Minggu, 05 Juli 2026

Wagub Dukung Upaya AAI Sumut Tingkatkan Komoditi Gula Merah

Administrator - Rabu, 10 Februari 2021 04:26 WIB
Wagub Dukung Upaya AAI Sumut  Tingkatkan Komoditi Gula Merah

Wagub Dukung Upaya AAI Sumut

Baca Juga:

Tingkatkan Komoditi Gula Merah

 

MEDAN  I Sumut24

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mendukung upaya Asosiasi Aren Indonesia (AAI) wilayah Sumut untuk memajukan dan meningkatkan produksi gula merah melalui berbagai langkah pembinaan hingga standarisasi hasil pertanian dari pohon aren.

 

Hal itu disampaikan Wagub Musa Rajekshah saat menerima audiensi AAI Wilayah Sumut di rumah dinasnya, Jalan Teuku Daud Medan, Selasa (9/2). Turut hadir diantaranya Ketua AAI Sumut Edy Ody Koesriadi didampingi Sekretaris Palacheta Subianto, Bendahara Hendra Peranginangin, serta anggota antara lain Edy Susanto, Rammad Setia Budi, Elvi Hadriany, Karya Bakti Purba dan Benson Kaban.

 

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengapresiasi program kerja dan rencana AAI Sumut dalam menjadikan tanaman aren sebagai sumber penghasilan petani dan pengrajin. Mengingat saat ini pasar gula merah terutama gula semut yang berbahan dasar air nira semakin diminati masyarakat.

 

“Memang saya melihat ini (komoditi gula merah) mulai menjadi minat masyarakat. Apalagi orang dari luar negeri sangat meminati ini. Karena lebih sehat dibanding gula putih. Pasarnya sangat menjanjikan, walaupun di kita (Sumut) belum begitu umum,” ujar Wagub, didampingi Plt Kadis Perkebunan Nazly, Plt Kadis Kehutanan Herianto, Staf Ahli Gubernur Agus Tripriono serta Kadis Perindustrian dan Perdagangan Riadil Akhir Lubis.

 

Menurut Wagub, pengelolaan tanaman aren ini tidak begitu sulit. Hanya butuh beberapa tahun untuk menjaga dan merawatnya sedemikian rupa sebelum bisa menghasilkan. Ditambah lagi selain nira, pohon ini juga bisa menghasilkan ijuk (dahulu digunakan sebagai bahan sapu atau atap rumah) serta buah kolang-kaling (makanan).

 

“Mungkin untuk gula merah ini belum ada penampung yang memadai. Selain itu, kita harus menjaga kualitasnya agar bisa terjamin dan bisa dijadikan andalan bagi Sumatera Utara. Dengan adanya asosiasi ini (AAI), kita bisa menjamin ekspornya. Apalagi di Sumut ini cukup banyak pohon aren, belum lagi yang tumbuh liar,” jelas Musa Rajekshah atau akrab disapa Ijeck ini.

 

Untuk itu, Ijeck meminta OPD terkait bisa bekerjasama dengan asosiasi (AAI) dalam hal pembinaan bagi petani/pengrajin gula merah, dari hulu ke hilir. Sehingga komoditas yang dihasilkan dari tanaman aren ini menjadi ikon atau produk yang bisa dibanggakan.

 

Sementara Ketua AAI Wilayah Sumut Edy Ody Koesriadi menyampaikan bahwa saat ini pihaknya bersama dengan para pengrajin telah menjalankan program pembinaan dalam rangka menjamin kualitas produksi gula merah atau gula semut. Sebab berdasarkan pengalaman yang ada, setiap daerah (tempat) punya perbedaan dalam mengola air nira menjadi gula merah, termasuk mutunya.

 

“Selama ini kan hasil produksi gula merah berbeda-beda setiap daerah. Termasuk juga kualitasnya, ada yang asli, ada juga yang dicampur dengan gula putih dan lainnya. Sehingga kita berupaya bagaimana membuat standar untuk produksi aren, termasuk mencari formulasi untuk pengelolaan aren (air nira),” jelas Edy.

 

Pihaknya juga mempunyai beberapa kelompok binaan pengrajin aren (gula merah) di sejumlah kabupaten di Sumut, seperti Karo, Dairi, Langkat dan Deliserdang. Bahkan kerjasama dengan Bank Indonesia (BI), ada Rumah Gula Semut yang memproduksi gula semut yang kini mulai diminati masyarakat sebagai campuran minuman.

 

Karena perhatian Wagub yang cukup tinggi terhadap upaya AAI dalam memajukan pertanian dari budidaya tanaman aren ini, Edy pun berharap Wagub Musa Rajekshah berkenan menjadi Ketua Pembina dari asosiasi yang dibentuk sejak enam tahu lalu itu. Dengan demikian, kerjasama antara masyarakat dan pemerintah meningkatkan komoditi ini, bisa membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat petani. (w03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kabar Permintaan Damai Rp1,2 Miliar Terdengar, Penyebab Gagalnya Proses Mediasi
Rico Waas Apresiasi Inovasi Camat Medan Deli, Program CCTV Mata Deli Jadi Percontohan di Kota Medan
Semarak HUT ke-436 Kota Medan di Amplas, Wali Kota Medan Berkomitmen Benahi Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat
Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi
Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi: Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
Pemkot Tanjungbalai Manfaatkan PRSU ke-50 untuk Promosikan Produk UMKM, Budaya, dan Peluang Investasi
komentar
beritaTerbaru