TAPUT | SUMUT24
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, meminta agar seluruh kepala daerah yang ada di kawasan Danau Toba meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan. Hal ini ditegaskan menyusul maraknya pencemaran lingkungan yang terjadi di Danau Toba itu sendiri.
“Kita minta komitmen seluruh kepala daerah disini untuk terus melakukan pengawasan terkait pencemaran lingkungan di Danau Toba. Karena kerusakan lingkungan disini sudah memprihatinkan. Contohnya dengan ditemukannya 5.600 keramba jaring apung yang menghasilkan limbah organik tinggi,” katanya saat menghadiri acara penanaman 7.700 pohon di Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, kemarin (29/7).
Ditambahkannya, selain keramba jaring apung, ada pencemaran air dari kegiatan pertanian, peternakan, dan rumah tangga. Kerusakan juga ditambah adanya lahan kritis seluas 157.000 hektare atau 21 persen dari luas daerah tangkapan air Danau Toba.
Menurutnya, salah satu upaya untuk merestorasi lingkungan ini bisa dilakukan dengan penanaman pohon. Restorasi lingkungan tersebut diharapkan bisa menciptakan kehidupan yang lebih baik di kawasan itu dan secara menyeluruh ke kawasan Danau Toba.
“Lokasi penanaman itu merupakan kawasan hutan lindung seluas 15 hektar dari bagian wilayah kesatuan pengelolaan hutan lindung unit XVIII di Sumut. Adapun pohon yang ditanam antara lain pohon aren, kemiri, sengon.dan Pinus. Tanaman itu memiliki fungsi yang baik untuk perlindungan dan tata air serta memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat,” tutupnya. (W07)
Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News