Rabu, 21 Oktober 2026

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Sumatera Utara : "Mari Tingkatkan Ekonomi Umat Dengan Zakat”

Administrator - Senin, 10 Mei 2021 08:47 WIB
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Sumatera Utara :

MEDAN I Sumut24.co

Baca Juga:

Sebagai negara dengan jumlah muslim terbanyak di dunia, Indonesia memiliki potensi Zakat yang sangat besar. Jika mampu dimaksimalkan dan dikelola dengan baik, maka bisa dibangun untuk perbaikan ekonomi umat. Zakat merupakan salah satu rukun islam yang paling banyak dibicarakan dalam al-quran, lebih kurang 82 ayat dalam alquran memerintahkan untuk membayar zakat, 27 ayat diantaranya digandengakan dan diperintahkan untuk menggakkan sholat dan membayar zakat, menujukkan betapa pentingnnya zakat itu. “Kenapa penting? Karena zakat itu tidak hanya merupakan hubungan hablum minallah atau ketaatan kita kepada allah, karena merupakan salah satu kewajiban kita umat islam untuk membayar zakat tetapi juga kepedulian kita terhadap sesama manusia,” kata ketua baznas sumut Drs. Amansyah Nst, MSP. Zakat merupakan salah satu ibadah yang petugasnya sudah dicantumkan dalam al-quran yaitu amil. Zakat dikelola secara kelembangaan, didalam UU No 23 tahun 2011, tentang Pengelolaan Zakat. Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai syariat islam. Dalam upaya mencapai tujuan pengelolaan zakat, dibentuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). BAZNAS merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional. “Zakat di Sumatera Utara ini bahkan dunia, bahwa Allah sudah menentukan kepada siapa diberikan zakat ini, dalam surah at-taubah ayat 60”, ujarnya. Baznas mempunyai lima program perioritas yaitu advokasi dakwah, kemanusia, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Salah satunya program Ekonomi yang biasa disebut Sumut Makmur, Baznas mengerluarkan bantuan untuk para peatani didaerah Sumatera Utara. Dengan memberikan pinjaman tanpa bunga. “ada beberapa petani yang mereka tidak hanya bisa mengembalikan uang pinjaman tanpa bunga, tetapi mereka bisa berzakat, tiga hari lalu saya menyaksikan kelompok petani ini memberikan zakat kepada 124 orang penduduk desa sumber tani,” kata dia. Salah satu pencapaian yang diinginkan Baznas yaitu mereka yang dulunya mustahik akan berubah menjadi muzzaki, yang dulu hanya menerima suatu saat nanti akan memberi zakat. Bukan hanya petani, Baznas juga membantu para peternak dan perikanan di daerah Sumatera Utara. Dengan hal tersebut, akan membuktikan dengan zakat, perekonomian umat islam akan lebih baik dengan adanya zakat. Medan menurut data di baznas tiga tahun lalu punya mesjid 1052 mesjid, kalau masing-masing mesjid bisa menyisihkan 1 juta rupiah selama satu bulan bearti satu tahun 12 juta, kalau masing-masing bisa membebaskan yang dulunya mustahik 5 orang saja satu mesjid, sekitas 5260 orang terbebas yang dulunya dia mustahik sekarang dia sudah muzaki atau paling tidak dia tidak menerima lagi. Jadi penguatan ekonomi dibuat dengan berbasis mesjid, dimana zakat, infak, sedekah itu dari jamaah dan digunakan juga untuk jamaah yang memerlukan. “Semuanya ini kalau benar-benar dilaksanakan, wah ini ekonomi masyarakat ini akan semakin bangkit, dengan kita membantu ekonomi masyarakat dengan meminjamkan tanpa bunga, karena uang zakat ini berkah, jika bener-bener ikhlas menggunakannya dan dengan sesuai arti zakat itu sendiri,” Tutupnya.(red)

 

 

 

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
120 Siswa Ikuti Kegiatan Tahfiz Al-Qur’an, Muhammad Syukur Harahap MA Tekankan Cinta Al-Qur’an
Taiwan Excellence Hadir di AEON Mall BSD, Ajak Konsumen Indonesia Kenali Inovasi Teknologi Taiwan Lebih Dekat
Ziarah, Berbagi, dan Berdonor: Golkar Tapsel Isi HUT ke-62 dengan Karya Nyata di Tengah Rakyat
Ziarah, Berbagi, dan Berdonor: Golkar Tapsel Isi HUT ke-62 dengan Karya Nyata di Tengah Rakyat
Dinas Kominfo Sumut Sabet Predikat Informatif, Puncaki Keterbukaan Informasi OPD Pemprov Sumut
Pemerintah Hormati Aksi Greenpeace dan Tegaskan Komitmen Penanganan Krisis Iklim
komentar
beritaTerbaru