Rabu, 21 Oktober 2026

Kuliah Daring Prodi S3 Linguistik USU Hadirkan Pakar Sintaksis Australian National University

Administrator - Minggu, 18 Juli 2021 13:08 WIB
Kuliah Daring Prodi S3 Linguistik USU Hadirkan Pakar Sintaksis Australian National University

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Prodi Doktor (S3) Linguistik FIB USU kembali menggeliatkan kajian ilmu dalam seri kuliah daring yang ke-3 dengan mengangkat kajian Teori Sintaksis Mutakhir. Kuliah Daring ini menghadirkan pakar linguistic dunia yang sangat konsen dalam meneliti bahasa dan berhasil memenangkan hibah-hibah internasional dalam kajian bahasa, yakni I Wayan Arka MA PhD (dosen Udayana dan Australian National University).

Kegiatan dibuka Dekan FIB USU Dr T Thyrhaya Zein MA, turut hadir dan memberikan pengantar diawal pembukaan Sekretaris Prodi S3 Linguistik Dr Mulyadi MHum. Kuliah yang dilaksanakan Sabtu, (17/7) dihadiri peserta dosen dan mahasiswa S2/ S3 internal Prodi Linguistik USU, ratusan akademisi dan peneliti bahasa dari berbagai daerah dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Papua dan daerah lainnya.

Dekan FIB Dr T Thyrhaya Zein mengatakan, FIB USU sangat mengapresiasi kegiatan kuliah daring ke-3 yang digelar Prodi S3 Linguistik USU ini, diharap kuliah daring ini dapat memberikan semangat, kemauan, dan membuka wawasan para mahasiswa S2-S3 Linguistik untuk mau melakukan kajian sintaksis dalam tugas akhir tesis dan disertasinya, bisa juga dapat dihubungkan dengan kajian bahasa-bahasa lokal, karena salah satu misi Prodi adalah mengembangkan kajian bahasa kearifan lokal Sumatera Utara.

Semoga kuliah kita yang menghadirkan pakar sintaksis dunia ini dapat memberikan sumbangsih baru dalam pengembangan kajian budaya dan bahasa lokal.

Dr Mulyadi mengatakan,Prodi Linguistik USU memiliki komitmen untuk terus menggelorakan kajian-kajian ilmu linguistik.

I Wayan Arka Ph.D dalam paparannya mengatakan, perkembangan teori sintaksis belakangan ini, penting untuk melibatkan berbagai aspek di luar kajian sintaksis. Kajian sintaksis dan beberapa kajian tipologi linguistik, jika data dan analisis penelitiannya semakin baru, aneh dan belum pernah dilakukan oleh para peneliti lain yang ada, itu sesungguhnya semakin baik dan menarik, karena kajian bahasa seharusnya dapat memberikan warna baru bagi kajian linguistik, tentunya harus tetap dalam ranah linguistik. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Diterpa Kritik Pascabencana di Padangsidimpuan,Walikota Letnan Dalimunthe Pilih Buka Pintu Dialog, Bukan Menghindar
Kapolres Madina Pimpin Operasi Sarang Narkoba, Tujuh Pria Dibawa ke Satresnarkoba
HUT ke-75 Humas Polri, Polres Tapsel Hadir Bawa Kepedulian ke Panti Jompo Nurul Falah
HUT ke-75 Humas Polri, Polres Tapsel Buktikan Kepedulian Lewat Donor Darah
Pemkab Madina Raih Predikat Kabupaten Informatif di KI Sumut Award 2026, Atika: Jadi Motivasi untuk Berbenah
ASUS Resmi Rilis ProArt P14 dan P16 di Indonesia, Laptop Kreator Pertama Berteknologi NVIDIA RTX Spark™
komentar
beritaTerbaru