Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
Lubuk Pakam I Sumut24.co
Baca Juga:
- Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
- Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
- BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
Wakil Bupati Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar memimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 113 Tahun yang di gelar di Halaman Kantor Bupati Deli Serdang di Lubuk Pakam, Kamis (20/5 / 2021).
Dikarenakan pandemi Covid – 19 dan Protokol kesehatan, Upacara peringatan Harkitnas ini hanya dihadiri Forkopimda Deli Serdang, Kepala OPD, pejabat eselon III, beberapa anggota TNI – Polri dan padauan suara dari SMAN 2 Lubuk Pakam.
Pihak Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johny G. Plate yang di bacakan Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar menyampaikan bahwa Tiga hal penting yang diretas Budi Utomo adalah Pertama, untuk memerdekakan cita-cita kemanusiaan; Kedua, memajukan nusa dan bangsa; serta ketiga, mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia.
Pada era prakemerdekaan, kebangkitan nasional yang mampu menjadi ruh gerakan perlawanan terhadap hegemoni penjajah. Pasca kebangkitan kebangkitan nasional menjadi inspirasi pelaksanaan pembangunan bangsa. Era reformasi membawa Indonesia menuju pengelolaan negara yang lebih terbuka dan demokratis.
Pada tanggal 20 Mei 1948, presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno dengan sengaja menjadikan lahimya organisasi Boedi Oetomo sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme di Indonesia. Ketika itu, ada ancaman pemecahan masalah antargolongan dan ideologi. Selain itu Indonesia dalam masa revolusi mempertahankan diri dari Belanda yang ingin kembali di Indonesia.
Presiden Soekarno menetapkan lahimya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 diangkat sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Dengan harapan golongan yang saling bertengkar dan rakyat Indonesia dapat bersatu melawan Belanda. Soekarno berharap penetapan Hari Kebangkitan Nasional bisa mencegah perpecahan.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pun pada akhimya bukan menjadi ritual untuk mengenang kejayaan sejarah masa lalu saat soliditas persatuan era Boedi Oetomo terbentuk-tanpa dilengkapi tilikan memadai untuk mengejawantahkan semangat yang telah dirintis dr. Soetomo dan kawan-kawan itu ke dalam praktik berbangsa dan bernegara yang lebih operasional.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional saat ini sejatinya dapat dijadikan untuk menggalang kebangkitan kebangkitan sebagai bangsa yang tangguh. Bangkitl Kita Bangsa yang Tangguh! â€. Tema ini mengingatkan bahwa kebangkitan nasional mengajari kita untuk selalu optimistis menghadapi masa depan. Kita hadapi semua tantangan dan masalah bersama-sama sebagai pewaris ketangguhan bangsa ini.
Pandemi Covid-19 berhasil membawa kita untuk mengubah kebiasaan kita secara drastis, seperti interaksi fisik atau tatap muka di dunia nyata yang berpindah ke dunia virtual dengan memanfaatkan teknologi telekomunikasi. Dengan kondisi ini, Indonesia bahkan di seluruh dunia, tanpa sadar, melakukan perubahan atau pemanfaatan teknologi digital untuk melakukan berbagai aktivitas kehidupan dari non-digital menjadi digital. Peringatan Kebangkitan nasional ini menjadi titik awal dalam membangun kesadaran untuk bergerak mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul di berita bangsa Indonesia.
Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita kepada semangat untuk bergerak sebagai bangsa, dengan memandang perbedaan pendapat, agama, ras, dan golongan. Mimpi kita untuk tancap gas memacu ekonomi dan kemajuan peradaban sebagai simbol kebangkitan bangsa. Menuju Indonesia Digital, Semakin Digital Semakin Maju. (Rodes)
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota
Dukung Lahirnya Perempuan Muda Berprestasi, Bupati Simalungun dan Ketua TP PKK Hadiri Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026
kota