Senin, 06 Juli 2026

Resmikan Masjid Rafiuddin, Masjid Gubernur Edy Rahmayadi Harapkan Jadi Sarana Penangkal Paham Radikal

Administrator - Rabu, 31 Maret 2021 05:06 WIB
Resmikan Masjid Rafiuddin,  Masjid Gubernur Edy Rahmayadi Harapkan  Jadi Sarana Penangkal Paham Radikal

 

Baca Juga:

 

MEDAN I Sumut 24

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berharap kepada para ulama untuk memberikan pencerahan pada umat tentang indahnya Islam, serta menangkal pemahaman sesat atau paham radikal, yang sampai saat ini masih terjadi. Sehingga peristiwa bom bunuh diri seperti yang terjadi di Makassar, tidak terulang lagi.

 

“Masjid kembali bertambah di Sumut. Saya berharap dengan peningkatannya rumah ibadah ini, dapat menangkal semua pemahaman yang sesat, yang terjadi selama ini. Umat Islam itu tidak ada radikal dan teroris. Umat Islam yang benar-benar menjalankan ibadah. Memiliki rasa sayang pada semua umat , siapa pun umatnya, “ucap Edy Rahmayadi, saat meresmikan Masjid Rafiuddin, Yayasan Barokah Sumut Pimpinan Tengku Zulkarnaen, di Jalan Tanjung Sari Medan, Selasa (30/3).

 

Dalam kata krisisnya, Edy juga meminta maaf kepada para guru dan ulama serta pengurus masjid, agar dapat membantu pemerintah perihal kenakalan remaja dan narkoba. Apalagi, katanya, saat ini Sumut sudah nomor satu pada kasus narkoba.

 

“Saya harap bantuan dari guru dan ulama saya, untuk mengajak umat dalam kegiatan di masjid memberikan pemahaman bahaya dari narkoba ini,” katanya.

 

Kepada para santri Yayasan Barokah, Edy meminta agar semakin tekun dan rajin menimba ilmu agama di pesantren ini. Edy pun berharap akan ada penerus ulama yang lahir dari yayasan asuhan Tengku Zulkarnaen nantinya.

 

“Rajin-rajinlah belajar anak-anakku. Kalian adalah penerus kami, dan saya harap kalian lah penerus ulama,” katanya.

 

Sementara Pimpinan Yayasan Barokah Sumut Tengku Zulkarnaen dalam kata sambutnya menyampaikan sejarah masjid dan area yayasan, yang dahulunya merupakan kediaman pribadi dan sudah lama tidak digunakan. Saat ini telah dibangun pesantren Tahfiz Quran, yang kemudian memperluas lahan dengan bantuan keluarga dan masyarakat untuk membelinya hingga terbangun masjid tersebut.

 

Mengenai peristiwa bom bunuh diri di Makasar, Tengku Zulkarnaen juga mengecam tindakan tersebut, seraya pernyataan bahwa tindakan tersebut terkait ajaran Islam. “Barang siapa yang membunuh satu nyawa tanpa hak dan putusan pengadilan, maka yang membunuh mendapat dosa seperti membunuh manusia satu dunia,” katanya.

 

Tengku Zulkarnaen juga menolak peristiwa yang dilakukan oleh oknum tersebut mengerikan dengan Islam. “Itu bukan ajaran Islam dan saya tidak setuju jika ini berhubungan dengan Islam dan mengatasnamakan Islam. Islam adalah  Rahmatan Lil Alamin ,” katanya. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kabar Permintaan Damai Rp1,2 Miliar Terdengar, Penyebab Gagalnya Proses Mediasi
Rico Waas Apresiasi Inovasi Camat Medan Deli, Program CCTV Mata Deli Jadi Percontohan di Kota Medan
Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Wali Kota Medan Berkomitmen Benahi Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat
Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi
Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi: Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
Pemkot Tanjungbalai Manfaatkan PRSU ke-50 untuk Promosikan Produk UMKM, Budaya, dan Peluang Investasi
komentar
beritaTerbaru