HUT Propam Polri ke-24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
HUT Propam Polri ke24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
News
MEDAN | SUMUT24 Hingga kini banyak warga mengeluhkan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang kian menjamur di kawasan Desa Tembung belakangan ini. Khususnya bagi PKL yang ada di sepanjang Jalan Pasar 7 hingga Pasar Gambir Pasal 8 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Baca Juga:
Kekesalan warga ini diakibatkan karena banyak PKL berjualan di atas drainase hingga ke badan jalan, sehingga sering menimbulkan kemacetan parah. Selain itu banyak kendaraan diparkirkan sembarangan. Para pedagang juga banyak yang membuang sampah-sampah bekas jualannya ke jalan dan parit. Selain lokasi kotor, aroma bau busuk juga sering tercium saat warga melintas di lokasi akibat sampah berserakan.
Yang anehnya, pihak kecamatan maupun kepala desa seperti tutup mata. Info yang beredar dilapangan, ada dugaan menjamurnya para PKL ini memang disengaja dan malah dibuatkan tempatnya oleh beberapa oknum perangkat desa tembung dan nanti setorannya akan diterima Kepala Desa Tembung.
“Sekarang lapak PKL kian menjamur. Saya mewakili seluruh pengendara sepedamotor dan mobil berharap pihak-pihak yang mendukung lapak-lapak PKL ini segera ditindak. Jika nanti lokasi tidak ada lagi PKL, Tembung nantinya menjadi bersih, nyaman dan asri sesuai mottonya,” harap Mono salah satu warga Tembung.
Menurut Mono, dulu PKL disini pernah ditertibkan, tapi sudah lama ini hal tersebut tidak terjadi lagi. Malah yang terjadi PKL kian menjamur saja.
“Saya mohon kepada pemerintah pemerintah untuk segera menertibkan PKL ini, sebab banyak pengguna jalan yang dirugikan,” katanya
Sementara itu, dari amatan SUMUT24, Selasa (26/7) siang, para pedagang mengaku jika ingin berjualan disini harus membayar lapak sekitar Rp400 ribu / bulan.
“Ya kami dipatok harga Rp400 ribu/bulannya untuk bisa berjualan di sini. Nanti ada perwakilan orang kantor kepala desa yang ngutip iuran tiap bulannya, biasanya dia datang bersama okp,” ujar salah satu pedagang gorengan yang tak mau disebut namanya.
Isu yang beredar, pihak kepala desa biasanya melakukan kerjasama dengan okp. Biasanya mereka bagi hasil 80 persen ke pemodal (kepdes-red) dan 20 persen ke okp.
Saat dikonfirmasi lewat telepon, Kepala Desa Tembung, Sisman, tak mau mengangkat telepon. Bahkan saat ditemui di kantornya, anggotanya mengatakan kepala desa sedang keluar. (W07)
HUT Propam Polri ke24, Polres Tapsel Turun Langsung Berbagi dengan Warga Situmba
News
Judi Togel Diduga Beroperasi di Warung, Satreskrim Polres Padang Lawas Amankan AH
News
Kemarau Panjang di Padangsidimpuan! Di Bakti TNI AD 2026, Kodim 0212/Tapsel Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Air
News
sumut24.co MedanPenerimaan zakat dan infak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Utara mengalami peningkatan signifikan pada triwula
Umum
Rencana Mau Kabur ke Palembang!!!Dua Pelaku Pembunuh Wakil Rektor 2 IT&B Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
sumut24.co JakartaPT Indosat Tbk secara resmi menetapkan perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan CEO, yang te
Ekbis
Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko PascaPemilu 2026
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan pe
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan sarana prasarana kota.
News