun serta sistem rujukan untuk penanganan kejadian ikutan pasca pemberian obat massal pencegahan filariasis.
Sebelumnya Kadis Kesehatan drg Zaniyar melaporkan tujuan dilaksanakan sosialisasi ini agar dapat menambah pengetahuan para peserta sehingga dapat menyebarluaskan informasi tentang pelaksanaan POPM Filariasis.
Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 2-3 Agustus 2016 diikuti 58 peserta yang terdiri dari Camat dan Kepala Puskesmas se-Sergai, lintas program dan lintas sektor serta petugas filariasis. (bdi)
Teguh Santosa Wartawan Harus Waspadai Optik Algortima
News
HUT Propam Polri ke24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
News
Judi Togel Diduga Beroperasi di Warung, Satreskrim Polres Padang Lawas Amankan AH
News
Kemarau Panjang di Padangsidimpuan! Di Bakti TNI AD 2026, Kodim 0212/Tapsel Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air
News
sumut24.co MedanPenerimaan zakat dan infak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan pada triwula
Umum
Rencana Mau Kabur ke Palembang!!!Dua Pelaku Pembunuh Wakil Rektor 2 IT&B Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
sumut24.co JakartaPT Indosat Tbk secara resmi menetapkan perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan CEO, yang te
Ekbis
Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko PascaPemilu 2026
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan pe
News