Senin, 06 Juli 2026

Melihat Semangat Anak Berkebutuhan Khusus, Impian Miliki Kelas Sendiri

Administrator - Rabu, 07 April 2021 16:21 WIB
Melihat Semangat Anak Berkebutuhan Khusus, Impian Miliki Kelas Sendiri

DELI SERDANG I SUMUT24 “Mak, adek mau sekolah,” ungkap Erlina, seorang Ibu berusia 36 tahun yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Lewat yang diceritakannya pada Rabu (7/4/2021), Monica (9) putri bungsunya merengek meminta sekolah.

Baca Juga:

“Selama di rumah, dia selalu minta mau sekolah, dia mau belajar katanya,” ucap Erlina. Mendapati hal demikian, Erlina pun mendapat informasi tentang sebuah sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dibawah naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Tanpa berpikir panjang, Erlina mengikutsertakan putrinya untuk belajar di sana.  Di sekolah yang digagas oleh Camat Sunggal ini, para anak berkebutuhan khusus mengenyam pendidikan dasar. Dari pengakuan Erlina, mengatakan bahwa dirinya senang dengan hadirnya sekolah tersebut.

“Senang sekali bu ada sekolah ini, karena kita tahu sendiri tidak mungkin anak saya dimasukkan ke sekolah biasa, pasti tidak diterima”.

Dari salah seorang relawan bernama Hafiz, sekolah ini memiliki murid sebanyak 15-17 orang anak. “Disini ada 15-17 anak, tapi ya kadang-kadang yang datang tidak tentu, bisa juga 12 orang”.

Bahwa dengan jumlah anak sebanyak 17 orang tersebut, mereka sebagai relawan membutuhkan ruangan belajar.

“Saat ini kita belajarnya hanya menumpang di kelas yang ada di sekolah negeri ini, tapi begitupun anak-anak tetap semangat datang walau kami masuknya siang karena kalau pagi kelasnya dipakai,” tambah Hafiz.

Hafiz juga mengatakan bahwa sebenarnya data dari Camat Sunggal bahwa sampai saat ini terdata ada sekitar 100 anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Sunggal, namun belum semua bisa ditangani oleh PKBM dikarenakan keterbatasan ruang yang dimiliki.

Dari pengalamannya mengajar, Hafiz juga mengatakan bahwa untuk mengajar anak-anak berkebutuhan khusus juga butuh fasilitas lain seperti alat-alat pendukung pembelajaran. “Sebenarnya memang sekolah ini masih sangat terbatas, ruangan belum ada, fasilitas alat pembelajaran juga belum kita miliki, namun kita tetap berjalan melihat semangat anak-anak yang mau belajar disini ditemani orang tua mereka,” ujar Hafiz.

Dari keterangan yang diberikan Hafiz, secara keseluruhan anak-anak yang bersekolah di sini berasal dari keluarga pra sejahtera.

Hal itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Hafiz bersama sembilan relawan lainnya memikirkan bagaimana sekolah untuk ABK tersebut tetap berjalan.

Untuk itu, kami Dompet Dhuafa Waspada mengajak masyarakat luas mengulurkan tangan bersama mewujudkan impian membangun kelas untuk sekolah ABK di Kec. Sunggal. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Turnamen Sepak Bola Antar Club se-Sumatera Barat Tahun 2026 Resmi di Buka‎ Bupati Solok.
Silaturahmi Alumni HMI Sumut Se-Jabodetabek, Musa Rajekshah: Saya Bangga Menjadi Bagian dari KAHMI
Kabar Permintaan Damai Rp1,2 Miliar Terdengar, Penyebab Gagalnya Proses Mediasi
Rico Waas Apresiasi Inovasi Camat Medan Deli, Program CCTV Mata Deli Jadi Percontohan di Kota Medan
Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Wali Kota Medan Berkomitmen Benahi Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat
Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi
komentar
beritaTerbaru