Selasa, 21 Juli 2026

Tingkatkan Wawasan Kebangsaan Dengan Mengamalkan Pancasila

Administrator - Senin, 16 Mei 2016 10:51 WIB
Tingkatkan Wawasan Kebangsaan Dengan Mengamalkan Pancasila

BINJAI | SUMUT24 Indonesia adalah negeri yang paling unik dan otentik, karena telah memilih Pancasila sebagai dasar Negara, di mana dalam sila-sila yang terkandung didalamnya telah terjabar panduan hidup bangsa Indonesia, sumber segala sumber hukum, perjanjian luhur dan falsafah hidup bangsa Indonesia.

Baca Juga:

“Jadi sudah sangat jelas, jika ingin meningkatkan wawasan kebangsaan kepada anak bangsa harus dengan mengamalkan Pancasila dalam menjalani kehidupan,” tegas DR Dodi Susanto, saat membawa ceramah wawasan kebangsaan, di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (13/5).

Diungkapkannya, saat ini isu yang harus dijaga yaitu isu konflik. Politik dekonstruksi telah meruntuhkan mental nenek moyang kita, sehingga mental yang diwariskan kepada kita, yang sampai saat ini masih terus ternanam yaitu, mental kuli, ruwet, indisipliner, pencemburu, intolerir, dan sesat.

“Mental inilah yang sampai saat ini masih tertanam dalam diri anak bangsa, bahkan sampai 70 tahun usia kemerdekaan  Indonesia,” sesalnya.

Wawasan kebangsaan sangat mudah untuk dimulai, seperti dengan membiasakan diri untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Serangan pintar juga telah merusak sendi kehidupan anak bangsa, seperti makanan cepat saji.

“Dengan makanan cepat saji, anak bangsa akan kehilangan sumber gizi yang cukup, sehingga akan kehilangan energy kebugaran, mengakibatkan tidak dapat menyerap ilmu pengetahuan, dan akhirnya terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba, saat itulah demoralisasi kehancuran anak bangsa dimulai,” ucap Dodi.

Serangan pintar kedua yakni, pola hidup senang, yang berimbas berkurangnya rasa tanggungjawab, ketiga fantasi, seperti sering membuka situs pornograpi yang sangat merusak generasi bangsa, keempat gaya hidup, yang berakibat anak bangsa akan terjebak kepada pola hidup konsumtif berlebihan, sehingga menyumbangkan kemerosotan ekonomi Indonesia.

Kelima film, dan yang terakhir, filosofi. Yang harus diwaspadai dari serangan pintar ini, anak bangsa akan mengalami penyimpangan prilaku, seperti menjadi pecandu narkoba dan pornograpi, kerusakan saraf,  terorisme, dan onar.

“Maka kembali saya tegaskan sudah saatnya menumbuhkan kembali semangat kebangsaan, dengan mangamalkan empat pilar kebangsaan, yang harus diterapkan dalam kehidupan, membiasakan untuk mengatakan tolong, maaf dan berterimakasih dalam kehidupan,” pintanya.

Wali Kota Binjai, HM Idaham melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Linmas, Janu Asmadi, sangat mengapresiasi diselenggarakan ceramah wawasan kebangsaan ini. Ia mengungkapkan saat ini Indonesia harus sudah siap menyambut MEA.

Dengan ceramah ini diharapkan para pelajar yang menjadi peserta, akan mendapatkan pemahaman  wawasan kebangsaan, memiliki rasa cinta terhadap Indonesia, serta mempu menjadi motor penggerak kepada pelajar lainnya.

Hadir dalam seminar wawasan kebangsaan itu Dandim 0203/Langkat, Letkol Inf Roy Hansen J Sinaga, tokoh masyarakat, tokoh etnis, mahasiswa dan pelajar. (win)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kelangkaan BBM Sumut Diduga Hasil Permainan Internal, LBH Betul Betul Desak Kapolda Usut Tuntas Kasus Fraud dan Copot Pimpinan Pertamina-BPH Migas
Jual Rokok Tanpa Pita Cukai Berujung Proses Hukum, Polres Padang Lawas Sita Berbagai Merek Ilegal
Kapolres Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama Lewat Program Polsumat di GKPA, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas Bersama
Respons Cepat Laporan Warga, Polsek Batangtoru Temukan Dugaan Alat Isap Sabu di Muara Batangtoru
Polisi Sahabat Umat! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G. Desky Gelar Edukasi Kamtibmas di Masjid Raya Al-Abror
Dibekuk Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Tengah Malam! Pengedar Sabu di Pijarkoling Simpan Barang Bukti 23,84 Gram
komentar
beritaTerbaru