Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran
Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran
News
Baca Juga:
- Bupati Asahan Raih Lencana Melati Gerakan Pramuka, Bukti Dedikasi Membangun Karakter Generasi Muda
- Dari Lapas kelas 1 Medan untuk Indonesia: Pramuka gudep 14.1387 Tegaskan dukungan terhadap Agenda Swasembada Pangan dan Indonesia Emas 2045
- Dibekali Pembekalan Digital, 39 Duta Pramuka Padang Lawas Resmi Dilepas Menuju Jamnas XII Cibubur
MEDAN — Ketua I dan II Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan, H. Ikrom Helmi Nasution, mengatakan kegiatan perkemahan di alam terbuka bukan sekadar kegiatan rekreasi, tetapi menjadi sarana penting untuk menempa mental, membentuk karakter, serta menumbuhkan kemandirian peserta didik.
Hal itu disampaikan H. Ikrom Helmi Nasution saat memberikan pembekalan sekaligus melepas peserta perkemahan SD Swasta Taman Pendidikan Islam Medan sebelum berangkat menuju lokasi perkemahan di Sibolangit, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman dan pembelajaran yang tidak seluruhnya dapat diperoleh siswa di lingkungan sekolah.
"Perkemahan ini untuk menempa mental dan pribadi masing-masing supaya menjadi pribadi yang tangguh dan pramuka yang mandiri. Apa yang tidak didapat di sekolah, bisa didapat di lapangan," ujar H. Ikrom.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap arahan yang diberikan para pembina, pelatih maupun instruktur selama kegiatan berlangsung. Kesempatan tersebut, katanya, harus dimanfaatkan sebagai pengalaman untuk membentuk pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
"Jangan sia-siakan waktu ini. Ikuti semua petunjuk daripada kakak-kakak pelatih atau instruktur dan ikuti semua aturan yang disampaikan," pesannya.
H. Ikrom juga menekankan pentingnya kerja sama dan kebersamaan selama mengikuti kegiatan. Ia meminta peserta menghilangkan sikap egois dan membangun kepedulian terhadap sesama.
"Yang paling penting adalah kerja sama dan kebersamaan dalam pramuka. Ego tolong dihilangkan. Kita harus saling membantu supaya program ini betul-betul bisa sukses," tegasnya.
Kepada peserta yang sudah pernah mengikuti kegiatan perkemahan, H. Ikrom meminta agar mereka menjadi contoh bagi peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut.
"Yang sudah pernah mengikuti kegiatan ini, jadilah contoh kepada yang belum pernah. Yang belum pernah, belajar kepada yang sudah pernah," katanya.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga kesehatan serta keselamatan selama berada di lokasi perkemahan. Apabila mengalami gangguan kesehatan, peserta diminta segera melapor kepada pembina dan tidak diperbolehkan mengonsumsi obat secara sembarangan.
"Keselamatan diri sendiri dan keselamatan bersama harus menjadi perhatian. Kalau ada yang merasa tidak sehat, segera laporkan kepada kakak pembina. Jangan sembarangan minum obat," ujar H. Ikrom.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, penuh semangat dan bertanggung jawab. Pengalaman selama perkemahan, katanya, diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Pelepasan peserta kemudian ditandai dengan pekikan "Allahu Akbar" sebanyak tiga kali sebagai bentuk doa dan semangat sebelum memulai perjalanan.
Kepala Sekolah SDIT TPI Uswatun Hasanah Harahap dalam arahannya juga mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta menjaga nama baik sekolah selama berada di lokasi perkemahan.
"Walaupun semalam hujan, alhamdulillah hari ini cukup cerah menyambut kita untuk kegiatan perkemahan. Semoga perjalanan kita diridai Allah SWT sampai akhir nanti dan kita kembali ke rumah masing-masing dengan selamat," ujarnya.
Para siswa berangkat dari SD Swasta Taman Pendidikan Islam menuju lokasi perkemahan di Sibolangit dan dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan hingga 3 Oktober 2026.
Uswatun mengingatkan para siswa bahwa selama berada di lokasi perkemahan, mereka merupakan tamu sehingga wajib menghormati aturan yang berlaku.
"Kuncinya satu, jangan berbuat yang aneh-aneh. Kalau sudah dilarang, jangan dilakukan. Kita berada di tempat orang, jadi harus mengikuti aturan dan menjaga sikap," tegasnya.
Selain sebagai kegiatan kebersamaan, perkemahan tersebut diarahkan untuk membentuk karakter siswa agar lebih mandiri. Peserta diminta mengurus perlengkapan pribadi, menjaga kebersihan, serta tidak selalu bergantung kepada orang tua.
"Di perkemahan kalian belajar mandiri. Apa yang biasanya dilakukan atau dibantu orang tua, di sini harus mulai dilakukan sendiri. Apa yang diperoleh selama perkemahan diharapkan bisa diterapkan kembali di rumah dan di sekolah," katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga disiapkan penghargaan bagi peserta putra dan putri terbaik. Peserta yang dinilai terbaik akan memperoleh piala yang selanjutnya menjadi bagian dari penghargaan bagi sekolah sekaligus motivasi bagi peserta lainnya.
(red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Nobar Film G30S/PKI, Lom Lom Suwondo Ajak Masyarakat Jadikan Sejarah sebagai Pelajaran
News
Hari Kesaktian Pancasila, TPI Medan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berkarakter dan Mandiri
News
DPR RI Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, CEO Sumut24 Group Sampaikan Ucapan Selamat
News
TPI Medan Gembleng Mental Siswa Lewat Perkemahan di Sibolangit
News
Profil Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Tunggal Kapolri yang Diusulkan Prabowo
News
Kapolda Sumut Tekankan Penguatan Fungsi Pengawasan dalam Sertijab Irwasda
News
sumut24.co ASAHAN, Desa Ledong Barat, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan kini berdiri di ambang pencapaian prestisius. Tim Komisi Pembe
News
sumut24.co JAKARTA, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (PLN UIP SBU) meraih Predikat Gold dalam ajang Indonesi
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim melantik dan mengambil sumpah 12 pejabat administrator, pejabat pengawas
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik di lingkungan pemerintaha
News