Selasa, 07 Juli 2026

Kunjungi Lahan Puslitbang Diklat Agrinas, Wagub Sumut: Penerapan Pertanian Presisi di Sumut Terus Dijajaki

Administrator - Kamis, 27 Mei 2021 13:42 WIB
Kunjungi Lahan Puslitbang Diklat Agrinas,  Wagub Sumut: Penerapan Pertanian  Presisi di Sumut Terus Dijajaki

BEKASI I Sumut24.co

Baca Juga:

Sektor pertanian menjadi hal penting dalam meningkatkan perekonomian, khususnya di satu daerah. Menyadari hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus menjajaki pemanfaatan teknologi pertanian presisi (precision agriculture) dari perusahaan Lead Tech International (LTI).

Melanjuti pertemuan dengan PT Buana Selaras Investment dan pihak terkait mengenai sistem pertanian presisi di Kota Medan beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah mengunjungi Lahan Puslitbang Diklat Agrinas di Cisaat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/5).

Lahan yang digagas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini menerapkan sistem pertanian presisi. “Kunjungan ini untuk melihat langsung bagaimana sistem presisi ini diterapkan,” ujar Wagub Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Ijeck didampingi Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Bahruddin Siregar melanjutkan, sistem presisi ini terbukti mampu meningkatan produktivitas pangan karena telah dilengkapi teknologi yang bisa dengan tepat memenuhi kebutuhan tanaman. Namun, biaya atau investasi awal dalam penerapan pertanian presisi ini cukup besar.

“Biaya investasi awal yang cukup besar tidak mungkin petani yang keluarkan, untuk itu kita akan terus menjajaki. Apakah nanti biaya dari pemerintah, atau ada pihak swasta yang mau berinvestasi, perlu dijajaki lagi. Tapi target kita secepatnya bisa diterapkan, karena awalnya saja yang butuh biaya cukup besar setelahnya lebih menekan biaya operasional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Buwana Selaras Investment Widjajanto selaku pemegang lisensi sistem LTI, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wagub Sumut ke lahan pertanian percontohan pertanian presisi. “Lahan sebeluas lima hektare ini kerja sama antara kami (PT Buwana Selaras Investment) dengan Menhan. Tanaman yang sudah ditanam di sini ada padi, mangga, melon, manggis, coklat, singkong, tebu, kapas yang sudah dipanen,” ujarnya.

Teknologi pertanian presisi ini, lanjutnya, menggunakan sejumlah pipa khusus (dripping lines), dan diikuti dengan pemasangan sensor, dan penyediaan ruang kontrol (control room). Penerapan teknologi ini memungkinkan untuk memonitor kebutuhan air hingga pupuk.wo3

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
komentar
beritaTerbaru