GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
MEDAN I Sumut24.co Tantangan orang tua atau parenting di era milenial cukup kompleks. Ini disebabkan kehadiran teknologi yang kian canggih, di mana kini banyak merubah peradaban dunia.
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
Karenanya, selaku leading sector soal anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumatera Utara, telah menyusun sejumlah program agar parenting dan anak mampu bersahabat di era milenial.
Adapun program dimaksud yakni; membangun relasi dengan CINTA, dan menjadi orang tua CERDAS. CINTA merupakan akronim dari Cermati peran ayah dan ibu; Ingat selalu hak anak; Niatkan untuk mengelola emosi; Temukan potensi stres pada anak; serta Anak dan orang tua bersahabat.
Sedangkan CERDAS akronim dari; Cermati peran orang tua dengan baik; Emosi diri harus diatur; Rekomendasi dokter diimplementasikan; Dukung anak agar tidak stres; Anak menjadi sahabat bagi orang tua; serta Selalu ingatkan dan lakukan delapan peran orang tua dalam mendampingi anak.
“Pesan bagi orang tua, baik ayah maupun ibu, harus berubah dalam mendidik anak-anaknya. Karena waktu mendidik anak sangatlah cepat, dimulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga kuliah ortu tetap harus menjadi pendidik mereka dalam rumahnya,” kata Kepala Dinas PPPA Sumut, Nurlela kepada wartawan, Minggu (15/8).
Hal kedua, kata Nurlela, orang tua masa kini perlu berhati-hati jangan sampai tidak mengenal sifat dan karakter anak-anaknya. “Serta jangan sampai orang tua kecewa apabila anak-anak kita sudah pergi ke dunianya, di era digital atau dunia maya karena mereka akan lupa segalanya,” ujar wanita berkacamata itu. “Sedikit saja lengah dan lepas dari pendidikan orang tua di rumah, anak-anak kita akan asyik dengan dunianya. Jangan sampai kita orang tua merebut kesempatan tetap mendidik anak di rumah,” sambungnya.
Selanjutnya yang tak kalah penting, parenting tetaplah menjadi pendidik pertama di rumah dalam rangka menjadikan anak-anak kelak menjadi manusia-manusia yang berkarakter mulia, tidak mementingkan diri sendiri dan mau bekerja keras.
“Ibu adalah pendobrak dan benteng terakhir untuk anak-anak di dalam rumah. Kalaupun ayahnya kurang perhatian terhadap anaknya di dalam rumah, selama ibu masih memegang nilai-nilai pendidikan maka anak-anak kita akan selamat,” terangnya.
Kedua program ini, sebagai jawaban sekaligus tindak lanjut dari Webinar Dinas PPPA Sumut, yang dilaksanakan pada Jumat (13/8), dengan mengusung tema “Mendidik Anak dengan Hati di Era Milenial.
Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis, sebelumnya menyampaikan, mendidik anak di era milenial dengan pesatnya kemajuan teknologi saat ini merupakan tantangan terbesar bagi para orang tua. Jika masa lalu masyarakat kesulitan akses informasi dan komunikasi, maka sekarang kebalikannya. Kekhawatiran muncul karena sebagian besar usia anak sudah akrab dengan gadget (ponsel) yang menyediakan berbagai hal dalam genggaman.
Menurut Nawal, penggunaan gadget menjadi seperti sebuah keharusan dalam kehidupan setiap orang. Fenomena kumpul bersama namun tidak saling bercengkrama, lumrah terjadi. Setidaknya dalam satu dekade terakhir, gadget sudah mulai banyak diminati dan digunakan berbagai kalangan.
“Era digital ini, semua sibuk dengan gadget (gawainya) masing-masing, berkumpul tetapi sendiri-sendiri. Ini tanda perubahan zaman, di mana informasi itu tidak secepat sekarang. Memang teknologi tak bisa kita jauhkan, dan itulah yang membuat kita khawatir. Apalagi bagi anak-anak, mereka sangat mudah beradaptasi,†ujarnya saat menjadi pembicara.
Begitupun ia menilai teknologi informasi memiliki dampak positif maupun negatif. Tantangan terbesar adalah pengaruh kehidupan sosial anak, yang kemudian menjadi tugas sekaligus tantangan bagi para orang tua memanfaatkan kemudahan di era digitalisasi dewasa ini.
“Apalagi seperti sekarang ini di masa pandemi Covid-19, banyak anak-anak yang berinteraksi dengan gadget (gawai), padahal mereka itu belum memahami dampak dari digitalisasi informasi. Untuk itu perlu peran orang tua dalam mengawasi anaknya,†pungkasnya.
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota