Selasa, 07 Juli 2026

PKKMB USU 2021 Digelar Untuk Pertama Kalinya dengan Konsep Panggung Virtual

Administrator - Kamis, 12 Agustus 2021 13:15 WIB
PKKMB USU 2021 Digelar Untuk Pertama Kalinya dengan Konsep Panggung Virtual

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim mewajibkan perguruan tinggi untuk melakukan transfer kredit dengan hitungan 20 SKS untuk setiap program kampus merdeka. Selain itu, Mendikbud juga menyediakan beasiswa gelar dan non gelar untuk mahasiswa aktif di seluruh Indonesia, salah satunya adalah beasiswa unggulan yang dapat diikuti oleh mahasiswa baru.

Hal tersebut dipaparkan menteri dalam sambutan secara daring pada Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Sumatera Utara tahun ajaran 2021/2022, Kamis (12/8).

PKKMB USU tahun ini untuk pertama kalinya digelar dengan menggunakan konsep panggung virtual dan dilaksanakan secara daring 12 hingga 13 Agustus 2021. Tema yang diusung adalah “Transformasi untuk USU Terbaik”.

Menjadi mahasiswa, kata Nadiem, memiliki kemerdekaan lebih luas untuk menentukan masa depan. Mendikbudristek memberikan hak untuk belajar di luar prodi/kampus selama 3 semester.

“Banyak hal yang bisa dilakukan dalam koridor Kampus Merdeka, yang dirancang untuk memberi ruang kepada mahasiswa dengan keragaman minat dan ketertarikannya, untuk mendapatkan pengalaman yang tidak didapatkan di dalam kelas atau buku text dan akan menjadi kendaraan untuk meraih mimpi masa depan,” katanya.

Sementara itu Rektor USU Dr Muryanto Amin SSos MSi, mengatakan bahwa dunia saat ini tengah mengalami disrupsi atau perubahan besar-besaran. Mahasiswa atau anak muda selaku warga native digital, harus bisa lebih maju dari pada generasi pendahulunya, kalangan native analog. Karena anak muda adalah pembaharu yang memberikan perubahan besar bagi dunia. Untuk itu, mahasiswa harus mampu menjadi problem solver.

Dr Muryanto meminta para mahasiswa untuk bisa mengeksplore dan mencari ilmu pengetahuan ke mana pun serta di mana pun, terutama secara virtual. Saat ini, dunia digital menjadi khasanah dan kekayaan sumber bahan ajar yang berada di dalam kampus maupun di luar kampus yang sangat penting dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Harus saudara asah kemampuan dan skill . Belajar pada kurikulum di program studi anda sangat penting, tetapi belajar ilmu lain juga sangat penting. Bergaul dengan satu teman prodi itu penting, tetapi bergaul dengan teman fakultas dan prodi yang lain juga sangat penting. Bukan hanya itu, bergaul dan berinteraksi dengan alumni yang punya profesi yang berbeda-beda serta bergaul dengan industri dan dunia kerja juga sesuatu yang sangat penting,” paparnya.

Diingatkannya, bahwa disrupsi itu lebih dari perubahan radikal. Disrupsi adalah perubahan up size down, terutama perubahan dari analog ke perubahan digital. Setiap mahasiswa memiliki talentanya masing-masing yang berbeda dengan mahasiswa lainnya. Itulah kesempatan yang diberikan di kampus saat ini yang disebut dengan Merdeka Belajar.

Ketua Majelis Wali Amanat USU Dr Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir menegaskan USU memiliki tanggung jawab sebagai lembaga yang membentuk karakter. Bukan sekadar membangun intelektualitas belaka, namun juga kemanusiaan dan peradaban.

Dijelaskan,jumlah mahasiswa baru USU tahun ini 8.653 orang terdiri dari 2.131 mahasiswa yang diterima lewat jalur SNMPTN, 2.463 jalur SBMPTN, 2.889 jalur SMM dan 1.170 dari jalur SPMPD.(C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
komentar
beritaTerbaru