Senin, 06 Juli 2026

T.Tinggi Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Administrator - Senin, 29 Maret 2021 13:49 WIB
T.Tinggi Gelar Doa Bersama Lintas Agama

 

Baca Juga:

Tebingtinggi|Sumut24

Kota Tebingtinggi menggelar doa bersama lintas agama, Senin (29/3) di aula lantai IV Kantor Balai Kota Jalan Sutomo Tebingtinggi.

Turut hadir Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kapolres, Kajari, Dandim 0204/DS diwakili Danramil 13, Wakil Ketua DPRD, Kakan Kamenag,pimpinan OPD dan perwakilan pemuka agama se kota Tebingtinggi.

Tujuan digelarnya doa bersama itu adalah agar bangsa Indonesia khususnya masyarakat provinsi Sumatera Utara dan Tebingginggi terbebas dari pandemi covid-19. Serta menindaklanjuti Surat Edaran Gubenur Sumatera Utara No.450/2680 tentang himbauan untuk melaksanakan doa bersama lintas agama secara serentak menghadapi pandemi covid-19.

Kakan Kamenag Tebigtinggi, Julsukri Mangandar Limbong dalam sambutannya menyampaikan, inti dari kegiatan ini dilaksanakan semoga terlepas dari pandemi Covid-19.

“Sengaja kami buat Mengetuk Pintu Langit dengan tema Semoga Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa Membebaskan bangsa Indonesia, Sumatera Utara dan masyarakat kota Tebingtinggi dari wabah covid-19.Dengan memanjatkan doa bersama seluruh agama yang ada di kota ini, tentunya kita terbebas dari wabah dan juga masalah-masalah yang kita hadapi di negara ini bisa selesaikan dengan baik,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan adanya doa bersama ini semoga pandemi covid-19 cepat berakhir.

Sementara itu, Walikota Tebingtinggi dalam sambutannya mengatakan bahwa langkah ini adalah merupakan suatu langkah baik dan menyampaikan pandemi Covid-19 ini belum tahu kapan berakhirnya, ada mutasi dari generasi-generasi baru, masuk lockdown tahap 3, gelombang tahap 3 ini.

“Indonesia sendiri saat ini sedang gencar – gencar melakukan vaksin hingga pemerintah juga berusaha mengejar target bagaimana satu juta perhari tapi kemarin hanya 500 ribu, sehingga pasti akan tersendat vaksinasi yang akan datang, diperkirakan vaksinasi ini akan selesai pada akhir tahun 2021,” kata Wali Kota Umar Zunaidi.

Selama libur, lanjut Wali Kota Tebingtinggi, menyebabkan banyak hal degradasi pendidikan.

“Wajar dan wajiblah untuk kita berdoa kepada Tuhan, tentunya dengan menurut agama dan kepercayaan masing – masing dan juga tidak lagi kena gelombang ke tiga seperti di Eropa,” kata Umar Zunaidi.

Terkait peristiwa bom di Gereja Makasar,Wali Kota Tebingtinggi dengan tegas mengutuk keras terhadap pelaku pemboman di gereja tersebut. Wali Kota juga menyatakan, tidak ada satu agama pun yang menghendaki teror.

“Mari kita berdoa semoga aktor pelaku pemboman di gereja Makasar dapat tertangkap sampai keakar -akarnya. Begitu juga terhadap dalang yang melakukan pemboman di gereja Makasar,”‘ tegas Umar Zunaidi sembari meminta kepada para masyarakat dan pemuka agama untuk tidak terpancing isu-isu dan berita bohong (hoax) tentang ujaran kebencian yang sifatnya merusak kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya di kota Tebingtinggi.

Acara doa bersama itu ditandai dengan doa bersama dipimpin oleh masing-masing perwakilan agama yang ada di kota Tebingtinggi yakni Islam, Kristen, Khatolik, Budha dan Hindu. (tav)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kabar Permintaan Damai Rp1,2 Miliar Terdengar, Penyebab Gagalnya Proses Mediasi
Rico Waas Apresiasi Inovasi Camat Medan Deli, Program CCTV Mata Deli Jadi Percontohan di Kota Medan
Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Wali Kota Medan Berkomitmen Benahi Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat
Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi
Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi: Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
Pemkot Tanjungbalai Manfaatkan PRSU ke-50 untuk Promosikan Produk UMKM, Budaya, dan Peluang Investasi
komentar
beritaTerbaru