Selasa, 07 Juli 2026

Pengamat Sosial H. Usman Effendi Sitorus : Perlu Pola Khusus Tangani Pasar Kaget Dimasa Pandemi

Administrator - Kamis, 15 Juli 2021 06:19 WIB
Pengamat Sosial H. Usman Effendi Sitorus : Perlu Pola Khusus Tangani Pasar Kaget Dimasa Pandemi
SERDANG BEDAGAI | SUMUT24 Dimasa pandemi Covid-19, banyak lokasi tempat berkerumunnya masyarakat, baik yang terkondisi seperti pasar rakyat maupun tidak terkondisi seperti pasar kaget. Hal ini dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).  “Pemerintah tidak dapat melarang para pedagang menjual di pasar rakyat maupun di luar kaget, namun Pemerintah juga harus mampu menjamin masyarakat yang berbelanja di pasar-pasar tersebut tidak terpapar Covid-19,”demikian disampaikan kepada masyarakat Sergai H Usman Effendi Sitorus yang juga sosial pengamat , Selasa (13/7/2021) di Desa Firdaus Kecamtan Sei Rampah. Salah satu caranya, imbuh pria yang akrab disapa H Ustor, Petugas Satgas Covid Sergai sebagai leading sektor harus berperan aktif hadir ketengah-tengah pasar-pasar tersebut. Khususnya pasar kaget untuk memastikan apakah pedagangnya sudah menjalani vaksin atau pernah menjalani tes Covid-19, begitu juga bagi para pengunjung pasar harus benar-benar memakai masker. Dengan demikian katanya, kehadiran pasar kaget benar-benar tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 atau kehadiran pasar rakyat benar-benar menjadi pemutus mata rantai Covid-19. Begitu juga imbuh Ustor lagi, terkait protokol kesehatan (Prokes) sesuai Surat Keputusan (SK)  Gubernur Sumut PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Sergai masuk level 3, berbekal  hal tersebut pembatasan  waktu jam operasional pasar harus diterapkan begitu juga pengunjung pasar juga harus dibatasi. ” Terkait pasar kaget sudah terkhusus secara kultur yang tidak terkondisi dan tidak termasuk jadi sasaran SK Gubsu, sedangkan keberadaannya sekarang sudah menjamur seperti pasar kaget Lelo dan pasar kaget Jumat malam di Desa Firdaus, serta pasar Sabtu malam di Desa Cempedak Lobang yang berpotensi menjadi klaster baru Covid-19, terlebih dengan tingginya jumlah masyarakat Sergai yang terpapar Covid-19″, papar Ustor. Dengan pertimbangan tersebut, kata Ustor, sudah layak Tim Satgas Covid Sergai menutup sementara pasar-pasar tersebut atau direlokasi dipasar rakyat terdekat sehingga mudah dalam pengawasannya, karena saat ini tengah terjadi situasi yang tidak normal. Terkait masalah pasar kaget Lelo dan pasar kaget lainnya yang tengah berkembang, Ustor menilai pihak Camat Sei Rampah dan Kadis Perindagsar Sergai terkesan gagal memberikan pemahaman kepada pemilik tanah pasar maupun para pedagang. Sehingga kata Ustor, menimbulkan persepsi keliru terhadap tujuan Pemkab Sergai yang punya program menghidupkan pasar rakyat  Sei Rampah yang terkesan kurang produktif. ” Tentunya ide ini ditindaklanjuti dengan langkah-langkah yang persuasif, jika hari ini ada penolakan dan sikap dari pedagang hal ini menjadi fakta ketidak mampuan Camat dan Kadis Perindag dalam memahami langkah-langkah menghidupkan pasar Sei Rampah bahkan langkah sang Camat dan Kadis Perindagsar terkesan kontra produktif, untuk itu, tolong  Bupati dan Wakil Bupati Sergai untuk mengevalusi jabatan Camat Sei Rampah dan Kadis Perindagsar,”ucap Ustor. Menurut Ustor, prinsipnya Pemerintah tidak boleh, tetapi Pemerintah tidak boleh menggunakan cara-cara yang salah, relokasi bisa dilakukan setelah ada kesepakatan, tetapi penaggulangan penyebaran Covid-19, harus segera berjalan,” tuturnya.(Bdi). 

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pasar Dwikora Pasca Terbakar; Bantuan Tahap 1 Sudah Disalurkan, Proses Pembangunan Area Kios Dipersiapkan
Sekda melepas Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pematangsiantar mengikuti Jambore Daerah Sumut XI Tahun 2026
Kembalikan MBG ke Gerakan Koperasi Merah Putih
Kualitas Tumbuh Kembang Anak Dipengaruhi oleh Kesehatan Orang Tua
Sertijab Camat Danau Kembar sekaligus melantik Ketua TP-PKK Kecamatan Danau Kembar di Gelar.
Berburu Stempel di Paviliun Daerah, Serunya Menjelajah Sumatera Utara dalam Sehari
komentar
beritaTerbaru