Pulau Sikantan dan Pantai Kahona salah satu objek Parawisita yang diusulkan ke Menteri Parawisata

605

Pulau Sikantan dan Pantai Kahona salah satu objek Parawisita yang diusulkan ke Menteri Parawisata

LABUHANBATU I Sumut24.co

Kabag.Protokoler /Humasy Pemkab Labuhanbatu menyatakan, Bupati Kabupaten Labuhanbatu, H. Pangonal Harahap, SE.MSI didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) Kabupaten Labuhanbatu Drs.H. Muhammad Ridwan Rambe, MSI.

Kaban Penelitian dan Pengembangan Hobol Zulkifli Rangkuti S.Sos, Plt. Kaban Pendapatan Tomy Harahap, MAP., Kabid. Perencanaan sosial budaya dan Pemerintahan Hamamuddin Siregar ST. MM., Kabid. Parawisata Dispora Labuhanbatu, Azriani, Kasubbag Protokoler kegiatan Kegiatan Pimpinan Setdakab Labuhanbatu Ratna Emilia, SE.MM dan Staf Protokoler Yuni Sundari, melaksanakan audensi ke Kementerian Parawisita RI Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Parawisita di Jakarta dalam hal Pengembangan potensi wisata di Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (06/03/18).

Bupati Labuhanbatu dalam audensi tersebut menyampaikan secara langsung gambaran umum potensi Parawisata di Kabupaten Labuhanbatu dan menyatakan bahwa beliau ingin menjadikan Parawisita sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah yang pada akhirnya nanti sektor Parawisita RI dapat lebih memajukan tarap hidup masyarakat karena melalui Parawisita ini akan semakin terbukanya lapangan pekerjaan dan lapangan usaha.

Kemudian beliau juga menjelaskan bahwa Sektor Pariwisata ini merupakan Program Kerja Pemkab Labuhanbatu yang harus dicapai seoptimal mungkin karena sudah ditetapkan dalam 10 Program Kerja atau disebut Dasa Karya yang dijanjikan kepada masyarakat pada saat pemilukada Labuhanbatu.

Selanjutnya secara mendetail potensi objek wisata di Labuhanbatu dipaparkan oleh Ridwan, Kepala Bappeda Labuhanbatu dihadapan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata R.I Bapak Dadang Rizki Ratman dan Timnya.

Kepala Bappeda memaparkan gambaran umum Kabupaten Labuhanbatu yang memiliki luas 256.138 Ha atau 2.561,38 Km2 terdiri dari Hutan Lindung 17.983 Ha (7,02%), Hutan Produksi 14.573 Ha (5,69%), Perkebunan Sawit 160.785 Ha (62,77%), Pertanian 25.991 Ha (10,15%), Permukiman 8.250 Ha (3,22%) dan Penggunaan lainnya 28.556 Ha (11,15%)

Sedangkan Objek Wisata (OW) yang diusulkan untuk mendapatkan dukungan dari Kementrian Pariwisata R.I, yaitu 8 (Delapan) Objek Wisata antara lain : Pemandian Alam Aek Pala, Air Terjun Linggahara, Pulau Sikantan, Aek Sirao-Rao, Tugu Juang 45, Sampuran, Alam Bandar Kumbul (Bumi Perkemahan), Pantai Indah Alam Lestari (Pantai Kahona).

Petunjuk sementara yang diperoleh dari kunjungan/audensi ini adalah Kementrian Pariwisata dapat memfasilitasi usulan potensi wisata daerah Labuhanbatu sesuai form atau ketentuan yang harus disajikan dan selanjutnya dibawakan pembiayaannya ke dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) baik Fisik maupun Non Fisik (Bimtek).

Kemudian Pemkab Labuhanbatu segera membentuk Tim Percepatan Pariwisata Kabupaten Labuhanbatu yang diketuai oleh Sekretaris Daerah, Wakil Ketua Kepala Bappeda, Sekretaris Disporabudpar, Anggota Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata inilah nantinya akan melakukan kajian lebih mendalam lagi terkait rencana2 perwujudan destinasi pariwisata dan pemasaran pariwisata di Labuhanbatu yang kita banggakan bersama. (Wahyudi)

Loading...