GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Baca Juga:
- GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
MEDAN I Sumut24.co
Manajemen PSMS Medan menyampaikan sejumlah poin penting dalam rapat virtual yang digelar PSSI dan diikuti seluruh klub peserta Liga 2, di Sekretariat Kebun Bunga Medan, Kamis (3/6/2021) sore tadi.
Selain meminta PSSI mengeluarkan izin dari Kapolri untuk disampaikan ke klub peserta, melalui manajer PSMS Medan, Mulyadi Simatupang didampingi Sekum Julius Raja, juga menerangkan jika pihaknya telah mengirimkan surat resmi ke PSSI terkait pengajuan PSMS sebagai tuan rumah.
“Pertama rapat diikuti oleh hampir seluruh peserta Liga 2 lebih kurang 24 peserta. PSMS sendiri dalam rapat tersebut mengusulkan pertama agar izin dari kapolri yang sudah keluar agar segera disampaikan kepada klub-klub. Karena ini juga dalam rangka meyakinkan sponsor bahwa Liga 2 akan segera berjalan. Yang kedua usulan PSMS adalah sebagai tuan rumah, dan yang ketiga usulan PSMS agar kompetisi dibagi di wilayah,” harap Mulyadi.
Mengingat, PSSI telah mengeluarkan gambaran format kompetisi yang akan dibagi 4 grup. Di mana setiap grup diisi 6 tim dengan kompetisi penuh dengan total 10 pertandingan selama penyisihan.
Menyahuti hal itu, PSMS dan hampir seluruh peserta yang mengikuti rapat merasa keberatan dan mengusulkan agar kompetisi dibagi dalam dua wilayah seperti musim 2018-2019 lalu dengan menyajikan 22 pertandingan selama penyisihan.
Alasannya, selain meningkatkan mutu kompetisi juga klub akan memiliki kejelasan dalam penggajian pemain mengingat seluruh pemain telah dikontrak hingga durasi Desember mendatang.
“Jadi dalam satu tahun kalau hanya 10 pertandingan itu terlalu sedikit untuk 1 tahun. Pembinaan itu tidak masuk. Kemudian kita mengontrak pemain ini kan sampai Desember sementara kalau hanya katakanlah yang terburuk itu dalam pembagiannya 4 grup, dan akan berakhir sampai September kalau tidak lanjut,” ungkap Mulyadi.
“Artinya Oktober-November-Dember itu siapa yang bayar kontrak pemain? Jadi kita mau tetap 2 grup Timur dan Barat sehingga jumlah pertandingan lebih meningkat. Itu tadi yang kita sarankan,” sambungnya.
Selian itu poin lainnya bilang Mulyadi, pihaknya juga meminta gambaran subsidi dari PT LIB kepada klub musim ini.
“Dan kemudian yang kelima kita minta aga degradasi tetap diberlakukan agar pertandingan lebih fair. Dan juga kita minta jadwal kick off itu tetap pertengahan juli mengingat ini memang rencana dari awal kita tidak mau diundur-undur lagi karena nanti kita khawatir ini akan memakan waktu lagi. Kontraknya akan bertambah lagi. Inilah poin-poin pentingnya,” tutup Mulyadi. (red)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota