Senin, 06 Juli 2026

PT ART MARTABE KONSISTEN KELOLA LINGKUNGAN, KUALITAS BIOTA AIR DI SUNGAI BATANG TORU MASIH TERJAGA.

Administrator - Sabtu, 08 Mei 2021 03:22 WIB
PT ART MARTABE KONSISTEN KELOLA LINGKUNGAN, KUALITAS BIOTA AIR DI SUNGAI BATANG TORU MASIH TERJAGA.

 

Baca Juga:

Tapsel I Sumut24.co

Penelitian yang dilakukan Pusat Lingkungan dan Kependudukan, Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU) sejak 2012 membuktikan tidak ada pengaruh signifikan dari sisa udara proses Tambang Emas Martabe yang dikelola oleh PT Agincourt Resources (PTAR) terhadap kualitas biota air di Sungai Batangtoru.

Hasil perhitungan rutin yang dilakukan Departemen Lingkungan PTAR dan Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Tambang Emas Martabe juga secara konsisten menunjukkan air sisa proses proses memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Lingkungan dan Kependudukan, Lembaga Penelitian USU, sekaligus Guru Besar Departemen Biologi USU Prof. Dr. Ing. Alexander Barus Ternala pada acara Media Gathering Ramadan 1442 H yang diselenggarakan oleh PTAR secara virtual pada, Selasa (4/5/2021).

Kegiatan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus memberikan kabar terbaru dari perusahaan ini diikuti oleh lebih dari 60 orang jurnalis dari Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.

“Dari hasil penelitian tersebut, kami mendapatkan bahwa, tidak ada penurunan panjang dan berat ikan sejak penelitian pertama kali dilakukan yakni Oktober 2012. Total terdapat 32 spesies ikan yang kami temukan. Hasil penelitian ini juga tidak hanya berlaku di Sungai Batangtoru, tapi juga perairan di sekitar wilayah operasional tambang seperti di Aek Pahu Tombak, dan Hutamosu. Tak hanya ikan, kami juga masih menemukan biota air lainnya seperti plankton dan bentos yang dapat menjadi indikator kondisi air yang baik untuk kehidupan biota udara. Semua konsentrasi logam berat yang kami temukan di dalam ikan dari seluruh sampel, masih jauh di bawah standar berbahaya yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, ”jelas Ternala.

Lebih jauh Ternala mengemukakan, PTAR telah melakukan pengelolaan pengelolaan dan kualitas air sisa proses yang melebihi ketentuan pemerintah.

Pembentukan Tim Terpadu dan penelitian rutin terhadap kualitas biota udara di sekitar operasional tambang, menunjukkan komitmen tertinggi PTAR terhadap pengelolaan lingkungan.

Berdasarkan pengamatan saya sejauh ini di industri ekstraktif hanya PTAR yang berkomitmen terhadap pengelolaan lingkungan, hingga melibatkan masyarakat melalui Tim Terpadu, dan secara berkala bekerja sama dengan lembaga independen untuk mengawasi kualitas biota udara, ”ujarnya.

Ternala merinci, beberapa lokasi pengambilan sampel penelitian lainnya yakni Aek Pahu Hutamosu, Tor Uluala, Garoga, dan Aek Bongbongan yang bermuara ke Sungai Batangtoru.

Lebih lanjut., Penelitian mengukur beberapa parameter seperti kelarutan oksigen, temperatur udara, pH, dll. Hasilnya, seluruh faktor fisik masih mengurus baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

“Perlu diperhatikan, bahwa tentunya kualitas air dan biota air di Sungai Batangtoru tidak sendiri-mata, sumber udara sisa proses Tambang Emas Martabe. Tapi juga aktivitas lainnya di sungai tersebut, salah satunya galian yang dapat meningkatkan sedimentasi (Total Suspended Solid) dan menurunkan kualitas udara, ”tukas Ternala.

Manajer Departemen Lingkungan PTAR Mahmud Subagya menyebutkan, bahwa perusahaan secara rutin melakukan pengambilan sampel air sisa proses baik dari Instalasi Pemurnian Air (Water Polishing Plant) atau di beberapa titik yang ada di Sungai Batangtoru.

“Kami memastikan, proses sisa udara yang dialirkan ke Sungai Batangtoru telah masuk dan dihilangkan potensi kontaminannya. Seluruh proses pemurnian air sudah mematuhi izin dan dikontrol dengan sangat ketat, untuk memastikan tidak ada dampak terhadap kualitas air hilir. Seluruh proses ini dipantau dan didampingi oleh Tim Terpadu, untuk memastikan hasilnya memenuhi ketentuan pemerintah yakni Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 202/2004 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi usaha dan / atau kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan atau Tembaga, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.68 / MENLHK / Setjen / Kum.1 / 8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, ”kata Mahmud.

Tim Terpadu yang bikin saat ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.188.44 / 1807 / KPTS / 2019 mengenai Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tim Terpadu terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, ahli dari perguruan tinggi, perwakilan karyawan PTAR, serta perwakilan masyarakat dari desa / kelurahan di lingkar tambang yang anggotanya berganti melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Utara setiap 4 tahun sekali. Tim Terpadu terbentuk sejak tahun 2013.

Setiap bulan, Tim Terpadu bersama dengan Departemen Lingkungan PTAR melakukan pengambilan kualitas udara sisa proses pengambilan sample di Sungai Batangtoru.

Parameter air yang dianalisis di antara tingkat keasaman air (pH), Total Suspended Solids (TSS), kadmium (Cd), kromium (Cr), merkuri (Hg), nikel (Ni), sianida (CN), arsen (As), tembaga (Cu), timbal (Pb), dan seng (Zn). Lokasi pengambilan sampel air dimulai pada titik ujung masuk pipa air sisa proses (inlet) dan ujung keluar pipa air sisa proses (outlet), Sungai Batangtoru pada 500 meter sebelum titik pelepasan udara, titik percampuran air sisa proses dan air Sungai Batangtoru (outfall), serta 500 meter, 1.000 meter, 2.000 meter, dan 3.000 meter setelah pelepasan udara.

Sample air sisa proses kemudian dikirimkan ke laboratorium independen PT Intertek Utama Services dan hasilnya juga disosialisasikan dan didiseminasikan kepada masyarakat lingkar tambang.

“Tak hanya itu, PTAR juga melakukan pengelolaan lingkungan lainnya untuk mendukung pengelolaan lingkungan, seperti rehabilitasi. Total, hingga akhir tahun lalu kami sudah merehabilitasi seluas 23,8 hektare dan menanam 3.640 bibit pohon. PTAR sangat berkomitmen dan serius terhadap pengelolaan lingkungan, hanya pengelolaan air. Secara total kinerja lingkungan Tambang Emas Martabe pada 2020 juga mengikuti peringkat tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya, masuk dalam peringkat BIRU pada sistem pengelolaan lingkungan PROPER oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia, ”pungkas Mahmud.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
Dugaan Alih Fungsi Kawasan HTR 1.266 Hektar di Asahan, Warga Desak Bupati Tinjau Ulang Status Koptan Mandiri
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
Stand Bapenda Sumut "Anti Celingak-Celinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
komentar
beritaTerbaru